AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
AKIBAT MINUMAN HARAM


__ADS_3

"Hemmmm....Yang ini enak sayang." Ujar Alyn pada Arya. Seketika Arya tercengang dan langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang menyendok dan mulutnya berhenti mengunyah, saat mendengar kata "sayang" yang tercetus dari mulut Alyn.


"Kamu bilang apa tadi Alyn?" Tanya Arya yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Apa?" Tanya Alyn sambil mengernyitkan alisnya.


"Barusan kamu bilang apa?" Tanya Arya lagi.


"Makanan yang ini enak mas kataku." Jawab Alyn.


"Perasaan tadi kamu panggil aku SAYANG deh. masa' aku salah dengar." Ujar Arya.


"Masa' sih... Mungkin cuma perasaan kamu saja mas." Ujar Alyn yang juga tidak ingat dengan ucapannya tadi.


"Tiwas GR."Batin Arya.


Kemudian Alyn dan Arya kembali menyantap hidangannya. Arya tersenyum melihat bibir Alyn belepotan. Arya mengambil tissue lalu membersihkan bibir Alyn dengan telaten. Alyn terus saja memperhatikan wajah Arya. Alyn sangat gugup dekat dengan Arya.


"Cup." Arya mencuri satu kecupan di bibir ranum Alyn.


"Mas." Seru Alyn karena Arya menciumnya di tempat umum.


******


Beberapa saat kemudian Arya dan Alyn sampai di kediaman Abi Nizam dan Umi Kulsum. Mereka di sambut hangat oleh kedua orangtuanya.


Umi Kulsum sangat senang melihat perubahan menantunya yang kini mengenakan hijab.


Alyn memberikan oleh oleh berupa pakaian dan makanan pada Umi Kulsum.


"Kenapa mesti repot repot nak. Kalau mau main kesini tidak usah bawa apa apa." Ujar Umi Kulsum.


"Tidak apa-apa Umi. Tadi kami jalan jalan ke mall terus Sekalian saja belanja beli oleh-oleh untuk Abi dan Ummi." Jawab Alyn. Umi Kulsum sangat bersyukur memiliki menantu baik hati dan penuh perhatian.


"Jangan cuma jalan jalan saja. Tapi sering sering bikin anak, biar Umi cepat nimang cucu." Ujar Umi Kulsum membuat wajah Alyn bersemu merah merona.


"Itu kode dari Umi, sayang. Biar kita cepat belah duren." Ujar Arya berbisik di telinga Alyn. Membuat Alyn geli sekaligus malu. Bahkan bulu kuduk Alyn berdiri.


*****

__ADS_1


Keesokan harinya Arya memberikan Alyn black card.


"Mas ini bukan kartuku." Ujar Alyn.


"Iya aku tahu. Aku mengganti kartu mu dengan ini, karena kemarin kamu bilang aku pelit. Kamu bisa belanja apapun dengan menggunakan kartu ini." Ujar Arya.


"Iiiiiiiissss serius Mas." Ujar Alyn.


"Iya serius. Kamu juga bisa membeli rumah dengan kartu ini." Ucapan Arya membuat mulut angin Alyn menganga.


"Wah... Berapa banyak kekayaan mu mas." Tanya Alyn.


"Kamu tidak akan bisa menghitungnya." Jawab Arya.


"Mas aku boleh pergi jalan-jalan kan tanpa pengawal, jika sewaktu-waktu aku rindu dengan Rani aku ingin main kesana. Cafenya dekat kok dari sini." Tanya Alyn pada Arya.


"Tentu boleh. Asalkan kamu meminta izin dulu padaku. Dan katakan kau akan pergi kemana. Mulai sekarang aku membebaskanmu." Jawab Arya.


*****


Satu minggu kemudian. Tak terasa segalanya cepat berlalu. Rumah tangga Alyn dan Arya kian hari kian membaik. Alyn mulai membuka hati untuk Arya. Alyn berusaha melupakan semua lukanya dan memaafkan semua kesalahan Arya.


Di gelapnya malam yang sunyi sepi, yang hanya di terangi sinarnya lampu yang tergantung di atas tiang, di tepi danau. Tempat pertama kali aku berjumpa dengan Mas Arya. Aku duduk menangis, meratapi nasib percintaan ku dengan mas Arya.


"Aku sudah berusaha melupakanmu Mas Arya tapi aku tak mampu. Rasa sakitnya masih sama tidak berkurang sedikitpun. Padahal hari sudah lama berlalu tapi duka ini tetap tinggal di hatiku."


