
Saat ini Dewa sedang berada di sebuah taman, menemani sang ponakan cantiknya bermain, siapa lagi jika bukan Jasmin anaknya Yoona.. Dengan keadaan terpaksa Dewa harus menemani Jasmin, karna Yoona dan Adam sedang menemani Al, untuk mengikuti lomba di luar kota.. Dan Mom Ji pun terus saja membujuk Dewa agar bermain di taman, tapi hanya taman itu tidak boleh taman yang lain. Entah apa maksud dari mommy, Dewa hanya menurut saja..
Padahal jujur saat ini Dewa betul betul sangat malas. Apa lagi saat ini, harus duduk di taman sambil memperhatikan Jasmin yang sibuk bermain.. Karna merasa Jenuh Dewa berdiri dan berjalan menghampiri Jasmin, namu belum tiba di hadapan jasmin Dewa mendengar seorang anak laki laki memanggil ibunya, dan tiba tiba saja anak laki laki itu menabraknya.
"Brukkkkk". Anak kecil tersebut menabrak seorang pria yang sedang berada di hadapan nya.
"Maaf uncle." Ucap anak tersebut sambil menundung.. Yang tak lain adalah Junior.
Dewa yang memadang anak tersebut, lalu berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh Junior, yang tak lain adalah anaknya.
"Hey, kenapa menunduk. Lihat uncle". Titah Dewa.
Junior mengangkat kepalanya dan langsung bersitatap dengan wajah Dewa.. Entah kenapa saat Dewa memandang wajah anak itu, ada perasaan yang tiba tiba ingin memeluk anak itu..
"Maaf uncle." Ucap Junior kembali.
"Tidak masalah jagoan." Ucap Dewa.
__ADS_1
"Uncle dari mana tahu nama panggilan ku." Tanya Jinior.
"Ouh jadi jagoan nama panggilan mu.?" Tanya Dewa balik.
"Yah uncle, mommy ku memanggil ku dengan sebutan jagoan, karna dulu katanya mommy, aku bisa bertahan hidup meski dulu tubuh ku sangat mungil."Ucap Bocah Junior yang sangat polosnya.
"Bukan kah tadi dia memanggil ibu.? Tapi kenapa sekarang berubah menjadi mommy.?" Batin Dewa.
"Ouh yah jagoan, dimana mommy mu.?"
"Ouh yah di mana ibumu, biar ku antar.."
Tanpa menjawab pertanyaan Dewa,. Junior malah menggenggam erat tangan Dewa lalu berjalan menuntun Dewa ke hadapan ibunya.. Lagi lagi, ada perasaan yang sangat mendalam yang Dewa rasakan kala anak itu menggenggam tangan nya.
"Ibu." Panggil Junior kepada seorang wanita yang sedang membelakanginya.
...๐๐๐...
__ADS_1
"Kau yakin sayang, jika Dewa bisa bertemu dengan Junior di sana.?" Tanya Dad Ezra..
Ya, setahun belakangan ini, mom Ji terpaksa harus jujur dengan suaminya tentang Aurel dan tentang cucunya.. Karna ia ingin bebas pergi menjenguk sang cucu tanpa harus di beri pertanya pertanya dari suaminya jika meminta izin.. Dan saat Dad Ezra tahu, tentang Aurel dan cucunya. Ingin sekali ia memberi tahu kepada Dewa, hanya saja istrinya bersikeras melarang akan hal itu..
"Aku yakin,. Aku sudah mengaturnya sedemikian rupa agar Junior bisa berada di dekat Dewa."
"Bagaimana caranya, bukan kah Anzel tidak setuju akan hal itu.?"
"Aku menyuruh orang untuk mengawasi mereka, jadi pada saat nanti Anzel lengah, orang kita akan membawa Junior agar berdekatan dengan Dewa."
"Astaga istriku, aku tidak tahu jika ternyata kau sangat pintar. Semakin tua kau semakin jadi saja.." Gombal Dad Ezra.
"Kau saja yang bodoh sayang, semakin tua semakin bodoh. Upppsssssssss" .. Ucap mom Ji sambil menutup mulutnya dengan kedua tanganya.. Lalu mengambil langka seribu untuk menghindari amukan sang suaminya, yang pasti ujung ujungnya akan kesurga dunia.๐ ๐
Semakin tua semakin jadi juga goyangan ranjangnya ๐คญ๐คญ..
Next lagi 1 eps kalau autor mampu dan khilaf.. Tapi autor ngak janji๐ฅฐ.
__ADS_1