Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 48


__ADS_3

Kini Mey dan Anzel telah berada di salah satu rumah sakit, untuk memeriksa apakah benar yang Roy katakan jika Mey sedang sakit enak, atau sakit beneran..


Dokter tersenyum ke arah Mey dan Anzel. "Selamat tuan, istri anda sedang hamil. Dan kini usia kandungan nya memasuki minggu ke 6."Ucap Dokter..


"Benarkah itu dok..???" Tanya Anzel tidak percaya..


"Iya tuan. Istri anda sedang mengandung."


"Terima kasih dok. Makasih." Ucap Anzel dengan sangat bahagia nya..


Berbeda dengan Mey, dia justru terdiam mendengar penjelasan dokter bahwa dirinya tengah hamil. Mey tidak menyangka jika hamil ternyata semuda ini.. Tapi dari dalam lubuk hati Mey yang paling dalam, dia merasa sangat sangat bahagia akan berita ini, berita tentang dirinya yang sedang mengandung anak dari seorang pria yang sangat ia cintai..


"Makasih sayang, sudah mau mengandung anak ku." Ucap Anzel sambil memberi ciuma bertubi tubi di wajah sang istri tercinya nya..


"Iya." Ucap Mey singkat.


"Apa pun yang kamu ingin kan, semuanya akan kupenuhi."


"Benarkah itu.?" Tanya Mey dengan mata yang mulai berbinar binar.


"Iya sayang."


"Sungguh.?" Tanya Mey lagi.

__ADS_1


"Iya,."


"Ingat apa pun itu, kau harus janji akan memberikan nya.."


"Iya apa pun itu, asal kau bisa bahagia dan sehat bersama calon bayi kita, aku akan memberikan semuanya."


"Makasih Zel." Ucap Mey sambil tersenyum.. "Ouh yah Zel, bagaimana kalau sekarang kita ke rumah Aurel, ada banyak yang ingin ku ceritakan padanya." Pinta Mey, dan seketika Anzel menepuk jidatnya.


"Astaga aku lupa."Seru Anzel


"Kenapa Zel.?" Tanya Mey,


"Aku lupa memberi kabar ke Dewa jika kamu sidah berada di rumah, dan saat ini sedang berasama dengan ku."


"Yah sudah tidak usah di telpon, lebih baik kita ke sana sekarang." Ucap Mey.


"Ouh dia sudah ku suruh pulang tadi. Aku pusing mendengarnya yang terus saja berbicara,."


"Ouhh."


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Di rumah Aurel.

__ADS_1


Mey dan Anzel yang baru saja tiba langsung di sambut dengan Aurel sang sabahat.. "Mey kau tidak apa apa kan.? Mana mu yang luka dan sakit.?" Tanya Aurel panik karna khawatir.


"Haha, tidak ada yang luka kok. Jadi tidak perlu khawatir Rel."


"Hey, kamu tuh yah. Istri kamu udah di temukan dan kamu tidak mengabariku sama sekali. Tega kamu Zel." Timpal Dewa,


"Maaf, maaf, tadi aku lupa karna terburu buru membawa Mey ke rumah sakit." Jelas Anzel.


"Kamu sakit Mey..?? Di mana .? Apa mu yang luka.?" Lagi lagi Aurel bertanya dengan sangat khawatir..


"Ngak ada yang sakit kok. Lihat aja." Ucap Mey.


"Loh kok bisa.? Terus untuk apa kamu di bawa ke rumah sakit kalau ngak sakit coba.?" Tanya Mey.


Anzel tersenyum dan memengang perut Mey,. "Kata Roy, istriku sedang sakit enak." Ucap Anzel.


"Sakit enak.?" Tanya Dewa merasa heran.


Aurel tersenyum karna sudah mengerti maksud dari ucapan Anzel.. Lalu Aurel mendekat. "Selamat yah Mey, sebentar lagi kamu akan menjadi ibu, sama seperti diriku." Ucap Mey lalu memeluk tubuh Mey..


"Iya Rel.." Ucap Mey.


"Astaga berarti sakit enak itu hamil.? Lah apa hubungan nya coba.?" Tanya Dewa..

__ADS_1


"Ntah lah, tanya sih Roy gi sana. Kalau mau tau hubungan nya." Ucap Anzel.


"Hutttsss kalian jangan berisik. Aku dan Mey mau kedalam dulu, banyak yang ingin ku ajarkan ke Mey soal kehamilan.. Awas yah, kalau kalian sampe bertengkar hanya karna masalah sepeleh." Ucap Aurel lalu berjalan sambil menarik lengan Mey agar mengikutinya..


__ADS_2