
Pagi hari nya, Mey terbangun dengan wajah yang begitu segar,. Mey menoleh kearah samping, di lihat nya wajah sang suami yang masih tertidur pulas,. Mey tersenyum, sambil mengusap lembut pipi Anzel.. Anzel yang merasakan sesuatu menyentuh pipinya, langsung mengerjapkan matanya secara perlahan,.. "Cantik." Ucap Anzel kala membuka matanya, dan dilihat nya sang istri yang sedang tersenyum..
"Maaf.." Ucap Mey dengan lembut..
"Tidak usah minta maaf,. Itu bukan salah mu." Ucap Anzel sambil tersenyum..
"Aku juga ngak tau, kalau bakalan kedatangan tamu secepat ini.."
"Tamu..??? Dimana tamu nya,.?."
"Anzel, bukan tamu sungguhan,. Tapi yang tadi malam itu loh, yang buat kamu batal menjebol gawang ku." Ucap Mey tanpa malunya..
"Ouh itu yah.. Hahahah kok aku ngak konek sih.. Tapi ngak pa'pa kok. Aku bisa sabar menunggu sampai tamu itu pergi."
"Makasih, dan maaf sekali lagi." Ucap Mey tulus, dan Anzel membawa tubuh Mey ke dalam pelukan nya., Di dekapnya penuh dengan kelembutan..
"Jangan meminta maaf lagi. Itu kan bukan salah mu.." Ucap Anzel sambil mencium pucuk kepala Mey..
"Makasih, kalau begitu aku bangun dulu. Aku ingin menyiapkan sarapan untuk mu." Ucap Mey, membuat Anzel langsung menelan saliva nya secara kasar..
Anzel langsung membayangkan, sarapan kali ini dengan garam yang begitu banyak di dalam nasi goreng nya..
"Tapi Mey.. Aku kan sudah bilang jangan......"
"Iya aku tahu kok, aku cuman mau ke bawa melihat bibi membuat sarapan, biar aku bisa cepat pintar juga.." Ucap Mey..
"Tidak usah, kamu di sini saja, temani aku.."
"Anzel.." Panggil Mey, yang masih setia berada di pelukan Anzel..
"Hhmmm."
"Aku membaca tulisan mu di sebuah kertas.. Sejak kapan..??? Sejak kapan kau mencintai ku Anzel.?"
"Aku tidak tahu sejak kapan aku mencintai mu. Yang aku tahu, aku merasa bahagia jika melihat mu bahagia, dan aku merasa sedih jika melihat mu bersedih." Jelas Anzel.
"Jadi ini alasan mu menikahi ku..?"
__ADS_1
"Ya, karna aku mencintai mu, dan aku tidak ingin kau di miliki oleh pria lain." Ucap Anzel sambil mengusap pucuk kepala Mey.. "Kau tahu Mey, dulu saat kau selalu meminta black card ku.. Aku selalu memberimu tanpa syarat, karna aku sangat mencitaimu, aku tidak peduli, kau berbelanja ini dan itu, yang aku tahu, aku bahagia melihat mu bahagia, itu sudah cukup berarti bagiku."
"Terima kasih." Jawab Mey.. " Tapi Anzel, kenapa dulu kau tidak mengatakan jika kau menyukai ku.?" Tanya Mey sambil mengangkat kepalanya melihat ke wajah Anzel..
"Karna aku takut. Takut jika kau tidak suka itu, takut jika kau berhenti menjadi sahabat ku, jika aku berterus terang pada saat itu.."
"Tapi bagaimana jika seandainya, ada pria lain saat itu yang mendekati ku. Saat ini kita pasti tidak akan mungkin bersama."
"Tidak mungkin ada pria yang berani mendekati perempuan seperti dirimu.."
"Maksudmu..???"
"Kau perempuan spesial, jelmaan hulk versi wanita,. Jadi tidak ada pria lain di luar sana yang akan berani mendekat padamu." Ucap Anzel sambil tertawa..
