
Di kampus Rio menghampiri Alena dan meminta maaf pada Alena atas sikapnya yang sudah kurang ajar padanya. Tapi Alena tidak langsung memaafkan Rio karena apa yang di lakukan Rio padanya sangat keterlaluan.
Tapi pada saat Rio menanyakan siapa Suci, di mana dia dan Rio ingin bertanggung jawab padanya. Alena pun mulai merespon.
"Alena aku benar-benar minta maaf. Aku tahu kesalahan ku sangat fatal. Tapi aku mohon beri tahu aku di mana wanita itu berada. Karena aku sudah mencari tahu sendiri keberadaannya tapi aku tidak menemukan jejaknya." Rio bertanya pada Alena yang di temani oleh bodyguardnya.
"Buat apa kamu nanyain dia?..."
"Aku ingin bertanggung jawab dan menikahinya."
"Apa kamu yakin?..."
"Iya.... Papaku sakit keras. Sekarang dia berada di rumah sakit. Dia ingin aku segera menikah. Mungkin jika aku membawa cucu untuknya keadaan akan membaik."
"Baik lah tunggu sebentar."
Kemudian Alena menghubungi Brayen dan meminta Alamat serta no Hp Suci padanya.
Awalnya Brayen menolak untuk memberikan informasi Suci pada Rio tapi karena Rio punya niat baik akhirnya Brayen memberikan nomor dan alamat rumahnya. Karena anak Suci membutuhkan kasih sayang dari seorang Ayah.
Dengan catatan Rio harus benar-benar tobat.
Setelah beberapa hari membujuk Suci akhirnya Suci menerima lamaran dari Rio, awalnya Suci menolak Mengingat riwayat masa lalu Rio sebagai Cassanova, Suci takut Rio akan menghkianatinnya. Tapi Rio tak putus asa, Rio gencar membujuk Suci sebab ada anak di tengah tengah mereka. Rio sangat perhatian pada Suci terutama pada Anaknya. Setiap hari Rio berkunjung ke rumah Suci dan memberikan banyak hadiah dan oleh oleh untuk Suci dan putrinya. Usia Suci dan Rio cuma beda 1 tahun, lebih tua Rio.
Rio memperkenalkan Suci dan putrinya kepada kedua orangtuanya. Kedua orang tua Rio sangat menyukai Suci dan putrinya. Setelah mengetahui kenyataan yang ada, Keesokan hatinya Rio dan Suci di nikahkan.
***
Di Indonesia.
Akhir-akhir ini tubuh Alena sering lelah, di buat kerja sedikit sudah lelah. Tubuh Alena terkadang fit tapi mendadak lemas. Alena sering pusing dadakan, di bawa istirahat sebentar pusingnya langsung hilang.
Tangan Alena sudah gemetaran memegang hasil tes pack yang bergaris dua. Alena sangat bahagia, karena sudah sekian lama menikah akhirnya Alena bisa hamil juga. Kemudian Alena mencuci tes pack tersebut. Alena keluar kamar, dia membungkus tes pack itu ke dalam kado. Brayen pasti bahagia, setelah sekian lama menikah akhirnya mereka baru di karuniai anak sekarang.
Alena pergi untuk memeriksa kandungan ke dokter untuk memastikan dia benar benar hamil atau tidak.
"Selamat nyonya anda hamil. Usia kandungannya sudah menginjak 2 bulan."
Senyum terus mengembang di bibir ranum Alena, tak henti hentinya dia mengucap syukur.
__ADS_1
Malam hari di kamar.
"Alena kenapa kamu Senyum senyum sendiri sejak tadi?..."
"Aku bahagia Bang."
"Apa yang membuat mu bahagia?..."
Kemudian Alena pergi menuju lemari, dia mengambil kado yang sudah di persiapkannya. Alena menghampiri Brayen. Di atas ranjang Alena memberikan Brayen kado.
"Apa ini?..." Ucap Brayen.
"Buka saja. Kado buat Abang. Abang pasti suka."
Kemudian Brayen membuka kadonya Brayen sangat bahagia saat melihat tes pack bergaris dua di dalam kado yang Alena berikan.
"Abang suka kadonya."
"Kamu Hamil."
"Iya..." Ucap Alena sambil mengangguk.
"Beberapa bulan?" Ucap Brayen sambil mengusap usap perut Alena.
"Tadi abis tes pack aku pergi ke dokter untuk memastikan aku hamil beneran atau nggak. Ternyata kata dokter kehamilan ku sudah menginjak usia 2 bulan." Ucap Alena menjelaskan secara detail.
Brayen mencium perut Alena. Kemudian beranjak pergi.
"Abang mau kemana?..."
"Tunggu di sini sebentar." Brayen pergi ke dapur, dia mengupas buah buahan untuk Alena kemudian membawa buah yang sudah di kupas dan di potong kecil kecil ke kamar.
"Ibu hamil harus banyak makan buah biar ibu dan bayinya sehat." Ucap Brayen, Alena semakin bahagia di buatnya. Brayen sangat memanjakan Alena. Lihat saja, kini dia menyuapi Alena.
"Udah Aahh Bang..." Alena mengeluh karena Brayen sangat berlebihan. Kini Brayen malah memijat bahu Alena Setelah buah di piring tandas.
"Sini biar aku yang mijit Abang. Abang pasti capek tadi kerja."
"Ibu hamil tidak boleh capek capek." Sahut Brayen.
__ADS_1
"Abang emang suami is the best. Kalau semua suami di dunia seperti Abang pasti tidak akan ada. istri yang mengeluh." Ucap Alena. Kini Brayen beralih memijat punggung Alena.
"Memangnya aku kenapa?..."
"Abang itu, udah ganteng. Baik, pengertian, perhatian pokoknya banyak deh kelebihan Abang." Brayen hanya tersenyum mendengar celoteh Alena.
***
UNTUK CERITA AKU PATUNG BAGIMU TAMAT SAMPAI DI SINI YA KAKAK
Alyn bahagia bersama Arya.
Brayen bahagia bersama Alena.
Suci bersama Rio.
Ini karya lama saya. Jika berkenan mampir ke juga ke sini.
KISAH ZAIN DAN NADINE berjudul Mr.Arrogant kisahnya bikin baper n lucu....Rugi kalau nggak baca....
Mampir juga di KISAH RANI DAN IQBAL
Judulnya CINTA GADIS OBAT NYAMUK
__ADS_1