
Hari berganti hari.. Perjuangan Dewa pun untuk mendapat Aurel tidak terbilang main main.. Setiap hari ia menemui Aurel hanya kadang kala Aurel tidak memberi respon. Tapi itu tidak membuat nya patah semangat.. Karna ia tahu tidak semuda itu memaafkan kesalaan yang telah ia perbuat..
Junior juga sudah terlalu sayang dengan Daddy nya. Bahkan saat ini ia lebih betah tinggal bersama sang Daddy di bandingkan dengan mommy nya..
"Sayang ayo bersiap siap. Kita akan menjemput mommy di kantor uncle.." Ucap Dewa.
"Daddy. Bagaimana kalau kita membawa mommy ke rumah ini. Kita bisa tinggal bersama.."
"Iya sayang,. Daddy usahakan untuk membujuk mommy." Ucapnya sambil tersenyum..
Stengah jam kemudian. Mobil Dewa sudah berada di parkiran siap menunggu Aurel untuk di antarkan pulang. Dan Junior saat ini sudah masuk ke kantor opa nya untuk menjemput sang mommy di ruangan..
"Mommy." Panggil Junior, kala sedang berada di depan pintu ruangan mom nya..
"Junior sayang.." Ucap Aurel lalu menggendong tubuh putra nya.. "Sayang mommy sangat merindukan mu.. Malam ini tinggal lah bersama mommy yah.?"
"Junior jg rindu mom.. Junior ingin tinggal bersama dengan mommy, tapi......
"Tapi apa sayang.? Heeemmm ayo bilang. Apa Junior ingin mainan. Baiklah mom akan belikan.."
"Bukan itu mom. Mainan Junior sudah sangat banyak."
"Lalu jagoan mommy ingin apa.?"
"Tapi mom harus janji akan mengabulkan nya."
"Baiklah mom janji."
Junior tersenyum dan berucap. "Aku ingin kita tinggal bersama di rumah Daddy."
Tak ada jawaban dari sang mommny membuat Junior menundukkan kepalanya.."Maaf, hanya saja Junior ingin seperti kaka Al, dan Jasmin yang selalu tinggal bersama mommy dan papinya." Ucapnya dengan suara bersedih.
"Apa daddy yang menyuruhmu untuk agar mommy bisa tinggal di rumahnya.."
"Tidak mom." Ucapnya di sertai gelengan kepala..
__ADS_1
"Lalu siapa.?"
"Ini kemauan ku sendiri mom."
"Baiklah. Mommy setuju."
"Yeeessssssss, ayo mom, daddy sudah menunggu kita di bawah."
Aurel hanya bisa pasrah dengan ini semua.. Bagaimana pun dia tidak boleh egois, karna ada anak di antara dirinya dan Dewa. Dan ia juga tidak ingin melihat sang anak bersedih akibat keegoisan nya.. Cukuplah dia mengalah demi kebahagian sang anak..
"Daddy ayo kita pulang, hari ini mommy akan menginap bersama kita dad." Ucap Junior saat sudah berada di dalam mobil dengan posisi duduk di depan dan sang mommy duduk di belakang..
"Apa itu benar sayang.?" Tanya Dewa pada Aurel.
"Hhhhmmmm."
"Terima kasih.."
"Daddy, tapi antar Junior dulu ke rumah oma.. Junior ingin mengambil mainan yang oma belikan untuk Junior.."
Di perjalanan tak henti hentinya Junior bercerita tentang ini dan itu. Sedangkan Dewa hanya sibuk menatap wajah sang istri tercinta lewat kaca mobil tengah. Sambil sesekali menjawab pertanyaan anak tercinta nya.. Aurel yang merasa dirinya terus di perhatikan mulai merasa gelisa dan salah tingkah..
"Kalau menyetir, mata harus fokus ke depan. Jangan ke belakang." Ketus Aurel.
"Maaf sayang, habisnya yang di belakang sangat indah untuk di pandang, kan syg kalau tidak di lihat.." ucapnya sambil tersenyum..
"Daddy apa yang indah di pandang di belakang.? Di sini tidak ada apa apa dad.." Tanya Junior sambil menoleh ke kursi belakang..
"Wajah mommy mu sayang, sangat cantik dan indah untuk pandang.."
"Betul dad wajah mommy memang sangat cantik.."
πππππ
"Oma, opa." Panggil Junior sambil berlarik ke dalam rumah.
__ADS_1
"Sayang, hati hati nanti kau terjatuh." Ucap Aurel.
"Terima kasih, karna sudah mau kembali pulang ke rumah kita." Ucap Dewa yang berjalan di samping Aurel, namun Aurel hanya terdiam tak menjawab ucapan Dewa..
"Sayang kau sudah datang, dan siapa yang mengantar mu kesini.?" Tanya oma.
"Daddy oma. Ouh ya mommy juga ikut oma.."
"Mommy...?"
"Iya oma.. Dimana mainan ku oma.?"
"Ada di kamar Daddy mu.. Ouh ya opa ada di perpus, temui opa ada yang ingin opa berikan."
"Baik oma."
Dengan senang hati mom Ji melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu.. Ia sangat bahagia mendengar jika Aurel dan Dewa datang bersama.. Karna biasanya hanya Dewa lah yang datang mengantar sang anak.. Dan kali ini, "Semoga saja kalian bisa kembali seperti dulu lagi." Batin mom Ji.
"Sayang...Mommy sangat rindu." Ucap mom Ji memeluk Aurel.
"Mom, Aurel juga sangat merindukan mommy.."
"Ouh ya Dewa, kamu ke perpus temui dad mu di sana."
" Baik mom."
Selepas Dewa pergi mom Ji mengajak Aurel untuk duduk..
"Sayang terima kasih.. Mommy sangat bahagia bisa melihat kalian bersama lagi."
"Maaf mom, ini permintaan Junior.."
"Tidak apa sayang. Ini justru bagus karna ada anak di antara kalian. Mommy tahu kau masih belum bisa melupakan masa itu. Tapi mommy yakin cepat atau lambat kau pasti bisa melupakan nya dan hidup bahagia seperti dulu lagi.."
"Makasih mom.."
__ADS_1
"Mommy lah yang berterima kasih syg, karna sudah mau membuka hatimu kembali untuk putra mommy.."