
Brayen mondar-mandir kesana-kemari, dia masih ragu untuk mengirimkan kata "Hy..." Pada Alena, saat Brayen berbalik lagi dia malah menubruk tubuh Arya hingga hp-nya terjatuh ke atas karpet.
Brayen langsung meraih hp-nya yang terjatuh.
"Kau kenapa seperti cacing kepanasan mondar-mandir kesana kemari?" Ucap Arya sambil berjalan ke arah ranjang, disusul Brayen yang kemudian meletakkan hp-nya di atas nakas. Kemudian Brayen merebahkan tubuhnya di sisi Arya yang duduk.
"Bukan urusanmu."
"Ya elah....ketus amat yang lagi galau."
"Aku tidak sedang galau."
"Heemmm... Tidak galau tapi matanya bengkak Seperti gadis sedang patah hati." Arya malah tersenyum mengejek.
"Kenapa kau datang kemari? Bukankah semenjak Istrimu hamil kau jarang sekali kemari. Angin apa yang membawamu kemari?..."
"Mohon pengertiannya. Anak dan Istriku lebih membutuhkan ku. Kenapa kau memulangkan Alena ke Kampung Nelayan?..."
"Itu juga bukan urusanmu."
"Jika kau terus seperti ini pernikahanmu tidak akan ada perkembangan. Yang ada kalian berdua akan saling menyakiti. Katakan sesuatu mungkin aku bisa membantu."
"Aku bisa mengurus rumah tangga kau sendiri."
"Hahahaha rumah tangga apa yang kau maksud?... Sikapmu yang kaku seperti kanebo kering membuat Alena jengah dan lari darimu...."
"Alena itu adalah istrimu, tidak ada salahnya jika kau terbuka padanya. Dia bukan wanita genit yang suka menggoda mu. Dia masih kekanak-kanakan, dia itu masih labil, kau yang lebih dewasa harusnya mengayomi dan jangan mengulangi kesalahanku yang dulu, karena tidak terbuka, aku hampir kehilangan Alyn."
"Alena mengatakan pada Alyn bahwa sebenarnya dia mulai merasa nyaman dengan mu. Dan dia cemburu melihat mu dengan Suci. Aku yakin dia sudah ada rasa padamu. Dia bersikap acuh tak acuh padamu seperti itu karena dia tidak mengetahui isi hatimu." Arya menjelaskan dengan tulus karena tidak ingin rumah tangga Brayen dan Alena kandas begitu saja.
Brayen tercengang mendengar perkataan Arya. Dia masih tak percaya. "Mana mungkin Alena mencintaiku dan merasa nyaman dengan ku?..."
Melihat Brayen yang lengah dan melihat HP Brayen tergeletak di atas nakas, Arya langsung mengambil dan berlari menjauhi Brayen.
Brayen yang menyadari bahwa hp-nya sudah dicuri Arya mengejar Arya.
"Arya kembalikan HP ku. Kau mau kuhajar ya?" Brayen terus mengajar Arya.
"Buka pintu, buka pintu, buka pintu, buka pintu." Arya berteriak pada Khasanuci yang berdiri di depan ruang kerja Brayen hendak menutup pintu kamar itu. Melihat Arya berlari ke arahnya, Khasanuci membuka pintu itu lebar-lebar untuk Arya dan langsung menutup pintu saat Brayen sudah mendekat dan menguncinya dari dalam.
"Tahan pintunya." Ucap Arya.
"Dooor Dooor Dooor Dooor Dooor... Buka pintunya Ci." Brayen mengedor gedor pintu dengan keras. Khasanuci menahan pintu dari dalam.
"Khasanuci ayo cepat buka pintunya Ci. Khasanuci kau bekerja untuk siapa?... Cepat buka pintunya?..." Ucap Brayen.
Arya membuka hp milik brayen, melihat isi yang berinisial istriku, hanya ada kata "Hy." Tapi belum dikirim.
"Apa yang akan Anda lakukan?" Khasanuci bertanya sambil terus menahan pintu.
"Mengirim pesan untuk istri Bos mu." Jawab Arya.
"Cepat lakukan, sebelum pintu ini benar-benar ambruk oleh Tuan Brayen." Ucap Khasanuci sambil menahan pintu yang sejak tadi didobrak oleh Brayen.
"Iya ini sudah dilakukan." Jawab Arya.
__ADS_1
"Alena Aku sangat merindukanmu. Apakah kau juga merindukanku?..." Chat yang di ketik Oleh Arya.
Arya diam sejenak, dia melihat tanda centang warna hijau pertanda Alena sudah membaca chat itu.
"Bagaimana Tuan." Ucap Khasanuci.
"Sudah di baca tapi belum di balas." Jawab Arya.
"Sialan kalian berdua. Apa yang kalian lakukan pada Hp ku?... Awas jika kalian mengirimkan pesan yang tidak-tidak pada istriku." Brayen berteriak sambil menggedor-gedor pintu ruang kerjanya. Tapi Khasanuci dan Arya seperti orang tuli tak peduli teriakan dari Brayen.
"Coba kirim chat lagi Tuan."Usul Khasanuci.
"Iya." Jawab Arya.
"Door Dooor Dooor Dooor...Ayo cepat keluar. Cepat buka pintunya...Kalian berdua mau ku hajar ya."
"Alena sebenarnya kamu sudah mencuri hatiku." chat dari Arya lagi.
"Sama saja dibaca tapi tidak dibalas." Ucap Arya.
"Coba kirim lagi Tuan. Kata-kata yang lain yang lebih ekstrim. Siapa tahu dibalas." Ucap Khasanuci
"Seperti apa maksudmu?..." Arya bertanya, Sedangkan Brayen menguping dengan meletakkan telinganya di daun pintu.
