Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
60


__ADS_3

Pagi harinya sebelum Aurel terbangun. Dewa lebih dahulu terbangun dan pergi berjalan ke arah dapur. Menyiapakan segala sesuatu untuk sarapan Aurel nantinya.. Saat sedang sibuk Dewa di kagetkan dengan suara pintu kulkas yang tertutup dengan sangat kerasnya..


"Astaga sayang kau membuat ku kaget saja. Tunggu sebentar di meja makan yah, sarapan mu sebentar lagi masak."


"Tidak usah repot repot masak untuk ku. Aku bisa sendiri.."


Dewa hanya tersenyum mendengar ucapan Aurel.. "Tidak masalah, ini tidak membuat ku repot kok."


Tanpa memedulikan Dewa, Aurel berjalan dan mendudukan tubuhnya di kursi.. Beberapa menit kemudian Dewa berjalan ke arah Aurel dan membawa sepiring nasi goreng buatan nya untuk Aurel.. "Silahkan di makan sayang." Ucap Dewa sambil tersenyum ke arah Aurel, lalu duduk tepat di hadapan Aurel..


Aurel yang memang sudah sangat lapar, mengingat dirinya memang belum mengisi perutnya sedari kemarin. Langsung melahap makanan itu, tanpa memedulikan Dewa yang kini tersenyum manis di hadapan nya..


"Terima kasih karna sudah mau memakan sarapat yang ku buat.." Ucap Dewa..


"Dewa kapan kau mengantar ku pulang?, aku ingin kembali bekerja."


"Besok aku mengantar mu. Aku hanya ingin berdua dengan mu lebih lama lagi.."


"Aku pengang kata katamu. Pokoknya besok antar aku pulang.. Jika tidak, maka aku akan menghajarmu sampai habis."


Dewa tersenyum mendengar ucapan istrinya.. Seolah mengingat kembali kenangan beberapa silam. Di mana mereka seperti tom and jerry yang sering saja bertengkar..


"Kenapa kau tersenyum. Aku sedang tidak bercanda dengan ucapan ku.."


"Aku hanya bahagia bisa melihat mu kembali.. Maafkan aku sayang, karna telah melukai mu dulu. Maaf atas perbuatan ku.. Tolong izinkan aku sekali lagi memperjuangkan cinta kita." Ucapnya sambil menggenggam jemari Aurel..


"Tidak semudah itu untuk memaafkan kesalahan yang besar yang telah kau perbuat. Bukan kah sudah ku bilang jika cukup kita sampai di sini saja.."


"Maaf kan aku sayang, tapi kali ini biarkan aku egois sekali saja.. Walaupun kau bilang hanya sampai di sini saja. Tapi aku akan tetap berjuang untuk cinta kita.. Aku tidak ingin kehilangan dirimu untuk yang kedua kalinya. Dan cukup kau diam saja menerima cinta dan perhatian ku.. Aku tidak akan memaksamu untuk membalasku cintaku.. Tapi aku hanya ingin kau menerima saja perlakuan ku."


"Dewa berika ponselku." Ucap Aurel tanpa ingin membahas ucapan Dewa tadi. Lalu Aurel menghempaskan napasnya.. "Dewa berikan ponselku, aku ingin menelpon ibuku."


"Apa kau rindu dengan jagoan kita.?" Tanya Dewa..


"Aa-apa kau sudah tahu.?" tanya Aurel terbata.


Dewa tersenyum. "Ya aku tahu sayang, dan terima kasih karna sudah mecantumkan nama ku di belakang nama jagoan kita."


"Mommy......." Teriak Junior dari arah luar.

__ADS_1


"Dewa berikan ponselku. Lihat lah sekarang karna terlalu rindu, aku sampai mendengar teriakan Junior."


"Mommy...." Panggil Junior, lalu berlarih ke arah mommy nya dan memeluknya erat ..


"Kenapa mommy hanya diam saja.? Apa mommy tidak merindukan ku.?" Tanya Junior dengan wajah cemberut.


"Junior sayang.. Kau kemari sama siapa.?" Tanya Aurel sambil memeluk erat tubuh..


"Tadi ada suruhan nya Daddy yang menjemput Junior dan membawa Junior kesini.. Mom apa Daddy itu orang kaya yah.?" Tanya nya polos, tanpa menoleh ke arah Dewa Daddy nya.


