AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
MASA LALU ABI NIZAM


__ADS_3

POV Abi Nizam


Abi Nizam memberikan nasehat panjang lebar pada Arya. Dan Arya menjadi pendengar setia. Setiap kalimat dari Abi, dia cerna dengan baik. Ternyata yang Arya lakukan selama ini salah. Yang ada Arya malah membuat Alyn semakin membencinya.


Arya tidak pernah tertarik dan tidak pernah mendekati wanita karena tragedi yang menimpa saudara kembarnya Arfa, mental Arya terpukul dan dia menutup diri. Suci adalah satu satunya wanita yang terus-terusan dan pantang menyerah mendekati Arya agar bisa mendapatkan hatinya.


Arya sangat bodoh dalam urusan percintaan. Dia butuh kursus cinta untuk menjerat hati wanita.


"Yang harus kamu lakukan adalah jangan mengulangi kesalahan kamu lagi, harus ekstra sabar saat Alyn sedang marah, jangan memaksakan kehendakmu karena itu akan membuat Alyn semakin marah padamu."


"Berikan dia perhatian lebih karena perempuan tidak suka di cueki, berikan dia hadiah karena perempuan itu suka hadiah, terbukalah tentang apapun."


"Jika perempuan marah walau dia diam seribu bahasa saat laki laki membujuk dan merayunya, dia itu lebih senang di rayu dari pada di diamkan. Jika di diamkan dia akan semakin marah."


"Perempuan adalah makhluk paling aneh dan rumit. Mereka itu susah di tebak. Pinter pinter kita sebagai lelaki sajalah menghadapinya."


"Yang lebih ampuh, buat Alyn hamil. Karena jika memiliki anak, perempuan akan berpikir seribu kali untuk bercerai."


"Abi dan Umi akan mengutukmu, jika kalian berpisah hanya karena perempuan seperti Suci. Kami lebih tahu seperti apa Suci daripada kamu. Apapun yang di lakukan Suci, jangan pernah perpaling dari Alyn. Percayalah pada Abi dan Umi. Semua yang kami lakukan adalah yang terbaik untuk kamu."


"Jangan mengulangi kesalahan Abi nak. Dulu Abi hampir meregang nyawa karena pelakor itu. Abi hampir kehilangan kalian berdua. Beruntung kakeknya Alyn menemukan Abi dan menyelamatkan Abi." Tutur Abi panjang lebar menasehati Arya.


"Arya tidak percaya orang seperti Abi bisa berselingkuh." Ucap Arya.


"Abi di jebak nak. Pelakor itu adalah sahabat Umimu. Umi yang mengundangnya untuk tinggal bersama kami karena musibah yang ia alami. Ternyata Umi membawa Ular yang siap mematuk kapanpun."


"Maksudnya Bi?" Tanya Arya.


"Di tengah malam, di tengah guyuran hujan dia datang ke rumah. Dia mengetuk pintu rumah kita pas malam hari. Dengan tubuh yang basah kuyub dan tubuh yang menggigil dia memeluk Umimu. Dia lari dari siksaan ayah angkatnya. Umimu yang tidak tegaan memaksa Abi untuk menerimanya. Padahal Abi sudah melarang."


"Awalnya Abi cuek tapi melihat dia menangis terus menerus lama lama Abi tidak tega, ya Abi perhatiin dia. Terus Abi mulai ada rasa sama dia. Tapi Abi menakan perasaan itu karena Abi sudah nikah. Istriku walau orangnya cerewet dan lebay tapi hatinya seperti berlian. Kalau Abi tak perlu di beri pilihan karena ibarat iklan, Umi Kulsum tetap KECAP NOMER SATU di hati Abi." Arya tersenyum mendengar penuturan Abi Nizam karena lebay ketularan Umi Kulsum.

__ADS_1


"Ok kembali topik. Pas hari libur kerja, Umi ninggalin Abi sama wanita itu. Wanita itu memberi Abi kopi yang di campur dengan obat perangsang. Dan wanita itu terus saja merayu Abi. Abi laki-laki apalagi dalam kondisi di kungkung gairah akhirnya Abi terpancing."


