Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
47


__ADS_3

Seminggu kemudian, Aurel di nyatakan sudah bisa kembali pulang, hanya saja harus tetap rutin kontrol untuk masalah amnesia nya.. Dan hari ini, orang suruhan Anzel sudah berada di rumah sakit untuk menjemput Aurel, Mey ibu beserta bayi nya..


Beberapa saat kemudian, mobil yang mereka tumpangi, kini telah tiba di basement apartemen milik Anzel. Yang memang selama beberapa bulan ini Mey dan ibu Aurel menetap selama berada di negara ini..


"Bu, dimana kita.? Dan apartemen siapa ini.?" Tanya aurel.


"Ini apartemen milik Anzel.."


"Ayo Aurel, bayi mu pasti sudah menunggu." Timpal Mey,.


Semua berjalan menaiki lift menuju lantai 11. Dimana Baby mereka sudah menunggu..


"Welcome my friend. Thank you for fighting for all of use". Ucap Anzel saat pintu terbuka.


"Anzel.. Ucap Aurel lalu menghambur di pelukan Anzel. "Zel, makasih sudah mau membantuku dan ibu."


Ibu menceritakan ke Aurel, jika Anzel lah yang membantunya selama ini, selama berada di negara ini.


"Sama sama, itu lah guna nya sahabat." Ucap Anzel sambil membalas pelukan Aurel.. "Hey, mey lo ngak mau gabung, berpelukan sama kami."


Mey tersenyum lalu mereka pun berpulakan. 'Seperti teletubbis😪'.


Mommy Ji yang sedari tadi melihat pemandangan yang begitu mengharukan menurutnya, lagi lagi menitihkan air matanya. Entah kenapa jika itu menyangkut Aurel, tanpa di minta air mata selalu saja berjatuhan..

__ADS_1


"Halo tante." Sapa Aurel saat melepas pelukan nya dan melihat mom Dewa yang sedang menggendong bayinya. "Boleh ku gendong bayi ku."


Mom Ji hanya tersenyum dan lagi lagi menitihkan air matanya, kala Aurel tak mengenali diri nya..


"Ouh yah maaf sayang,. Ini silahkan di gendong." Ucap Mom Ji sambil memberikan Bayi.


"Maaf, tapi kenapa tante menangis.?" Tanya Aurel.


"Maaf, hanya saja tante merasa terharu melihat kalian tadi berpelukan." Ucap mom Ji menyembunyikan kesedihan nya..


Ibu Aurel memandang Anzel penuh dengan tanya. Kenapa bisa mommy nya Dewa bisa ikut dengan dirinya dan bahkan mungkin untuk beberapa hari ini akan menetap di apartemen ini..


"Anzel ikut ibu." Ucap ibu sambil berjalan meninggalkan yang lain nya.


"Anzel, tolong ceritakan semuanya.? Kenapa sampai mommy nya Dewa bisa ikut bersama mu.?"


"Flashback"


Anzel yang mendapat kabar tentang siuman nya Aurel, mau tak mau harus memberi tahu mommy nya Dewa. Karna hampir setiap hari Mom Dewa selalu saja menelpon dirinya menanyakan tentang kondisi Aurel.. Dan saat Anzel menceritanya semuanya.. Akhinya Mom pun berencana untuk melihat sendiri keadaan Aurel, hanya saja Anzel menolak..Tapi bukan mom Ji mengalah, lagi lagi dia memohon kepada Anzel, agar diri nya bisa bertemu dengan Aurel.. Akhinya Anzel pasrah dan berjanji akan menemani mom Ji untuk bertemu Aurel.. Tinggal hanya bagaimana caranya Mom Ji meminta izin kepada suaminya.


"Sayang, boleh kah aku meminta.?" Tanya Mom Ji kepada Ezra.


"Apa kau nginam sayang." Ucap dad Ezra.

__ADS_1


"Sembarang saja." Mom Ji memukul lengan suaminya.


"Hahahahh sayangku, kan biasanya seperti itu. Jika seorang istri meminta pasti dia sedang ngidam."


"Ngidam di usia ini tuh bikin malu sayang, yang ada orang bilang itu anak atau cucu?"


"Hahah, kau benar juga sayang. Jadi apa yang ingin kau minta.?"


"Hhhhhmmm, sayang boleh yah aku meminta izin untuk ke negara s.?"


"Baiklah urus saja tanggalnya kapan, aku akan menemanimu."


"Tidak.. Maksud ku aku ingin pergi bersama teman teman ku. Kau ingat bayi yang tinggal selama seminggu di sini..? Aku dan teman ku berencana untuk menjeguk ibu nya yang sedang sakit.."


"Tidak, kau tidak boleh pergi.."Tegas dad Ezra lalu meninggalkan instrinya yang masih penuh dengan permohonan..


Selama tiga hari berturut turut mom Ji meminta izin. Tapi tetap hasilnya nihil, tidak dapat izin sama sekali. Akhinya dia memutuskan untuk demo dan tidak ingin berbicara dan tidur lagi bersama sang suami.. Dad Ezra yang merasa kehilangan sosok istri selama lebih dua hari ini karna di diami dan tidak di temani tidur. Akhirnya memilih mengalah.


"Kau menang sayang, aku tidak bisa hidup tanpa mu, baru dua hari ini saja aku sudah mau gila. Apalagi jika seterusnya kau marah kepadaku." Ucap Dad Ezra sambil memeluk tubuh mom Ji dari arah belakang.


"Itu artinya kau memberiku izin sayang.?"


"Ya, aku memberimu izin. Tapi dengan syarat kau harus membawa salah satu pelayan kita untuk menemani mu di sana."

__ADS_1


"Makasih sayang."


__ADS_2