
Arya dan Alyn saling pandang seolah bertanya siapa dia! dalam diam.
Entah apa yang Suci ucapkan namun tak lama kemudian Suci memeluk laki laki itu dengan erat dan mencium bibirnya.
Arya tidak percaya dengan apa yang dilakukan Suci. Arya bertanya tanya siapa laki-laki itu. Alyn menatap Arya. "Mas." Alyn menyentuh lengan Arya. Kemudian Arya menggenggam tangan Alyn dengan erat lalu tersenyum. Lalu mata mereka beralih kembali ke laptop.
Kemudian pemuda itu membawa tubuh Suci yang berdiri saja harus di bantu. pemuda itu memasukkan Suci ke dalam mobilnya lalu mobil itu melesat cepat menuju hotel terdekat.
Dari rekaman CCTV di hotel yang di lengkapi dengan audio. Wajah Pemuda itu terlihat jelas dan suaranya juga terdengar jelas saat memesan kamar di bagian resepsionis.
Pemuda itu berkulit sawo matang namun berwajah manis. Tubuhnya tinggi dan tegap namun dari wajahnya sepertinya usianya masih di bawah Suci.
"Mas Arya cepat lah aku sudah tidak tahan. Jadikan Aku milikmu dan jangan pernah tinggalkan aku lagi. Tinggal kan istrimu itu. " Ucap Suci meracau. Alyn melongo lalu menutup mulutnya saat mendengar ucapan Suci.
Kemudian mereka berdua memasuki kamar. Dan keesokan paginya pukul 06.30 WIB, Pemuda itu keluar dari kamarnya. Sedangkan Suci keluar dari kamar hotel pukul 12.00 WIB.
Dapat di simpulkan Suci mengira bahwa Pemuda yang bermalam dengannya itu adalah Arya. Mungkin pemuda itu pergi sebelum Suci sadarkan diri.
Alyn merasa iba pada Suci. Sebesar itukah cinta Suci untuk Arya sehingga dia bisa melakukan hal di luar logika manusia, bahkan dalam keadaan tidak sadar saja hanya Arya yang Suci lihat. Sekarang Suci sudah tidak suci lagi. Harusnya kesucian itu ia serahkan pada suaminya tapi Suci malah memberikan kesuciannya entah pada siapa.
Alyn beralih menatap Arya.
"Mas kamu cemburu?" Tanya Alyn dengan wajah sendu.
"Aku hanya kasihan padanya. Tak seharusnya dia mengalami ini." Ucap Arya sambil menggelengkan kepala.
"Itu karena kecerobohannya tidak bisa menjaga diri. Memasuki club malam itu sudah salah apa lagi sampai menyentuh minuman setan." Sahut Brayen.
"Siapa pemuda itu?" Tanya Arya.
"Mahasiswa abadi." Jawab Brayen.
"Maksudnya?" Tanya Alyn yang bingung.
__ADS_1
"Dia sang cassanova. Sang juara bertahan yang tak lulus lulus." Brayen menjelaskan lebih rinci.
"Kenapa Suci bisa kebetulan bertemu dengan pemuda seperti itu. Padahal aku berniat menjodohkannya dengan Iqbal." Ucap Arya melirik Alyn.
"Enak saja. Mas Iqbal terlalu baik untuk Suci, Mas Iqbal itu cocoknya dengan Rani." Ujar Alyn menuai protes.
"Apa???? Iqbal baik. Apa istri kecilku ini tidak ingat mantan kekasihnya itu sudah menyekapnya hingga hampir meregang nyawa. Aku akan menghukum mu Alyn. Lihat saja nanti."Batin Arya.
"Mas lebih baik kamu segera selesaikan urusanmu dengan Suci. Aku tidak mau dia terus menerus salah paham." Ucap Alyn memberi solusi.
"Tentu aku akan menyelesaikan urusan ku dengan Suci tapi sebelumnya aku akan menyelesaikan urusanku dengan mu sayang." Ucap Arya dengan senyum menyeringai, Ucapan Arya membuat Alyn gusar. Alyn malu dan tak mampu menatap mata Arya.
"Brayen ini sudah malam, lebih baik kau cepat pulang." Titah Arya.
