AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
PENGUMUMAN NOVEL BARU


__ADS_3

Judul "BALAS DENDAM ISTRI YANG TERSAKITI"



SINOPSIS


Selama 6 tahun aku mengabadikan hidupku pada suami dan keluarganya. Berusaha sabar menghadapi sikap kasar dan semena-mena suami dan keluarganya.


Kenyataannya pengabdianku selama ini sia-sia, di mata suami dan keluarganya, aku tak lebih dari seorang pembantu.


"Amel akan kembali, besok kamu harus keluar dari sini." kata mas Faris. Sakit hatiku sudah tak bisa di bendung lagi, mas Faris sudah keterlaluan.


"Ok, lebih baik ceraikan aku sekarang juga."


Kesabaranku sudah habis, sudah cukup selama ini dia dan keluarganya menguji kesabaranku. Kehadiranku yang tak pernah dia inginkan membuatnya tak mengenal siapa aku yang sebenarnya.


Setelah kami berpisah, aku sudah ada dalam pelukan pria lain. Ketika kami bertemu, Mas Faris menatapku dengan tajam, ia melihat calon penggantinya seolah-olah ingin mengulitinya.


"Rupanya kamu sudah tidak sabar menemukan pria lain setelah kita bercerai." Kata mas Faris.


"Itu urusanku. Aku rasa tidak ada hubungannya denganmu." aku tersenyum menghina.


...----------------...


...----------------...


Ku singkap tirai jendela, langit nampak gelap berkabut. Hujan turun membasahi bumi, menciptakan suara gemericik di genangan air dan di atas genteng. Dedaunan bergesekan mengikuti hembusan angin. Jam menunjukkan pukul 03.30 WIB. Aku bergegas turun untuk mengambil perlengkapan bersih-bersih rumah. Aku mulai membersihkan debu di sela-sela meja dan bupet, mengelapnya hingga mengkilap. Setelah itu aku menyapu, kemudian mengepel lantai hingga mengkilap.


Kepalaku terasa pening, aku kembali ke kamar. Ku rebahkan tubuh lelahku sejenak di atas sofa , untuk melepas penat setelah membereskan rumah. Tak terasa aku malah terlelap.


Suara melengking ibu membuatku terbangun, mataku mengerjap-ngerjap supaya kesadaranku sepenuhnya kembali.


"LUNAAAAA...." ya tuhan, kepalaku masih berdenyut tapi sudah terdengar teriakan mertuaku dari lantai bawah.


"LUNAAAA KAMU TULI YA..."


"IYA BU, SEBENTAR." teriakku agar dia tahu jika aku tidak tuli. Aku segera turun dari sofa, agar beliau tak terus berkicau.


"Dasar pemalas, ini kenapa meja makan kosong. Kenapa nggak masak? Kamu mau membuatku mati kelaparan, hah." hujatan Mama mertua adalah sumpah serapan yang aku terima setiap hari.

__ADS_1


"Aku tidak enak badan. Dan masih harus membereskan rumah." aku hanya bisa membatin, jika tidak maka akan semakin panjang kalimat menyakitkan yang akan ia lontarkan.


"Apes banget Faris nikah sama kamu dasar mantu nggak guna. Udah pemalas, mandul lagi." langkahku terhenti ketika mendengar hinaan mertuaku, kata-katanya sungguh menusuk hatiku. Tak terasa air mataku menetes. Bukan hanya sekali dua kali dia mengatakan itu, kepada para tetangga pun ia suka mengataiku mandul.


Bagaimana aku bisa hamil, jika selama enam tahun ini mas Faris tak pernah menyentuhku. Jangankan menyentuh, menatapku saja dia jijik. Selama 6 tahun ini aku selalu tidur di sofa, berusaha bersabar dan menjadi istri yang baik, patuh dan berbakti pada suami, berharap dia akan membalas cintaku, tapi apa yang kudapat. Di matanya aku tak lebih dari seorang asisten rumah tangga.


Mana bisa aku mengatakan pada semua orang jika mas Faris tak pernah menyentuhku. Itu sangat memalukan.


"MBAK LUNAAAA...." apalagi ini? setelah ibu mertua, sekarang giliran Rosa adik iparku.


"MBAK, BANTU AKU MENYUSUN ISI TAS SEKOLAHKU DONG." teriak Rosa.


Aku menghela nafas berat, aku harus ekstra sabar menjalani hari-hariku. Aku segera turun, Rosa sibuk memakai seragam. Sementara aku membaca satu persatu mata pelajaran sekolah Rosa kemudian memasukkannya ke dalam tas.


"Ini, udah selesai." ku serahkan tas itu pada pemiliknya.


"Yakin, nggak ada yang tertinggal."


"Iya."


"PR ku juga udah di kerjain kan."


Setelah mengurus keperluan Rosa, aku bergegas ke dapur untuk memasak. Beruntung aku tadi sudah memasak nasi, sekarang hanya tinggal memasak lauk dan Sayur. Aku mengambil semua bahan masakan di dalam kulkas. Kemudian aku membersihkan ikan dan meracik bumbu.


Setelah satu jam, semua makanan sudah matang. Aku segera menghidangkan makanan di atas meja supaya tak ibu mertua tak memiliki alasan lagi untuk marah padaku.