"Aku ingin mimik susumu Alena..." Ucap Khasanuci. Arya menghentikan tangannya saat hendak mengetiknya. Arya langsung menendang kaki Khasanuci.
"Woy woy woy....Kalian jangan macam-macam....Jangan kirim kata kata yang menjijikkan Seperti itu. Aku sangat malu. Bagaimana jika Alena menolakku. Mukaku mau di taruh di mana?"
"Di bokong." Jawab asisten setia Brayen yang tidak ada akhlak itu membantin.
"Sial kau, dia adik iparku. Bagaimana jika istriku tahu aku mengirim chat seperti itu pada adiknya. Aku pasti akan di cekik. Aku tidak bisa membayangkan mengetiknya."
"Ini." Arya menyodorkan hp-nya pada Khasanuci. Menahan pintu menggantikan posisi Khasanuci. Kemudian Khasanuci mengetik chat untuk Alena.
"Aku ingin mimik susumu Alena..." Chat di kirim.
"Abang, aku juga rindu sama Abang tapi Susu Apa yang dimaksud Abang?" Khasanuci membacakan chat dari Alena.
"Abang.... Hahahahaha panggilan yang lucu. Sejak kapan panggilan Om berubah jadi Abang." Arya menertawakan Brayen.
"Iya, jadi ingat laguku di masa kecil." Ucap Khasanuci.
"APA?"
"Bang bang Tut jendelo Lawang." Khasanuci bernyanyi.
"Hahahaha siapa mau kentut ditembak raja tua." Di lanjutkan oleh Arya. Brayen semakin kesal mendengar mereka bernyanyi.
"Hahahahahahaha..."
"Sudah sudah mana Hpnya." Ucap Arya.
"Saat nanti aku menjemputmu di Kampung Nelayan kau harus pakai baju yang seksi di kamar. Dandan yang cantik. Kita akan melakukan malam pertama di sana." Arya mengirim chat itu.
"Lakukan tugas mu sebagai seorang istri. Ganjaran besar kalau istri minta jatah duluan. Biar suami nggak jajan sembarangan."Arya mengirim pesan lagi.
__ADS_1
"Tuan Apa yang anda kirim."
"Ini." Arya menunjukkan isi chat itu. Lalu menghampus sebagian pesannya yang membahas tentang hubungan intim.
"Hahahaha Tuan Brayen impoten tuan tidak pernah bermain wanita, di jamin Ori."
"Hahahaha kau benar." Sahut Arya.
"Sial kau Ci...Ku potong gajimu selama 1 bulan baru tahu rasa." Sahut Brayen dari luar.
"Tuan saya rasa sudah cukup. Waktunya untuk saya kabur." Khasanuci langsung berlari ke arah jendela. "Tuan Arya tolong katakan pada Tuan Brayen Saya cuti selama 2 Minggu. Ada urusan keluarga."
"Ok siap." Arya mengacungkan jempol.
***
Alena panas dingin membaca chat itu. Alena tidak pernah berpikir sejauh itu, sebab Brayen sudah berjanji tidak akan melakukan "Itu" pada Alena. Wajah Alena berubah pucat pasi membayangkan hal itu. Alena memeluk lututnya sendiri. Apakah sudah waktunya dia melepaskan keperawanannya.
Tapi pesan terakhir yang mengatakan agar Suami tidak jajan sembarangan membuat Alena kesal. Dia takut Suci lebih menarik perhatian Brayen.
Alena berjalan mondar mandir , wajahnya merona karena malu. Menggigiti ujung kukunya dia sangat nervous, berciuman saja dia tidak pernah. Apalagi harus melakukan itu.
Setelah mendapatkan keputusan yang matang, Alena mengumpulkan keberaniannya, Kemudian Alena langsung membalas pesan itu.
***
"Ceklek..." Arya membuka pintu. Brayen langsung mencengkram kerah Arya.
"Kau." Ucap Brayen.
"Dia juga merindukanmu." Ucap Arya sambil menyodorkan Hpnya. Brayen melihat Hpnya, dia yang bahagia sudah tidak peduli dengan Arya, kata Alena juga merindukannya sudah membuang semua penyakit di hatinya. Brayen merampas Hpnya dari Arya.
Wajah Brayen jadi merah padam saat Alena bertanya susu apa?... Brayen sangat malu dan bingung akan menjawab apa. Tiba-tiba ada notifikasi chat dari Alena masuk. Brayen langsung membacanya.
"Aku siap melakukan malam pertama dengan Abang, saat Abang menjemputku ke kampung Nelayan." Isi chat Alena.
"Alamak...."
Brayen terkejut dan tidak percaya dengan pesan yang di kirim Alena. Berulang kali Brayen mengucek matanya takut salah membaca. Tapi berulang kali di baca tulisan tidak berubah tetap sama.
"Hahahaha belum juga apa apa, sinyal mu sudah berdiri." Ucap Arya yang mengintip chat dari Alena. Brayen langsung melihat ke bawah. Benar saja sudah berdiri tegak memberi hormat.
Dia tidak peduli dengan ucapan Arya. Yang dia pikirkan hanya malam pertama yang akan mereka lakukan.
***
...Kakak yang cantik-cantik dan ganteng ganteng. Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari kalian semua....
...Maka dari itu saya akan mengadakan kuis, dan pemenangnya di tentukan di akhir bulan....
...Caranya siapa yang paling banyak ngasih dukungan VOTE, HADIAH, LIKE, KOMENTAR DAN FAVORITE di karyaku ini akan mendapatkan hadiah 100rb di Rangking pertama. Pemenang bisa di lihat di sini kak. Rangking Umum. Pemenang bisa di tentukan di akhir Bulan....
...Di akhir bulan pemenang bisa di lihat di sini kak....
__ADS_1
Ini hasil sementara.