AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
NAMA NAMA UNTUK BABY TWINS


__ADS_3

Pukul 13.00 WIB Arya meminta pendapat dari istrinya, mertuanya dan kedua orangtuanya untuk memilih dua nama anak anaknya karena Arya agak bingung.


Nama nama untuk putranya :


* Sulthan Raffasa Al Farezi.


*Azzam Aulian putra.


*Atha Rayhan Shakeil.


Nama nama untuk putrinya :


*Deena Hilya Nurul Azkia.


*Azka Hafsah Al Hanun.


*Hani Ulwa Aufi.


Setiap orang memiliki pilihan yang berbeda. Maka dari itu Arya menulis di lembar kertas dan di plintirnya seperti kertas arisan. Ada dua kotak. Yang satu untuk putrinya dan satu kotak lagi nama untuk putranya.


Setelah di kocok kocok seperti arisan kertas yang terjatuh berisi nama Azka Hafsah Al Hanun untuk nama Baby Girl yang memiliki arti yang terhormat, pemberani dan penuh kasih sayang.


Untuk nama Baby Boy adalah Sulthan Raffasa Al Farezi yang memiliki arti anak laki laki yang berkedudukan tinggi, berkuasa dan selalu semangat dalam bekerja.


****


Senja hari Abah dan Arya di kejutkan dengan kehadiran Iqbal yang turun dengan mobil Lamborghini Aventador LP720 di halaman rumahnya. Iqbal membukakan pintu belakang mobil untuk Alena.


Dan mobil pick up yang menurunkan sepeda motor matic yang Alena kendarai ringsek di bagian depan.


Alena berjalan menunduk dengan jemari tangan yang bertautan dia melangkah bersisian dengan Iqbal dan Zian yang selalu setia di sampingnya.


"Nak Iqbal kenapa Alena bisa pulang bersamamu?" Tanya Abah. Dan Arya dengan pandangannya yang tak suka. Alena terus berjalan memasuki rumah.


"Alena" Abah memanggil. Langkah Alena terhenti.


"Saya minta maaf Abah, karena tidak hati hati saya menyerempet motor Alena. Dan saya akan mengganti semua kerugiannya." Tutur Iqbal sopan. Alena menghela nafas berat dan memejamkan mata mendengar ucapan Iqbal.


Arya melihat mobil sport milik Iqbal, Arya tahu bukan Iqbal yang menabrak motor Alena tapi Alena lah yang menabrak mobil Iqbal karena kerusakan mobil Iqbal di belakang bagian samping.


Tiba-tiba Abah memeluk Iqbal, beliau kasihan dan merasa bersalah pada Iqbal. Abah menyuruh Iqbal berjuang mati matian untuk menikahi Alyn tapi Abah malah menikahkan Alyn dengan Arya.


"Abah minta maaf untuk semua kesalahan Abah."

__ADS_1


"Saya juga minta maaf jika saya memiliki salah. Kalau begitu saya pamit pulang." Ucap Iqbal. Sebenarnya Abah ingin meminta Iqbal menghadiri acara Aqiqah nanti malam, tapi tak enak hati pada menantunya karena menantunya yang memiliki hajat acara Aqiqah, terlebih lagi Iqbal adalah mantan kekasih Alyn.


"Jangan pulang dulu, sebentar lagi acara Aqiqah untuk anak anakku di mulai." Ucap Arya, yang ingin mengakhiri permusuhan.


"Anak anak?..."


"Iya. Anak kami kembar, satu laki laki dan yang satu lagi perempuan."


"Abah maaf saya ingin bicara berdua dengan Iqbal... Apa boleh?" Ucap Arya dengan rasa tak enak hati karena secara tidak langsung sudah meminta Abah pergi.


"Boleh nak. Abah juga perlu bicara dengan Alena." Ucap Abah kemudian membawa Alena masuk rumah.


***


"Kenapa kau berbohong? Tentang Alena yang menabrak mobilmu." Tanya Arya yang duduk di teras rumahnya.


"Alena sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Aku tidak ingin dia berada dalam masalah."


"Kerusakan mobilmu sangat parah, aku akan mengganti kerugianmu."


"Itu tidak perlu."