"Aku tidak menyangka hubungan lama yang kita jalin bersama kandas begitu saja, hanya karena perjodohanmu dengan wanita itu." Aku menangis pilu. Hatiku sangat menderita dan merana.


Ku pandangi wajahku di genangan air danau. Wajahku sudah tak terawat dan tubuhku mulai tirus karena terlalu banyak beban pikiran yang ku emban sendiri. Sangat sulit bagiku untuk move on dari mas Arya, karena aku sangat mencintai mas Arya. Disini aku menderita dan di sana Mas Arya sedang bahagia dengan wanita barunya. Memikirkan hal itu membuat hatiku terasa sakit bagai ditusuk-tusuk sembilu.


Padahal aku sudah menghasut Iqbal mantan kekasih Alyn. Tapi dia pun gagal. Iqbal tidak bisa memisahkan Mas Arya dan Alyn istrinya. Aku sangat frustasi dan terpuruk.


Aku bangkit dari dudukku dan berjalan gontai karena aku tak punya tenaga. Aku berjalan menuju mobil pemberian dari Mas Arya, sangat sedih rasanya. Segalanya mengingatkanku dengan masa Arya.


Aku mengemudikan mobil dengan perasaan yang hancur gundah gulana. Di perjalanan pulang aku melihat banyak pemuda dan pemudi memasuki klub malam.


Kulihat mereka asyik menikmati keindahan dunia tanpa derita. Mereka hanya menebar tawa bahagia.


Aku pikir jika aku memasuki tempat itu aku juga akan ikut bahagia seperti mereka. Setidaknya untuk sejenak bisa melupakan sakitku. Mungkin kah?...

__ADS_1


Kini aku sudah berada di klub malam. Aku berjalan memasuki club malam itu. Kulihat sekeliling banyak sekali pemuda pemudi yang meminum minuman haram dan berjoget seperti orang gila.


Aku duduk di kursi bar tempat biasa orang-orang memesan minuman haram itu.


Kupandangi sekeliling, beberapa pasangan sedang bercumbu ria tak tahu malu di tempat terbuka seperti ini.


"Nona kau minum apa?" Tanya Bartender itu kepadaku.


Spontan aku menjawab. "Aku ingin meminum sesuatu yang bisa menghilangkan rasa sakit di dadaku." ucapku dengan menepuk meluk dadaku.


Kemudian bartender itu memberikan aku minuman, yang aku sendiri tidak tahu apa jenisnya. Karena aku sendiri tidak pernah menyentuh barang haram itu.


Aku meminum minuman haram itu. Satu teguk terasa aneh di lidahku. Sangat aneh rasanya tapi aku ketagihan. Aku terus meminumnya 1 gelas, 2 gelas, 3 gelas, 1 botol, 2 botol... Entahlah sudah berapa kali aku meminum minuman keras itu.


Kepalaku mulai pening, pikiranku mulai kacau, tapi sedikit lega.


Minuman ini membuat ku merasa terbang. Pandangan ku mulai kabur. Badanku mulai lemas, kulihat sekeliling semuanya terlihat berputar. Kemudian aku membayar uang kepada bartender itu dengan jumlah yang cukup banyak.


"Nona ini terlalu banyak." Ucap bartender itu.


"Kau ambillah sisanya." Ujar ku.


Kemudian aku berjalan menuju pintu keluar dengan tubuhku yang terasa sangat lemah.


Tubuhku menabrak seseorang. Aku jatuh dalam pelukannya. Aku dapat merasakan kehangatan di badannya. Tubuhnya tinggi dan dadanya bidang.


Saat aku mendongak keatas ternyata mas Arya lah yang memelukku. Hatiku sangat bahagia, setelah lama tak jumpa kini mas Arya menemui ku.


Aku memeluk tubuh itu semakin erat. Dan mas Arya membalas pelukanku. Dan itu membuatku semakin bahagia.


"Mas jangan tinggalkan aku lagi. Aku tidak mampu hidup tanpamu. Aku tidak sanggup hidup tanpamu mas. Jadikan Aku milikmu. Jadikan Aku milikmu seutuhnya mas."Ucapku.


Kemudian aku mencium bibir mas Arya dengan sangat agresif. Awalnya mas Arya diam saja. Lama-lama Dia membalas ciumanku.


"Jangan di sini, di hotel saja." Ujar Mas Arya.


Kemudian Mas Arya membawaku ke hotel terdekat yang berada tepat di depan klub malam itu. Setelah membawaku ke hotel mas Arya memapah tubuhku yang terasa limbung karena rasanya kakiku sudah tidak mampu menopang badan ku sendiri. Minuman haram itu membuatku tak karuan.


*****

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT


__ADS_2