Di meja makan aku diam saja, menikmati makananku bersama Mama dan Rosa di meja makan. Berusaha menjaga etika dan sopan santunku di hadapan mertua dan Rosa.


"Cuuiiihhhh, masakan kamu nggak enak. Kamu bisa nggak sih masak yang benar." ibu menggebrak meja. Membuatku terperanjat kaget. "Kalau kamu nggak becus kayak gini, aku bakal nyuruh Faris ngusir kamu keluar dari rumah ini." Mama membentak dan matanya memelototiku.


Aku menghela nafas panjang, menahan sakit hati dan amarah di hatiku. Sepertinya ibu masih belum puas memarahiku. Dengan sengaja selalu mencari-cari kesalahan untuk menjatuhkan mentalku. Aku berusaha sabar, menjaga etika dan sopan santunku di hadapan mertua dan Rosa. Sedih rasanya, entah sampai kapan aku bisa bertahan hidup dengan keluarga seperti ini.


"Kalau ada mbak Amel pasti enak. Dia cantik, pinter, baik lagi. Nggak kayak itu tu." Aku hanya bisa menghela nafas, melihat Rosa menunjuk-nunjuk diriku.


Aku berusaha tak peduli pura-pura tuli dan makan dengan cepat agar bisa cepat pergi dari hadapan mereka.


"Mas Faris perhatian banget sama mbak Amel, maklum lah kan cinta pertama. Setiap hari aja selalu nemenin mbak Amel di rumah di rumah sakit. Bentar lagi mbak Amel balik ke rumah ini. Siap-siap aja deh, untuk pelakor minggat dari rumah ini."


Aku bersikap tenang, seolah tak mendengar apapun. Walaupun hatiku terasa sakit bagai di pecuti, aku tidak mau terlihat lemah di mata mereka. Aku tau Rosa sedang melihatku dan tersenyum mengejek.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan aku segera pergi menuju kamarku. Tak tahan mendengar celoteh mereka.


***


Malam hari ketika aku sedang duduk di depan rumah. Mobil Ferrari putih berhenti di depan pintu, sosok pria bertubuh tinggi tegap, dadanya bidang, hidungnya mancung, matanya tajam, bibirnya kecil namun berisi, rahangnya tegas, wajahnya maskulin. Parasnya yang menawan sudah memikat hatiku sejak pertama kali bertemu. Dialah suamiku, laki-laki pertama yang membuat hatiku berdebar. Tak sengaja mata kami saling bertemu. Tatapannya selalu dingin padaku, aku segera berpaling memutus kontak mata kami.


Aku segera masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan air hangat untuknya mandi seperti biasa.


"Tunggu bentar mas, aku mau siapin air hangat dulu."


"Tidak usah." ucapan ketus mas Faris menahan langkahku. Aku berbalik, menghadap dirinya.


"Kenapa, mas?..."


"Mulai besok Amel akan kembali ke rumah ini. Jadi kau harus keluar dari rumah ini."


Deg, hatiku benar-benar sakit dia memperlakukanku seperti sampah. Padahal selama ini aku selalu berbakti dan patuh padanya. Sudah cukup aku tak tahan lagi. Aku masih punya harga diri.


"Bagaimana kalau aku tidak setuju?"


Mas Faris melangkah mendekatiku, menatapku penuh dengan kebencian lalu mencengkram rahangku. Membuatku meringis kesakitan.


"Memangnya siapa kau? Ingatlah bagaimana liciknya dirimu 6 tahun lalu, menekanku untuk menikahimu. Ini lah yang pantas kau dapat, pernikahan seperti neraka uang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya." Dengan kasar mas Faris melepaskan cengkramannya. Kemudian pergi meninggalkanku. Hatiku hancur melihat wanita yang selalu ada di hati mas Faris akan kembali.


Enam tahun yang lalu Amel mengalami kecelakaan mobil, gadis itu terluka parah, kondisinya kritis. Dia membutuhkan transfusi darah dan aku memanfaatkan keadaanya untuk mendapatkan mas Faris karena golongan darah aku dan Amel sama.


"Aku akan menyelamatkan Amel dengan syarat kamu harus menikahiku." menikah dengan mas Faris adalah tujuan awalku sejak SMA, aku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Aku sangat mencintai mas Faris dan rela melakukan apapun demi mendapatkan cintanya.


***


Terima kasih sudah mau membaca ceritaku.🙏🙏🙏 Tolong jangan lupa tinggalkan like dan komentar di setiap Bab biar saya bisa memperbaiki kekurangan di novel saya.


Jangan lupa juga masukin favorit ya...🥰🥰🥰 Kalau perlu hadiah sebanyak banyaknya.🤭🤭🤭


Udah meluncur 8 episode setelah bersemedi berhari-hari. Aku bukannya malas update tapi lagi mikir jalan cerita sampai kepalaku rasanya ngokos keluar asap🤣🤣🤣


Tolong di komentari tiap bab biar aku bahagia.... Meski cuma kata LANJUT dan NEXS, aku sudah bahagia🤣🤣🤣....


Biar aku setia bertahan di NT.

__ADS_1


Editor NT mohon juga dukungannya, di promosikan dong karyaku...🤣🤣🤣


__ADS_2