"Aku tetap akan mengirimkan biaya perbaikan ke rekeningmu."


"Terserah kau." Iqbal menjawab semua pertanyaan Arya sesantai mungkin.


"Aku tau."


"Aku berharap kau juga bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri." Ucap Arya yang tau dari Alyn bahwa Iqbal adalah lelaki yang setia namun tanpa ia sadari hatinya mendua.


"Zain."


"Iya tuan." Zain meletakkan kantung tas yang berisi mainan gantung untuk bayi.


"Sebelum kemari, Kami membelinya. Tuan Iqbal sendiri yang memilihnya." Iqbal memalingkan muka karena malu Zain menjabarkan semuanya.


"Maaf aku tidak tahu kalau bayimu kembar. Alena hanya mengatakan bayimu perempuan."


Iqbal memberikan gelang kaki kecil yang lucu pada Arya. Tapi Arya tidak menerimanya.


"Kau pasangkan sendiri pada putriku."


"Aku rasa itu tidak perlu." Iqbal bangkit tapi tangannya Arya tahan.

__ADS_1


"Tunggu sebentar." Ucapan Arya membuat Iqbal duduk kembali. Arya menelepon Alyn agar dia keluar teras dan membawa Baby Girl. Alyn sangat senang mendengar kedatangan Iqbal, laki laki baik walau terlihat dingin tapi hatinya bersahabat.


"Mas Iqbal." Alyn tersenyum ramah melihat Iqbal. Ingin sekali rasanya Arya membungkam bibir ranum Alyn karena sembarangan tersenyum pada sang mantan.


Arya mengambil bayinya dari gendongan Alyn.


"Pasangkan Sendiri." Ucap Arya. .


"Mas..." Alyn menatap Arya dengan pikiran bertanya, Alyn sendiri heran biasanya Arya sangat sensitif dengan apapun yang berhubungan dengan Iqbal. Dan Arya pun mengangguk. Iqbal memasangkan gelang kaki ke kaki Baby Girl.


"Bayimu cantik." Iqbal membelai pipi mulus itu.


"Mirip Papanya." Ucap Arya. Padahal Arya tahu bayinya mirip sekali dengan Alyn. Arya hanya ingin menunjukkan pada Iqbal kalau itu anak dari Arya.


Sebenarnya Iqbal enggan bertemu dengan Alyn, sebab hatinya selalu bergejolak dan tidak tenang tiap melihat Alyn. Hatinya lebih tak karuan lagi saat melihat Rani dan seorang lelaki tampan turun dari satu mobil di depan matanya, tepat di halaman rumah Arya.


Tatapan dingin Iqbal tidak bisa membohongi Arya, bahwa Iqbal sedang cemburu. Arya menepuk-nepuk bahu Iqbal.


"Segera sadari perasaanmu. Sebelum kau kehilangan keduanya dan menyesal untuk kedua kalinya." Ucap Arya. Dan Iqbal menatap Arya tak suka.


"Saya permisi."


***


Dari kejauhan Alyn dan Arya memperhatikan Iqbal dan Rani. Entah apa yang mereka perdebatkan.


"Mas kamu tidak marah mas Iqbal datang kesini?..."


"Marah sih tidak.... Kalau cemburu iya."


"Lalu kenapa kamu malah nyuruh aku nemuin mas Iqbal."


"Aku ingin Iqbal Segera move on. Aku tidak mau ada nama kamu di hati dan pikirannya. Namamu hanya boleh ada di hatiku dan pikiranku. Aku masih tidak bisa tenang kalau dia belum menikah. Aku lebih setuju Rani dengan Iqbal biar Iqbal tidak terus jomblo."


"Hiiisss.... Kamu lebay deh mas..."


Setelah menunggu beberapa saat, Rani terbebas dari Iqbal.


"Selamat ya Buuuuu..... Semoga anak anakmu jadi anak yang Sholeh dan Sholehah."


"Aamiin." Ucap Alyn dan Arya.


"Duh Kenapa mesti repot repot." Ucap Alyn saat Rani memberikan banyak bingkisan untuk Alyn. Dan lelaki yang bersama Rani menjabat tangan Arya lalu mengucapkan selamat.

__ADS_1


****


Selamat menikmati.


__ADS_2