AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
DEMI MAAF SANG ISTRI


__ADS_3

Arya sangat malu dengan apa yang di lakukannya tapi untuk mendapatkan maaf dari belahan jiwanya Arya berusaha keras memutus urat malunya.


Wajah Arya memerah tiap memutar video dirinya bermain tik tok dengan gayanya yang kaku.


"Ya ampun, Aku sangat malu. Entah apa yang akan di katakan Alyn setelah ini tentang ku! Ini demi mendapatkan maaf dari istri ku. Aku akan melakukan apapun Asal Alyn mau memaafkanku."


"Cinta ini membuat ku terlihat bodoh."


****


"Mas Arya sangat menyebalkan. Dasar suami tidak peka, aku bicara panjang lebar biar dia bisa terbuka tapi dia tidak paham paham. Jika dia terbuka dengan masalahnya dan tidak di pendam sendiri tentu Suci tidak akan manfaatkan trauma mas Arya." Wajah Alyn merengut sambil menggerutu di dalam kamar.


Alyn mengambil Hp-nya saat melihat ada notifikasi pesan masuk. Alyn mengernyitkan alisnya saat melihat pesan itu dari Arya. Mereka berada di satu atap tapi kenapa Arya harus mengirim pesan? Kenapa tidak bicara langsung saja? Kemudian Alyn membuka pesan itu.


Awalnya Alyn terkejut saat Arya memegang foto dirinya saat Arya melamar Alyn dulu.


"Kapan mas Arya memotret ku? Kenapa aku bisa tidak tahu?..." Ucap Alyn.


Kemudian Alyn terkikik dan semakin tertawa saat melihat gerakan Arya yang lebay dan kaku. Alyn memegangi perutnya... Kemudian Alyn menutup mulutnya agar suara tawanya tidak keluar, malu sendiri jika ada yang dengar.


"Ya ampun....Apa itu maksudnya itu tiup tiup?...Love kah?...sambil ngedipin mata lagi."


"Hahahaha kelikipan kali ya ngedipin mata."




"I LOVE YOU Alyn istriku...Eemmmmmuuuaaachh" Ucap Arya di tik tok sebelum video berakhir.


"Hahahaahahhah....Ya ampun Mas Aryaaaa... Kenapa bibirnya kayak curut gitu." Alyn tertawa melihat aksi konyol Arya.


****


Arya menuruni tangga dan melangkah menuju kamarnya. Arya membuka pintu kamarnya sedikit untuk mengintip Alyn. Arya melihat punggung Alyn yang bergetar.

__ADS_1


"Apa yang di lakukan istriku. Dia sedang menangisi kealaianku atau nerertawakan kealaianku?..." Karena penasaran Arya menghampiri Alyn.


"Kenapa mas Arya jadi alay kayak gini." Ujar Alyn sambil tertawa.


"Karena aku sangat mencintaimu." Jawab Arya.


Kemudian Alyn menghentikan tawanya dan langsung membalik tubuhnya lalu duduk menghadap Arya.


"Sayang apa kamu masih marah?..." Tanya Arya namun Alyn diam saja menatap Arya.


"Aku sampai Alay bikin tik tok loh hanya untuk dapat maaf darimu...."Ucap Arya, Alyn hanya diam menatap Arya.


"Apa kamu juga sering bikin tik tok jika Suci merajuk" Ucap Alyn kembali sendu.


"Huuuuufffhhh sayang... Ini pertama kalinya aku buat tik tok. Walaupun malu ku tahan asal aku bisa lihat senyum kamu." Ucap Arya. Alyn sedikit memberi seutas senyum, bayangan tik tok Arya masih berkelebat di ingatannya.


Arya merangkak menaiki ranjang. Lalu mencium kening Alyn.


"Apa boleh aku upload ke sosmed."Tanya Alyn.


"Sayang....Berhenti lah marah marah." Ucap Arya. Lalu Arya menggenggam tangan Alyn dan mengecupnya.


"Sayang aku tahu aku salah karena pernah berselingkuh darimu. Aku sangat menyesal dan aku minta maaf. Aku sudah merenungkan semua kesalahanku. Aku tidak pandai merangkai kata untuk meminta maaf, apapun yang ku lakukan itu tidak akan mampu menghapus ingatanmu karena kesalahanku. Seandainya waktu bisa kembali aku tidak akan pernah melakukan perselingkuhan." Lanjut Arya.


"Maaf kalau aku tidak pernah bercerita tentang alasanku menghkianatimu tapi aku bersumpah aku tidak pernah sedikit pun berniat menyakitimu. Cara berpikir ku yang salah."


"Aku pikir menceritakan alasanku berselingkuh itu tidak penting karena apapun alasannya perbuatan ku tetap salah dan tidak bisa di benarkan." Ucap Arya.


"Tapi tetap saja kamu harus cerita sama aku. Suami istri itu harusnya terbuka mas, saling jujur. Biar tidak menyebabkan kesalah pahaman." Ujar Alyn.


