
Keesokan paginya Alyn terbangun dari tidur lelapnya ketika subuh.
Alyn membuka mata, tubuhnya terasa berat karena lengan kekar Arya membelit pinggang Alyn.
Tidur dalam posisi seperti ini membuat tubuh Alyn yang sakit semakin sakit. Terasa remuk redam.
Tubuh Alyn terasa remuk redam karena ulah suaminya. Arya benar benar menghukum Alyn semalaman. Apa lagi kini Arya membelit tubuh Alyn dengan posesif. Membuat Alyn tak bisa berkutik.
Kepingan kepingan kejadian semalam bertebaran di kepala Alyn.
Alyn sangat malu membayangkan pengalaman pertamanya bersama Arya. Pergulatan semalam terasa sangat panjang. Arya terus meminta haknya sepanjang malam dan hanya terjeda beberapa menit saja. Membuat Alyn menggila dan lupa diri.
Setelah malam panjang yang mereka lalui bersama, ada perasaan berbeda yang Alyn rasakan. Ada rasa puas dan damai. Ada rasa takut kehilangan ada rasa bahagia yang Alyn rasakan. Yang tak pernah Alyn rasakan sebelumnya.
Pada awal pernikahan, dengan sikap dingin Arya apalagi setelah mengetahui kenyataan bahwa suaminya memiliki wanita simpanan, Alyn tidak menyangka bahwa Arya akan memilih Alyn bahkan sampai pada titik sekarang ini, di mana semalam Arya telah menjadikan Alyn miliknya seutuhnya.
Ini adalah berkat dari doa yang terkabul dan usaha Alyn berbakti kepada suaminya. Usaha Alyn dulu tak menghkianati hasil.
Alyn berharap akan segera tumbuh benih-benih cinta di rahim Alyn. Agar hubungan yang mereka jalin lebih kokoh.
Alyn tak sabar mengemban malaikat kecil yang lucu, yang nantinya akan mendampingi kesendirian Alyn saat Arya bekerja.
Alyn menatap wajah Arya. Kejadian semalam terus berkelebat di ingatan Alyn. Sekarang Alyn tahu setangguh apa Arya di atas ranjang. Arya tidak ada lelah lelahnya.
Alyn jadi ingat ucapannya pada perawat rumah sakit saat memeriksa kondisi kesehatan Alyn.
"Ya kami bercinta setiap malam. Mas Arya bahkan bisa naik 5 kali tiap malam." Ucap Alyn pada perawat kala itu.
Ini yang di sebut ucapan adalah doa, doa yang jadi nyata. Jika tidak salah hitung dalam semalam Arya naik hingga 5 kali.
Jika tiap malam seperti ini, tentu Alyn tidak akan sanggup untuk hidup di dunia lagi. Ini namanya penyiksaan yang nikmat. Eh tidak nikmat, semalam sangat menyakitkan.
Alyn memindahkan tangan Arya dari pinggangnya dengan perlahan karena takut mengganggu tidur suaminya. Walaupun tubuhnya terasa sakit semua namun Alyn memaksakan diri untuk membersihkan diri kemudian menunaikan ibadah seperti biasanya.
Kaki Alyn menjuntai turun dari ranjang berpijak pada lantai. Baru dua langkah Alyn memindahkan kakinya, Alyn sudah kembali duduk di pinggiran tempat tidurnya. Alyn tidak bisa berjalan, rasanya teramat sakit saat melangkahkan kakinya.
Alyn memandangi wajah Arya yang tidur teramat pulas mungkin karena kelelahan, dengan bibir yang sedikit menganga terdengar suara dengkuran halus.
"Enak sekali mas Arya tidur setelah membuat ku tak bisa berjalan." Batin Alyn menggerutu.
Alyn kembali berbaring di samping Arya. Menyusuri setiap bentuk wajah Arya dengan jari telunjuknya. Dari dahi turun ke hidung mancung Arya kemudian berlama-lama di bibir seksi Arya.
__ADS_1
Perlakuan Alyn mengganggu tidur Arya. Arya mencekal tangan Alyn. Kemudian membuka matanya.
"Kenapa? Mau lagi!..." Tanya Arya. Tanpa aba aba Arya kembali menyerang Alyn.
"Jangan mas." Ucap Alyn Menolak.
"Salah sendiri mengganggu tidur ku." Ucap Arya.