Platakkkkkkk.. Mey menjitak kepala Anzel..
"Auuuhhh." Ringis Anzel.
"Mulai sekarang jangan macam macam di luar sana, karna kau sendiri yang bilang jika aku hulk, dan aku akan menghancurkan mu, jika kau berani macam macam." Ancam Mey, lalu bangun dari tidurnya..
Flashback
"Apa kau tidak ingin.??" Tanya Mey., Lalu Anzel tersenyum, dan mendekat ke arah Mey.
Cupppp.. Satu ciuman singkat mendarat di bibir Mey, membuat tangan Mey refleks menyetuh bibirnya..
"Manis." Ucap Anzel.. Lalu Anzel menganggakat tubuh Mey dengan lembut, dan membaringkan Mey di atas tempat tidur..
Kini posisi mereka saling berhadapan. Mey berada di bawah, dan Anzel berada di atas Mey..
Mereka berdua saling memandang satu sama lainnya, hingga membuat Mey, malu dan menileh ke arah kiri, menyembunyikan wajahnya yang kini seudah seperti kepiting rebus..
"Kau siap.?" Tanya Anzel, dengan lembut dan Mey memganggukkan kepalanya, menandakan ia..
Kini Anzel menciu*m lembut bibi*r Mey, ciuman yang awalanya lembut, kini berubah, menuntun menjadi lebih panas, dan panas.. Mey yang berada di bawa Anzel hanya bisa menggeliat merasakan sensari yang baru pertama kali ia rasakan..
Ciuma*n Anzel turun sedikit demi sedikit, hingha kini tiba di lehel jenjang milik Mey,. Tangan Anzel pun kini sudah memulai aksinya, memengang kedua gunung kembar milik Mey, dan memainkan antena nya disana.. Mey terus saja menggeliat di bawa saja,. Hingga Mey merasa ada sesuatu yang basah di area miliknya..
__ADS_1
"Anzel stop." Ucap Mey,.
"Hhhmmm" Jawab Anzel yang masih setia bermain main..
"Anzel stop." Ucap Mey kembali, membuat Anzel berhenti lalu menatap wajah Mey..
"Ada apa..?" Tanya Anzel..
"Sepertinya aku sedang basah." Ucap Mey membuat Anzel tersenyum.. Anzel berpikir jika itu......????
"Itu bagus Mey,. Jadi kita bisa lebih mudah untuk memasuki gawang mu."
"Maksud mu..??? Tunggu dulu Anzel biar aku cek dulu." Ucap Mey lalu berdiri dari tidurnya..
"Maksud ku, biar mulus jalannya Mey.." Ucap Anzel, namun Mey tetap saja berjalan menuju kamar mandi..
"Anzel........" Teriak Mey dari dalam kamar mandi membuat Anzel panik..
"Ada apa." Tanya Anzel.
"Tolong, ambilkan pembalut ku. Di sana." Ucap Mey sambil menunjuk ke arah tempat ia menyimpan pembalutnya..
Seketika Anzel membulatkan matanya nya, tidak percaya jika menjebol gawang ternyata sesusah ini..
Hahahahahahhahahah, Kalian pasti pada marah deh sama otor.. Maaf yeeee,๐ ๐ โโ๐โโ๏ธ๐โโ๏ธ
Semoga kalian syuka yahhh,..Jgn minta Up lagi ini udah 2 eps ku sambung jadi 1..
Maaf jika otor lambat Up, di karenakan otor lagi kurang enak badan๐๐..
Jangan lupa like dan komen yah, kesanyangan autor semua๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ..
Dan jangan lupa mampir ke karya ku yang lainnya..
...POLISI AROGAN SUAMI KU (kisah cinta orang tua Dewa)...
...MENIKAHI PRIA KEJAM....
__ADS_1
Siapkan tisu jika ingin membaca nya..