
Satu jam berlalu kini Mey telah tiba di depan club malam, di mana sang suami berada.. Mey yang masih setia duduk di dalam mobil, kini mengatur nafas nya.. Menariknya secara perlahan, lalu menghembuskan nya.. Entah kenapa, ada perasaan yang lain, entah itu perasaan cemburu, atau kah perasaan takut kehilangan, yang Mey rasakan saat ini.. Tapi Mey juga tidak tahu, dan belum sadar perasaan apa kah itu.? Yang kini ia rasakan..
Roy yang melihat nyonya nya dari kaca spion tengah, merasa khawatir. Karna baru kali ini Roy melihat nyonya nya diam seribu kata, sambil mengatur nafas..
Beberapa saat kemudian, Mey melihat Aurel dengan perut buncitnya karna sedang hamil anak ke dua, turun dari mobilnya.. Mey yang melihat itu, ikut turun dari mobilnya juga..
"Aurel." Teriak Mey, memanggil nama sahabat nya..
"Mey.." Jawab Aurel, saat menoleh ke sumber suara.. "Hey apa yang kau lakukan di sini.?" Tanya Aurel saat Mey mendekat..
"Kau.? Apa yang kau lakukan di sini.?" Jawab Mey, dengan memberi pertanyaan..
"Suamiku. Aku ingin menjeputnya.. Aku takut jika suamiku bermain gila dengan perempuan lain." Jelas Aurel, membuat Mey menggelengkan kepalanya.. "Kamu kenapa.? Dan kenapa datang ketempat ini.?" Tanya Aurel kembali..
"Hhmm, itu, anu, aku datang ke sini karna ingin menjemput Anzel juga." Ucap Mey salah tingkah..
"Ouh, okey kalau begitu kita masuk sekarang." Ucap Aurel lalu menarik lengan Mey..
Mey yang lengan nya di tarik hanya pasrah mengikut saja.. Tidak seperti biasanya, jika ada yang membuat Mey marah, maka ia akan marah dan memberontak. Tapi kali ini beda, entah kenapa marah yang tadi ia pendam saat di perusahaan suaminya telah sirna, entah sirna kemana..
Mey terus saja, berpikir langkah apa yang akan ia ambil saat di hadapan Anzel nanti.. "Apa yang harus ku lakukan, bantu aku Tuhan." Ucap Mey dalam hati..
Beberapa saat kemudian, kini Aurel dan Mey telah berada di depan ruangan pintu vip, tempat di mana Anzel dan Dewa berada..
Brukkkkk.. Bunyi suara pintu yang di buka begitu kuat nya.. Entah dari mana Aurel bisa punya kekuatan seperti itu. Mey yang melihat sang sahabat, hanya bisa menatap takjub.. "Kau hebat." Ucap Mey..
__ADS_1
Dewa dan Anzel serentak menoleh ke arah pintu yang terbuka, dan betapa kaget nya mereka berdua saat tahu bahwa yang datang adalah istri mereka.. Dewa langsung menoleh ke arah Anzel. Lalu Anzel tersenyum.. "Maaf, aku juga mengirim fotomu, supaya kita sama sama seri dan mendapat hukuman.." Ucap Anzel..
"Kurang ajar, aku membantumu, tapi kenapa melibatkan ku dalam masalah seperti ini.." Ucap Dewa..
"Terima saja nasib kita malam ini.. Entah kita akan jadi apa." Ucap Anzel..
'Wah wah wah,.." Ucap Aurel sambil menepuk tangan.. "Kalian sangat kompak sekali yah, menghabiskan waktu di sini, dan lupa pulang." Ucap Aurel lalu menjewer kuping suaminya Dewa..
"Sayang, maaf kan aku, tolong lepaskan. Ini sangat sakit.." Ucap Dewa menahan sakit di kupingnya..
Anzel justru terdiam, merasa sangat kecewa karna tidak mendapat amukan sama sekali dari Mey.. Mey hanya diam memandang Anzel, tanpa melakukan apa apa..
"Maafkan aku,." Ucap Anzel mendekat ke arah Mey..
Beberapa menit kemudian.. Mey akhirnya berucap.. "Ayo kita pulang." Ucap nya lalu berdiri dari duduknya..
Anzel yang mendengar ucapan Mey yang memanggilnya pulang, langsung ikut berdiri dan berjalan tepat di belakang Mey..
••••••••••••
Di dalam perjalanan.. Di dalam mobil, hanya ada keheningan dari sepasang suami istri ini. Baik Mey maupun Anzel hanya terdiam.. Anzel sesekali melirik ke arah Mey.. Namun Mey hanya fokus memandang ke arah depan.. "Aku takut melihat mu diam seperti ini. Lebih baik kau menghacurkan semuanya dari pada mendiami ku." Lirih Anzel, namun masih dapat di dengar oleh Mey..
Beberapa saat kemudian, mobil yang Anzel kendarai telah tiba, dirumah.. Mey langsung saja turun dan berjalan dengan cepat menuju pintu utama.. Anzel yang melihat Mey seperti itu, langsung ikut keluar dari mobil dan mengejar Mey..
"Mey, tunggu.." Teriak Anzel.. Namun Mey tetap saja berjalan cepat, menaiki anak tangga menuju kamar nya..
__ADS_1
Di dalam kamar..
"Mey maafkan aku. Aku tidak bermaksud....." Ucapan Anzel terputus kala Mey menyela.
"Aku siap memberikan hak ku padamu. Aku siap melayanimu di atas ranjang, aku siap menjadi istrimu seutuh nya. Aku siap sungguh siap." Ucap Mey sambil mulai membuka satu persatu kain yang ada di tubuhnya..
Hahahahha, yeeeee aku potong dulu yah pikiran kotor kalian😅😅😅..
Nih autor udah khilaf langsung 2 eps tanpa jeda, krn otor syg kalian semuanya🥰🥰🥰..
Jangan lupa like dan comen yah, dan jgn lupa kasi otor gift mawar/kopi biar ator tambah semangat untuk UP lagi..
Dan jangan lupa mampir ke karya/ novel baru ku..
..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...
Siapkan mental dan siapkan tisu, jika ingin membaca novel ku. "MENIKAHI PRIA KEJAM".
Yang punya riwayat jantung jgn coba" baca.😅😅😅
Canda kok🤭🤭🤭✌✌✌✌
Salam syg untuk kalian semua..🥰🥰🥰
Fighting Rini. A (Menyemangati diri sendiri)..
__ADS_1