"Hey....Kau mengusir ku setelah aku susah payah membantumu. Bahkan kau belum menyuguhkan kopi untuk ku." Ucap Brayen tak terima dengan pengusiran Arya.
Setelah susah payah Brayen turun tangan sendiri sebab hotel tempat Suci bermalam sangat melindungi kerahasiaan privasi customernya namun Brayen berhasil mendapatkan rekaman CCTV itu dengan mengatasnamakan kekuasaan.
"Mengerti lah sedikit...Aku ingin bercinta dengan istri ku. Segera lah menikah, nanti kau juga akan mengerti." Ucap Arya santai.
"Baiklah." Ujar Brayen beranjak pergi.
Setelah kepergian Brayen Arya menggandeng Alyn, membawanya menuju kamar.
"Sayang. Ingat kan sama janjimu. Aku tidak ingin ada alasan lain lagi. Aku ingin hakku sekarang juga. Sekarang bersihkan dirimu dan ambillah wudu' kita sholat Sunnah dulu sebelum melakukan penyatuan. Jangan lupa pakai wewangian." Walau malu malu tapi Alyn tetap mengangukkan kepala. Meski Arya sering mencumbuinya tapi Alyn tak pernah merasa senervous seperti saat ini. Sebab sebelumnya Arya hanya melakukan pemanasan tapi kali ini Alyn sudah bisa menebak apa yang akan terjadi nanti.
Alyn memasuki kamar mandi sedangkan Arya keluar menggunakan kamar mandi lain supaya tidak memakan waktu lama.
Kini Arya memasuki kamarnya. Dia melihat Alyn mengenakan mukena duduk di atas sajadah menunggunya. Alyn malu malu menatap Arya. Alyn dapat melihat hasrat yang begitu besar terpancar dari mata suaminya. Arya mengunci pintu itu rapat rapat. Tak ingin ada yang menggangu ritual malam pertamanya.
Kemudian Arya berjalan ke arah sajadah yang sudah Alyn siapkan di depannya sebagai tempat imam. Arya melepas sandal suciannya di dekat sajadah kemudian memulai shalat Sunnahnya.
Setelah selesai sholat Sunnah dan berdzikir Alyn mengecup punggung tangan Arya.
__ADS_1
"Sayang apa kamu sudah membaca doa untuk bercinta ?" Tanya Arya yang sorot matanya sudah di liputi gairah dan nafasnya terdengar berat.
"Sudah mas." Jawab Alyn semakin gugup dan menundukkan kepalanya. Arya mengangkat dagu Alyn. Arya memandangi wajah cantik Alyn yang matanya terus terpejam. Mata lentik Alyn meneteskan air mata.
"Kenapa?" Tanya Arya bingung, Arya tak ingin menunda hal yang sudah lama ia nantikan tapi Arya juga tidak ingin menyakiti hati Alyn.
"Aku mencintaimu mas." Jawab Alyn yang matanya masih terpejam karena malu menatap mata Arya. Entah kenapa kata itu tiba tiba meluncur dari bibir ranum Alyn.
Kata cinta dari Alyn terasa seperti angin syurga yang menyejukkan hati Arya. Kemudian Arya mengecup kening, pipi, hidung dan bibir Alyn.
"Buka lah matamu. Buka juga mukenahmu." Ucap Arya. Kemudian Arya membantu Alyn membuka mukenahnya.
Dengan sekali hentakan Arya sudah menggendong Alyn seperti bayi sambil terus menatap matanya. Alyn membalas tatapan mata Arya dengan malu malu. Lalu Arya mendudukkan Alyn di tengah ranjang.
Arya mendorong Alyn hingga tertidur kemudian Arya menutupi Alyn dengan seluruh tubuhnya.
****
Empat jam kemudian. Arya membangunkan Alyn yang baru saja terlelap.
"Sayang bangun." Ujar Arya dengan suara parau di telinga Alyn.
"Apa lagi mas."
"Main lagi yuk." Ucap Arya dengan suara parau.
"Ya ampun mas.... Aku capek, kamu sudah naik berapa kali! Aku tidak kuat lagi. Aku sudah tidak sanggup." Arya tidak peduli dengan rengekan Alyn, dia terus saja mengulangi aksi nya.
******
Author
Ini sudah revisi bolak balik. Tolong jangan di tolak lagi.
__ADS_1
.