"Nggak mau. Lihat jam berapa sekarang! Nanti lewat waktunya subuh." Ucap Alyn.
"Huuuuufffhhh..." Arya menghembuskan nafasnya.
"Kamu kenapa masih tiduran dan tidak membersihkan diri?" Tanya Arya. Alyn terduduk. Bukannya menjawab, Alyn malah menunduk dengan wajah yang bersemu merah.
Alyn sangat malu jika mengatakan yang sejujurnya.
"Kenapa?" Tanya Arya lagi.
"Aku sakit." Jawab Alyn.
"Sakit apa?" Tanya Arya yang terlihat khawatir. Apa karena Arya membuat Alyn begadang semalaman Alyn jadi sakit. Arya menyentuh kening Alyn.
"Mananya yang sakit." Pertanyaan Arya membuat wajah Alyn semakin bersemu merah.
"Mananya yang sakit." Arya bertanya lagi.
"Sakit kalau di buat jalan." Jawab Alyn lirih kemudian Alyn menutup wajahnya dengan selimut. Arya tersenyum melihat tingkah Alyn yang malu malu tapi mau.
Arya turun dari ranjang dan melangkahkan kaki memasuki kamar mandi kemudian mengisi bathtub dengan air.
Kemudian Arya menghampiri Alyn lalu menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya dan membuangnya di lantai.
"Kenapa di tutup? Aku sudah melihat semuanya." Ucap Arya sambil menggendong Alyn dan membawanya menuju kamar mandi.
Arya memasukkan Alyn ke dalam bathtub yang sudah terisi air dan di susul Arya.
"Kamu ngapain mas?" Tanya Alyn yang sudah gusar. Arya tersenyum menyeringai.
"Satu kali lagi.... Janji." Selalu kata itu yang di ucapkan Arya sejak semalam.
"Kamu mau mengirimku ke rumah sakit ya mas." Ujar Alyn cemberut. Suaminya itu sangat keterlaluan, tidak ada pengertiannya sama sekali.
__ADS_1
"Aku cuma mau mandiin kamu."
"Nggak mau, aku bisa sendiri."
Alyn berjalan tertatih tatih menahan rasa perih, membuat Arya tersenyum karena membuat Alyn susah berjalan.
"Jangan marah. Nanti aku belikan salep." Ujar Arya. Tapi Alyn yang kesal tidak mau menjawab.
****
Setelah cahaya pagi mulai terang, Arya mengantar makanan ke kamarnya untuk Alyn.
Alyn menyantap makanan dengan lahap. Karena tenaganya yang sudah terkuras membuat badannya lemas dan lapar. Alyn makan dalam diam. Alyn bekerja terlalu keras semalaman.
"Ini." Ucap Arya menyodorkan salep pada Alyn tapi Alyn tak mau menjawab karena masih kesal pada Arya.
"Apa perlu aku oleskan." Tanya Arya.
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri." Ucap Alyn. Mana mau Alyn di bantu Arya. Yang ada Arya malah meminta jatah lagi.
Ini namanya balas dendam. Setelah sekian lama menunggu, Arya menuntaskan dahaga yang dulu dia tahan sekaligus pada Alyn.
Melihat Arya yang memakai baju bebas membuat Alyn jadi takut. Apakah Arya tidak bekerja hari ini? Berduaan dengan Arya dalam keadaan seperti ini sungguh menakutkan.
Jika Arya merongrong meminta jatah pada Alyn sepanjang hari ini. Yang ada Alyn akan terbaring di rumah sakit.
"Kamu nggak kerja mas?..." Tanya Alyn.
"Kerja." Jawab Arya singkat.
"Kok pakai baju bebas?" Tanya Alyn.
"Aku mau ke rumah Suci."
" Deg." Jantung Alyn selalu berdenyut nyeri tiap mendengar nama itu.
"Ngapain?" Tanya Alyn yang mulai curiga. Melihat reaksi Alyn, Arya memegang kepala Alyn kemudian mencium keningnya.
"Mau meluruskan segalanya, agar dia tidak lagi mengganggu rumah tangga kita. Setelah itu aku langsung terjun ke lapangan langsung untuk melihat lahan yang nantinya akan di bangun anak cabang dari salah satu usaha yang aku kelola." Jawab Arya.
"Apa kamu sendirian menemui Suci?"
__ADS_1