Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
65


__ADS_3

Hanya ada keheningan saat ini di dalam mobil yang Dewa, Aurel dan Junior tumpangi.. Tidurnya Junior di perjalanan dari rumah oma nya menuju rumah Dad nya. Membuat keheningan antara Aurel dan Dewa..


Dewa terus saja fokus menyetir melihat ke arah depan.. Sementara Aurel sibuk membelai rambut Junior yang sedang tertidur di pangkuan nya.. Sesekali Dewa melirik Aurel yang diam tanpa kata.. Dewa hanya bisa tersenyum, setidak nya saat ini Aurel sudah ingin bersamanya untuk saat ini.


Aurel yang hafal betul rumahnya Dewa ada di jalan mana, terus saja bertanya dalam hati. Karna jalan yang sekarang mereka lewati jelas berbeda dengan jalan menuju ke rumahnya yang tiga tahun silam. Hanya saja Aurel enggan bertanya akan hal itu.. Dewa yang melihat Aurel, sudah tahu apa yang ada di pikiran istrinya itu. Dan berani membuka suara.


"Maaf sayang. Kita akan menuju ke rumah baru. Junior sendiri yang memilihnya waktu itu." Jelas Dewa. Yang memang ia tidak ingin membawa Aurel ke rumah nya yang dulu. Karna takut jika Aurel tidak akan bisa merasa nyaman..


"Jadi kau dan Junior tinggal di rumah itu.? Bukan... Kalimat Aurel terngantung kala Dewa langsung berucap.


"Ia sayang.. Rumah dulu penuh dengan kenyataan pahit akibat perbuatan ku. Dan aku ingin kita memulainya lagi dari awal. Maka dari itu beberapa hari yang lalu aku mengajak Junior untuk memilih rumah.." Ucap Dewa. Dan setelah itu hanya ada keheningan lagi,. Sampai mobil yang Dewa kendarai telah tiba di depan sebuah rumah yang sangat megah..

__ADS_1


"Kita sudah sampai sayang." Ucap Dewa, lalu mematikan mesin mobilnya.. "Tunggu biar aku yang menggendong Junior."


Dewa turun dari mobil dan berjalan memutarinya, dan membuka pintu mobil, mengambil alih Junior yang ada di pangkuan Aurel.. "Ayo sayang silahkan turun. Dan semoga kau suka dengan rumah baru kita." Ucap Dewa.


Kini Aurel dan Dewa jalan berdampingan masuk ke dalam rumah.. Hingga menaiki anak tangga dan berdiri tepat di depan kamar utama..


"Ini kamar kita sayang, sebaiknya kau masuk dan beristirahat. Aku akan membaringkan Junior ke kamar nya dulu." Ucapnya lalu berjalan meninggalkan Aurel di depan pintu utama.


Saat Dewa membaringkan tubuh Junior di atas ranjang nya, tiba tiba suara pintu kamar Junior terbuka. Dan di buka oleh Aurel..


"Aku akan tidur di sini bersama Junior." Jawab Aurel..

__ADS_1


Dewa yang mengerti akan hal itu hanya bisa tersenyum dan berjalan ke arah Aurel. "Baiklah sayang istirahatlah, aku sangat mencintaimu" Ucap Dewa sambil menggenggap kedua tangan Aurel dan memandang wajah Aurel penuh dengan cinta..


Aurel yang merasa dirinya di pandangai hanya bisa menoleh ke arah Junior, ia tidak ingin bertatapan langsung dengan mata Dewa..


"Terima kasih atas semua nya sayang. Aku berjanji akan membahagiakan mu dan Junior." Ucap nya lalu mencoba mencium kening Aurel, namum Aurel yang merasa ingin di cium sengera menghindar..


"Maaf." Ucap Aurel.


"Maaf, aku lah yang salah.." Ucap Dewa yang memang merasa sangat bersalah.. "Aku akan sabar menunggumu, istirahat lah."


Lalu Dewa berjalan keluar dari kamar Junior dan menutup rapat pintu kamar Junior. Tapi tak berlalu dari situ.. Dewa hanya bisa duduk di depan pintu kamar Junior sambil menekuk kedua lututnya dan menjambak rambut nya.. "Maafkan aku sayang, yang telah membuat dirimu sangat menderita." Batin nya.. "Aku berjanji akan membuat mu hidup dengan bahagia."

__ADS_1


Sedangkan Aurel, hanya mampu menangis tanpa suara.. Ia tahu betul sifat suaminya. Yang selalu tidur di depan pintu kamar jika mereka tidak saling berbicara..


Maafkan Autor yg kemarin tdk UP.. Di karena kan Autor sakit. Dan skrng pun msh sakit.. Jika Autor mampu mengetik lagi, autor janji akan UP..๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2