
Sepulang pesta pernikahan Mey dan Anzel.. Aurel yang merasa sangat lelah langsung menuju kamar sang anak di mana tadi Junior lebih cepat pulang dari pesta ibunya karna sudah merasa bosan di sana.. Saat Aurel masuk ke dalam kamar, ia melihat Junior sudah tertidur pulas. Tanpa mengganti baju, Aurel naik dan berbarik di samping Junior lalu memeluknya dan mengusap rambut Junior dengan sangat lembut..
"Mommy." Panggilnya dengan suara has orang bangun.
"Maaf karna mommy membuat mu bangun."
"Tidak apa mom."
"Apa Junior masih marah sama mommy..?"
"Sedikit."
"Maaf sayang, karna belum bisa memberi mu adik. Tapi mommy janji akan berusaha lebih lagi agar adik bisa tumbuh di perut mommy." Ucap Aurel sambil membelai pipi Junior..
Junior hanya tersenyum mendengar ucapan mommy nya..
"Baiklah sayang lanjutkan tidur mu. Mom ingin kembali ke kamar."
"Iya mom"
"Cuupp.." Aurel mengecup seluruh wajah Junior.. "Mommy sangat menyanyangimu sayang."
"Junior juga mom."
🍂🍂🍂🍂🍂
Di kamar pengantin. (Reader please jgn berpikiran aneh aneh)
"Anzel kenapa kau membohongiku.." Tanya Mey.
"Bohong tentang apa.?"
__ADS_1
"Kau bohong, kau bilang ini pesta pertunangan kenapa menjadi pesta pernikahan...?"
"Mey sekarang dan sebulan lagi apa bedanya. Kan hanya harinya saja yang di majukan.. Jadi tidak usah ribut akan hal itu.."
"Iya tapi aku belum siap Anzel.."
"Jadi siapkan lah dirimu dari sekarang.." Ucap Anzel sambil berjalan ke arah Mey..
"Anzel apa yang ingin kamu lakukan.. Mundur.."
Namun Anzel tetap berjalan ke arah Mey, yang mana membuat Mey kembali merasa grogi dan marah sekaligus..
"Stop di situ jangan mendekat."
"Stop Anzel. Stop." Teriak Mey.
"Hey apaan sih pake teriak. Aku hanya mau bantu kamu untu lepas res baju kamu.. Emang kamu kmau tidur pakai gaun itu."
"Jangan berpikir macam macam Mey,. Ingat aku tidak akan meyentuh mu jika kau tidak memintahnya.."
"Baguslah. Karan aku juga tidak akan meminta hal itu.." Ucapnya dengan sombong.. "Cepat lepas releting baju ku."
"Baik nyonya Anzel." Goda Anzel. Sambil melepas res baju Aurel.
"Awas yah jangan tergoda melihat punggung ku Karna aku ngak bakalan minta sama kamu yang itu itu." Ucap Mey.
"Mey bukan baru kali ini aku lihat punggu mu, kita bahkan sering berenang bersama dengan Aurel dan menurutku tubuh mu tidak bisa menggoda iman ku." Ledek Anzel..
"Anzelllll......."
"Apa.? Kau ingin minta itu itu.?"
__ADS_1
"Anzel..." Geram Mey..
"Tidak usah teriak seperti itu.. Res mu sudah ku buka, sana cepat ganti baju mu."
Saat Mey berada di kamar mandi.. Anzel juga melepas baju dan celanan nya. Hingga hanya sebuah boxer yang menutupi daerah bawah nya.. Ia merasa gerah dan ingin segerah mandi, namu Mey begitu lama di dalam sana.. Karna sudah tidak tahan lagi, akhirnya Anzel mengetuk pintu, beberapa saat kemudian Mey yang sudah berpakaian rapi membuka pintu dan mematung melihat tubuh sixpack di depan matanya..
Mey menelan ludahnya secara kasar..
"Kenapa.? Apa kau tergoda dengan tubuhku.?" Tanya Anzel yang membuat Mey sadar akan lamunan nya..
"Haaa yang benar saja. Tidak mungkin aku tergoda." Jawabnya..
Padahal dalam hatinya yang paling dalam ia begitu tergoda dengan tubuh sixpack milik sahabat nya itu upss milik suaminya.. Tapi Mey, memungkiri itu semua, ia tidak ingin mengalah di depan Anzel..
"Tidak usah berbohong, buktinya kau menatap tubuhku sampai liur mu menetes." Ucap Anzel sambil berjalan masuk ke kamar mandi.
Mey langsung menyeka bibirnya dan ternyata Anzel berbohong..
"Anzell......." Teriak nya..
Anzel hanya bisa tertawa di kamar mandi mendengar teriakan dari sahabat nya.
"Sepertinya hidupku akan lebih berwarna karna bersama mu." Gumam Anzel.
"Sepertinya tensiku akan naik setiap harinya jika terus bersama mu." Gumam Mey..
Salam syg untuk kalian semua.🥰🥰
Yang mau kenal lebih dekat dengan otor khilaf ketuk pintu GC yah, di profil otor.🥰🥰
Ouh ya otor ngakak lihat comen kalian yang nanya ttg rasanya bikin adik🤣🤣🤣🤣..
__ADS_1