Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
48


__ADS_3

"Maaf." Ucap Mom Ji di hadapan ibu Aurel..


"Tidak usah meminta maaf, ibu tidak salah." Ucap ibu Aurel tulus.


"Maaf". Kata itu kembali terucap dari bibirnya di sertai tangis nya.. Ibu Aurel yang melihat langsung memeluk tubuh besan nya..


"Bu sudah, jangan merasa bersalah seperti ini,."


"Maaf, karna perbuatan anak ku, Aurel menjadi amnesia. Maaf karna kelakuan anak ku cucu kita hampir tidak selamat. Maaf."


"Sudah, cukup bu. Ini memang sudah takdirnya dan menjadi jalan hidup untuk Aurel. Jadi tidak udah meminta maaf atas kelakuan yang ibu tidak perbuat."


"Tapi aku adalah mommy nya Dewa, dan aku lah yang tidak becus mengurus nya sampai Dewa berlaku seperti itu."


"Sudah lah bu. Tidak usah dicerita lagi. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu.. Dan mari kita hidup baik dan menata masa depan lebih baik lagi."


"Terima kasih.. Apa boleh aku bertemu berbicara berdua dengan Aurel.?" Tanya mom Ji. Dan dijawab anggukan kepala oleh ibu Aurel.


Tok.tok.tok. (Bunyi suara pintu di ketuk).


"Aurel apa boleh tante masuk.?" Tanya mom Ji di balik pintu,.


"Ouh ya tante silahkan."


Mom Ji yang melihat Aurel tengan duduk di sudut ranjangnya, lansung menghampiri dan mendudukan dirinya tepat di samping Aurel. Menggenggam kedua tangan Aurel, penuh dengan kelembutan.


"Apa kau sungguh tidak mengenaliku.?" Tanya Mom Ji.

__ADS_1


"Maaf,". Ucap Aurel sambil menggelengkan kepalanya.


Mom Ji melepaskan satu genggaman tangan nya. Dan mengelus lembut pipi Aurel.. "Maaf kan tante." Ucap Mom ji sambil menitihkan air matanya.


"Kenapa tante menangis." Ucap Aurel dan reflex menghapus air mata di pipi mom Ji."


"Tante hanya mengangis karna bahagia, melihat mu bisa sadar kembali., Apa tante boleh memelukmu.?"


Tanpa menjawab, Aurel langsung memeluk duluan tubuh mom Ji..


"Hiksssss,hiksssss.. Maafkan tante nak.. Maaf atas kelalaian tante yang lambat mengetahui semua nya. Tante janji apa pun pilihan mu kelak yang menurut mu bisa membuat mu bahagia, maka tante pun akan bahagia, walau anak tante di sana harus menderita tanpa kalian.." Ucap Mom Ji sambil memeluk tubuh Aurel.. Dan Aurel yang mendengar mertuanya menangis, langsung menitihkan air matanya, dan buru buru menghapusnya kala Mom Ji melepas pelukan nya.


"Terima kasih, karna telah berjuang.. Tante mohon jaga lah bayi mu dengan baik. Jika kau perlu sesuatu jangan sungkan untuk meminta kepada tante."


"Terima kasih tante." Ucap Aurel sambil tersenyum.


"Belum tante."


"Apa kau tidak berpikir untuk memberikan nya nama.?"


Aurel sejenak berpikir..


"Junoir Mauza". Ucap Aurel.


"Sepertinya bagus sayang. Kalau boleh tahu artinya apa?"


"Anak muda penuh kebaikan dan bijaksana., Sebenarnya selama seminggu di rumah sakit, aku terus saja memikirkan nama yang baik untuknya..

__ADS_1


"Betul betul nama yang sangat bagus. Apa tante bisa menambahkan namanya lagi, biar bertambah lebih bagus.."


"Boleh, tapi harus yang bagus tante."


"Dewa., Bagaimana.? Jadi nama bayi mu Junior Mauza Dewa, bagus kan.?"


Aurel mematung seketika mendengar nama Dewa.


"Jadi bagaimana sayang.?"


"Ouh iya, bagus." Ucap Aurel dengan gugupnya.


"Terima kasih sayang, sudah mau memakai nama Dewa untuk anak mu."


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Tiga tahu telah berlalu..


Ibu ibu.. Teriak anak kecil sambil berlari ke arah ibunya..


"Brukkkkk". Anak kecil tersebut menabrak seorang pria yang sedang berada di hadapan nya.


"Maaf uncle." Ucap anak tersebut sambil menundung..


Jeng....Jeng...Jeng.....


Siapa yang menabrak dan siapa yang di tabrak..???

__ADS_1


Ahhhhhh, penasaran....


__ADS_2