"Beruntung Umi mu datang tepat waktu, karena dompetnya tertinggal dia kembali pulang. Dan memergoki Abi sedang bercumbu dengan pelakor itu."


"Beruntung kami tidak sempat melakukan "Itu" ya "Itu" kamu tahulah maksudnya "Itu" Arya." ujar Abi Nizam menceritakan masa lalunya.


"Kenapa wanita itu tidak memberi Abi kopi sianida saja." Celetuk Arya yang tak terima uminya dikhianati oleh abinya.


"Kalau wanita itu memberi Abi kopi sianida, kamu bisa jadi anak yatim Arya." Ujar Abi.


"Arya tidak terima Abi menyelingkuhi Umi." Ujar Arya.


"Itu kan masa lalu nak, sudah lupakan saja cukup Umi mu saja yang ngedumel pada Abi sepanjang waktu. Kamu nggak usah ikut-ikut. Yang penting sekarang dan nanti."


"Oh ya Arya kenapa trauma mu itu muncul kembali padahal sudah lama dokter menyatakan trauma kamu sudah sembuh total? Apa kamu ada masalah?" Tanya Abi.


"Tidak ada Bi." Jawab Arya singkat.


********


Di depan gerbang rumah besar terparkir mobil berwarna merah dan hadang oleh dua pengawal.


"Tok tok tok tok tok tok." Ketukan di kaca jendela mobil, membuat buat orang yang berada di dalamnya gugup.


"Tok tok tok tok tok tok tok." Ketukan semakin keras dan menuntut, membuat si pengemudi mobil jadi kelimpungan mau kabur tak bisa karena dihadang pengawal di depannya.


Akhirnya kaca jendela dibuka oleh si pengemudi. Dia Memunculkan wajah cantiknya.


"Apa?..." Ketus si pengemudi cantik itu.


Si pengetuk kaca jendela mobil itu membuka paksa pintu mobil.

__ADS_1


"Kau mau apa?..." Tanya wanita itu.


"Geser dudukmu." Jawab pria tampan bertubuh tegap itu.


"Aku tidak mau aku." Wanita itu tetap menolak.


"Geser atau aku paksa?..." Pria itu tetap memaksa.


Pria pengetuk kaca jendela mobil itu membuka paksa sabuk pengaman yang menyilang di tubuh wanita cantik itu. Dan mendorong paksa wanita cantik itu hingga berpindah tempat duduk.


"Dasar preman kampung."Ketus wanita cantik itu.


"Diam kau obat nyamuk." Jawab pria tampan itu.


"Kenapa mengikutiku?..." Tanya pria itu yang mengibas ngibaskan tangannya pada pengawal yang menghadang jalannya mobil yang kini ia tumpangi sebagai kode agar mereka enyah dari hadapannya. Dia mulai mengemudikan mobil milik wanita cantik di sampingnya itu.


"Eh....Aku tidak mengikutimu. Aku kebetulan saja lewat di depan rumahmu." Wanita itu memberi alasan.


"Oh ya!...." Pria itu menaikkan satu alisnya. Dan melihat aneh wanita di sampingnya.


"KEBETULAN kau bilang. Dari kantorku bahkan aku memutari rumahku di komplek ini tiga kali itu juga kebetulan kau mengikutiku atau kebetulan lewat depan rumahku?..." Ujar pria itu membuat wanita di sampingnya kebingungan mau menjawab apa.


"Aku... Aku....Akuuuuu......Aaaawwww....Sakit... IQBAL kenapa kau suka sekali menarik rambutku?..." Pekik wanita itu. Iqbal tersenyum melihat wanita di sampingnya merengut sambil menggosok gosok kepalanya karena Iqbal menarik rambutnya cukup keras.


*******


Author.


Terimakasih ya Readers Atas dukungan kalian semua pada Author yang amatir ini. Jangan lupa tinggalkan like komentar vote favorit karena itu bisa nambah popularitas Authornya.


TERIMAKASIH READERS TANPA KALIAN AKU BUKAN SIAPA-SIAPA. TERIMAKASIH UNTUK LIKE DAN KOMENTAR NYA

__ADS_1


__ADS_2