"Kenapa emang sayang.?"


"Mom, rumah oma semuanya sudah full akan mainan yang daddy kirim.. Sampai sampai aku pusing mom mau memainkan yg mana., Ouh yah' mom dimana Daddy ku.? Karna tadi supir bilang, kalau mommy sedang bersama Daddy."


Hhhhhmmmmm.. Dewa berhadem dan membuat Junior menoleh ke arahnya.. "Uncle.!!"


"Hey jagoan, apa kabar.?"


"Baik uncle., Apa yang uncle lakukan di sini. Kenapa uncle bisa bersama dengan mommy ku. Apa uncle mengenal mommy.?"


"Ya jagoan, uncle sangat mengenal mommy mu. Apa kau ingin bermain bersama dengan uncle.?"


"Uncle adalah Daddy mu sayang." Jawab Dewa.


"Dewa apa yang kau katakan." Geram Aurel.


"Apa itu benar mom.?"


"Kau baru tiba sayang, bagaimana perjalanan mu tadi.? Apa kau mual.?" Tanya Aurel mengalihkan pembicaraan anaknya..


"No mommy.. Aku kan jagoan. Mommy aku ingin bermain bersama uncle boleh yah.?"


Belum ada jawaban dari sang mommy, Junior telah berlarih menarik tangan Dad nya dan berlalu meninggalkan mommy nya seorang diri..


"Uncle apa betul kau daddy ku.?"


"Ya sayang,. Maaf karna selama ini Daddy tidak tahu jika kau anak nya Daddy.." Ucap Dewa sambil menggendong Junior dan mengecup seluruh wajah Junior..


"Kenapa Daddy meninggalkan mommy.? Daddy tahu hampir setiap malam aku mendengar mommy menangis.."

__ADS_1


"Masa sih sayang.?"


"Ia uncle,. Mommy itu sangat lucu,. Dia melarangku menangis tapi dia yang sering menangis."


"Maafkan Daddy itu semua karna kesalahan yang Daddy buat sampai membuat mommy mu menangis.. Apa kau ingin memaafkan Daddy mu ini sayang.?"


"No uncle, aku tidak akan memaafkan siapa pun yang membuat mommy bersedih.."


"Maaf" Lirih Dewa. "Daddy tahu, kesalahan Daddy tidak bisa di maafkan."


"Tapi aku mau memaafkan uncle. Asal uncle berjanji akan membuat mommy bahagia.."


"Ya, Daddy berjanji akan membuat mommy bahagia"


...πŸ€πŸ€πŸ€...


Disisi lain. Di sebuah perusahaan seorang pria tengah sibuk menelpon namum sayang, no yang ia ingin hubungi selalu saja berada di luar jangkauan.. " Kenama kau pergi Aurel.? Sudah dua hari inj kau tidak membalas pesan dan memberi kabar.." Ucal Fahmi..


Tok.tok.tok.


"Permisi tuan." Ucap Ardi sekretaris Fahmi.


"Ada apa.?"


"Maaf tuan.. Sepertinya tuan Anzel membatalkan kontrak kerja bersama dengan perusahaan kita. Dan semua investor yang bekerja sama dengan tuan Anzel juga ikut membatalkan kontrak kerja nya tuan."


"Apa...??? Kenapa bisa seperti itu.? Cepat hubungi sekretarisnya dan katakan padanya jika aku ingin bertemu dengan Anzel."


" Maaf tuan, sudah berapa kali saya mencoba menghubunginya, namun semua nya percuma. Tuan Anzel tidak ingin bertemu dengan kita tuan. Bahkan tadi orang suruhan saya di usir dari kantor nya tuan."


"Brengsek.." Teriak Fahmi sambil menggebrak mejanya..


"Maaf tuan. Tapi masih ada satu cara agar kita bisa bertemu tuan Anzel.."


"Apa itu cepat katakan?"


"Nona Aurel. Dia sahabat Anzel dan sepertinya hanya dia yang bisa menolong tuan untuk saat ini.."


Stooppp... Jangan ada yang sotoy dengan kehidupan Aurel..🀭🀭🀭 Di larang keras menerka nerka untuk kedepan nyaπŸ˜‚βœŒ..

__ADS_1


Salam syg untuk kalian semua πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2