
Malam hari nya Mey nampak begitu gelisah, karna hingga saat ini, Anzel belum juga pulang, dan no ponselnya pun sudah tidak aktif lagi.. Berkali kali Mey mencoba menghubungi, namun tetap tidak tembus. Hingga Mey, mencoba menghubungi Roy, asisten Anzel sekaligus mata mata Mey..
Tak menunggu waktu lama, akhirnya panggilan pun terhubung, dan Roy langsung menerima panggilan tersebut..
"Halo nyonya, ada apa..?? Ada yang bisa saya bantu..?" Tanya Roy di seberang sana..
"Roy, saat ini kau sedang berada di mana.??" Jawab Mey, dengan pertanyaan..
"Saya sedang berada di rumah nyonya.. Apa ada hal penting nyonya.?"
"Dirumah..??? Itu artinya Roy, sudah pulang kerja.? Lalu di mana Anzel.?" Batin Mey..
"Nyonya, nyonya, apa nyonya pingsan di sana..??? Tanya Roy dengan polosnya, membuat Mey tersadar dari lamunan nya..
"Roy, jam berapa kamu pulang tadi..??"
"Hhmm, itu nyonya kalau tidak salah jam setengah lima sore." Jawab Roy..
"Terus, apa kamu tidak pulang bersama dengan suamiku..?" Tanya Mey lagi..
"Ouh itu nyonya, tuan pulang lebih awal tadi. Kalau tidak salah, tuan pulang pukul 15.20 nyonya.."Jelas Roy membuat Mey kembali gelisah..
"Apa sebelum pulang di bilang sesuatu..?? Atau apakah dia bilang jika ingin ke suatu tempat.?" Tanya Mey kembali..
"Tidak nyonya.. Tapi tuan hanya berpesan tadi. Pesan tuan, (Roy, jika ada yang mencariku, bilang saja aku sibuk.) Itu nyonya pesan dari tuan." Jelas Roy..
"Setelah itu, apa tidak ada lagi Roy..?" Tanya Mey kembali..
__ADS_1
"Tidak ada nyonya.. Setelah itu tuan langsung pergi.. Tunggu dulu nyonya, apa tuan belum pulang..???" Tanya Roy, yang mulai kepo..
"Tidak mungkin aku menelpon mu, kalau suamiku sudah pulang.. Sudahlah, berbicara dengan mu membuat ku tambah pusing saja.." Ucap Mey lalu mematikan sambungan nya..
Tut,tut,tut .. Bunyi suara panggilan terputus..
Mey berjalan mondar mandir seperti sebuah strika, membuat bibi yang melihat nya, hanya bisa menggelengkan kepala.. Bagaimana tidak, kini sudah pukul 11 malam, dan hingga saat ini Mey masih setia menunggu sang suami di depan pintu rumah..
"Nyonya, udara malam semakin dingin, sebaiknya nyonya masuk dulu.." Ucap bibi sopan..
"Tidak bi. Aku akan di sini menunggu hingga suamiku pulang." Ucap Mey..
"Tapi nyonya, nanti nyonya bisa sakit jika seperti ini.. Apalagi nyonya belum makan malam sama sekali.."
"Tidak bi. Aku baik baik saja.. Dan aku juga belum lapar.."
"Makasih bi." Ucap Mey sopan sambil tersenyum.."
πππππππ
Di dalam sebuah club malam di ruangan vip, telah duduk manis Anzel dan Dewa, di temani oleh wanita wanita penghibur.. Mereka berdua yang memang belum pernah merasakan berdekatan dengan wanita seperti ini, menjadi merasa risih.. Terlebih dengan Dewa, jujur ia takut jika rencana ini sampai ke telinga istrinya, ia takut jika sang istri sampai marah, dan meninggalkan dirinya.. Dan untuk Anzel, jujur ia sangat geli saat ini, melihat wanita yang ada di hadapan nya kini sedang berpakaian minim, seperti tarzan..
"Dewa, seperti nya ini ide yang salah.." Teriak Anzel. Dan Dewa pun langsung menjawab..
"Iya Anzel seperti nya memang ini ide yang salah.. Tapi demi menjebol itu, aku siap membantu mu." Ucap Dewa, lalu meraih ponselnya dan memotret Anzel yang ada di hadapan nya.. "Anzel, okey, aku sudah mendapat fotomu, yang langsung bersenang senang dengan dua wanita sekaligus.." Ucap Dewa sambil tertawa..
"Enak saja kamu bilang bersenang senang, mana ada, justru aku menderita tau." Ucap Anzel lalu berdiri dari duduk nya, membuat wanita yang duduk di atas pangkuan nya terjatuh, tersungkur ke lantai..
__ADS_1
"Auuuuhhhh, aduh sakit." Ucap salah seorang wanita..
"Keluar dari sini sekarang juga,." Bentak Dewa kepada dua wanita tarzan menurut Anzel..
"Tapi tuan, bukan kah kita belum memulai permainan panas kita.."
"Hahahahahah." Dewa dan Anzel serentak tertawa..
"Istriku lebih dari segalanya,. Dia tidak ada bandingan nya sama sekali." Ucap Dewa penuh dengan bangga..
"Justru istriku lebih dari segalanya, dia bahkan bisa meratakan perusahaan ku." Ucap Anzel dengan bangga..
Membuat kedua wanita yang berada di ruangan itu saling terdiam dan menatap.. "Sepertinya mereka sedang tidak waras, atau mereka tidak punya modal untuk bermain bersama kita." Ucap salah satu wanita,..
Okeeee fix, khilaf ka lagi ini bah. Karna se baca komen ta semua,, yang berdoa minta agar khilaf ka lagiπ π π π (Bahasa asli ku sehari hari.)
Semoga syuka yah,, next eps bakalan dibahas ttg Anzel dan Mey itu ituπ, yah pasti pada nunggu kan, Autor hebat kan bisa nebak isi otak kotor kalianπ π π βββ..
Salam sayang untuk kalian semua π₯°π₯°π₯°
lupa mampir ke karya/ novel baru ku..
..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...
Siapkan mental dan siapkan tisu, jika ingin membaca novel ku. "MENIKAHI PRIA KEJAM".
Yang punya riwayat jantung jgn coba" baca.π π π
__ADS_1
Canda kokπ€π€π€ββββ