"Apa itu harus????" Tanya Arya.


"Ya harus lah mas Aryaaaa..." Ujar Alyn menggoyang goyangkan genggaman Arya.


"Baiklah apa yang ingin kamu ketahui aku akan jawab sejujur jujurnya." Ucap Arya dengan mantap.

__ADS_1


"Apa sebegitu pentingnya Suci bagimu sampai kamu rela menyakitiku demi menyelamatkan nyawa Suci." Ucap Alyn yang masih sangsi dengan perasaan Arya.


Arya menghela nafas panjang, melepas genggaman tangan Alyn. Arya menidurkan tubuhnya dan menjadikan tangannya sebagai bantal. Pandangan Arya menerawang ke langit langit kamarnya.


"Apa yang kamu lakukan jika kamu berada di posisi ku? Bagaimana jika Iqbal, Rani atau Alena yang menyayat urat nadinya dan berteriak-teriak histeris meminta untuk tidak di tinggal kan? Apa lagi jika kamu memiliki trauma psikologis..." Ucap Arya balik bertanya.


"Mas kenapa kamu balik bertanya?..." Tanya Alyn.


"Apa kamu malu punya suami yang pernah mengalami gangguan mental seperti ku?" Tanya Arya lagi. Arya mulai tidak percaya diri.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu mas? Mas Aku tidak malu punya suami seperti dirimu. Aku bisa terima kamu apa adanya."Jawab Alyn.


"Aku tidak pernah membahas ini pada siapapun kecuali pada psikiater karena aku malu. Malu karena aku pernah memiliki trauma kronis dan malu karena aku, kak Arfa meninggal." Air mata mulai menetes di sudut mata Arya tiap mengenang Arfa. Dan Alyn bisa melihat wajah sendu Arya.


"Seandainya aku bisa memilih dalam keadaan tidak terpaksa tentu aku lebih memilih mu waktu itu. Sejak kecil aku sudah menyukaimu. Saat pertemuan pertama setelah lama tidak jumpa aku semakin menyukaimu."Lanjut Arya.


"Gangguan disosiatif yang aku derita waktu kecil membuatku hidup di dunia lain. Merasa sekitar tampak tidak nyata. Kemudian aku selalu di bayang bayangi rasa bersalah karena kematian kakakku, setiap hari aku berkutat dengan rasa sedih, ingatan buruk dan kecemasan yang berlarut-larut. Aku tidak bisa menerima kenyataan, aku marah, aku sedih, emosiku yang meluap-luap, merasa malu, menganggap diriku bersalah dengan apa yang terjadi. Waktu itu usiaku sudah 10 tahun." Ucap Arya menceritakan apa yang di rasakan nya waktu kecil pasca kematian Arfa.


"Orang yang tidak pernah mengalami trauma kronis seperti ku pasti menganggap apa yang aku rasakan adalah hal enteng dan hanya rasa takut biasa. Padahal aku benar-benar sakit aku hidup di duniaku sendiri dan itu aku alami selama bertahun-tahun. Dan butuh dukungan dari orang terdekatku untuk keluar dari alam bawah sadarku karena jika di biarkan aku akan jadi gila. Melihat perjuangan Abi dan Ummi dalam usaha menyembuhkan ku membuat ku bangkit untuk keluar dari alam bawah sadar ku."


"Lambat laun akhirnya aku sembuh." Lanjut Arya.


"Psikiater juga menghapus sebagian ingatan ku tapi aku bersyukur masih bisa mengingatmu, gadis kecil yang aku taksir sejak kecil. Lama lama ingatanku mulai kembali tapi aku sudah sembuh." Ucap Arya sambil membelai wajah Alyn.


"Mas." Ucapan Alyn tersendat mencerna cerita Arya, Alyn mulai iba dengan Apa yang Arya alami waktu kecil.


"Tapi Suci merusak segalanya, di malam pengantin kita. Bukannya menjalankan tugasku sebagai seorang suami aku malah meninggalkanmu." Arya tersenyum kecut menyesali kebodohannya.


"Saat aku melihat lantai bersimbah dengan darah Suci. Rasa cemas, takut, sedih, rasa bersalah seperti yang aku alami waktu kecil kembali menyeruak. Ingatanku saat Kak Arfa tertabrak mobil karena menyelamatkanku kembali berkelebat. Apa lagi sebelum kak Arfa wafat aku sempat mendorong nya karena marah, teriakan kak Arfa memanggil manggil namaku untuk meminta maaf tapi tak ku hiraukan, itu sangat membuatku merasa terpukul. Aku hanya takut jadi alasan kematian untuk yang ke dua kalinya."


****


SELAMAT MENIKMATI YANG....YANG VOTE DAN FAVORIT BISA BERIKAN SEKARANG.


HEHEHE

__ADS_1


__ADS_2