AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
JALAN JALAN


__ADS_3

"Sayang, peluk aku." Pinta Arya yang sudah ada di tempat tidur dan Alyn pun menuruti.


Setelah Arya tertidur Alyn melepaskan pelukannya.


"Aku harus cari cara untuk bisa keluar dari rumah ini. Harus bersikap manis untuk mengecoh mas Arya. Mas Arya harus percaya padaku sebelum dia berhasil mencoblos ku." Gumam Alyn dalam hati.


Kemudian Alyn tidur di samping Arya, setelah memberi pembatas guling di tengah mereka.


******


Tidur Alyn terganggu karena perlakuan Arya yang mencupi dirinya.


"Sayang bangun. Sudah pagi." Suara Arya yang mengganggu Alyn membuat Alyn menggeliat. Alyn menyipitkan mata mengintip Arya yang tersenyum padanya. Tapi Alyn tidur lagi. Entah kenapa pelukan Arya membuat Alyn malas untuk bangun.


"Sayang bangun." Ujar Arya.


"Sebentar mas, aku masih ngantuk." Arya kembali menciumi Alyn.


"Maaaaas akunya jangan di ganggu." Suara Alyn terdengar parau.


"Sayang..." Ucap Arya.


"Hemmmm." Gumam Alyn.


"Kamu datang bulan biasanya berapa hari?…" Tanya Arya.


"Tiga minggu." Jawab Alyn dengan mata yang masih terpejam.


"Lama sekali." Arya yang tidak percaya langsung mengambil Hp dan browsing ke internet.


"Kamu bohong ya. Ini di Mbah Ugel cuma satu mingguan biasanya." Ujar Arya.


Alyn menutup seluruh tubuhnya dan nyengir kuda di bawah selimut.


"Setiap perempuan itu beda-beda mas siklusnya." Ucap Alyn yang berbohong pada Arya dan cekikikan di bawah selimut.


Arya melihat selimut yang menutupi tubuh Alyn bergetar pertanda Alyn sedang menertawakannya.


Arya langsung menggelitik Perut Alyn. Membuat si empunya keluar dari selimut dan tertawa terpingkal-pingkal.


"Hahahaha Ampun mas, ampuuuun. Berhenti maaas. Akunya geli mas... Udah mas udah geli...."


"Jawab jujur dulu berapa hari?" Tanya Arya.


"hahahaha iya, iya satu minggu , satu Minggu mas itu udah jujur. Berhenti mas."


Arya menghentikan Aksinya dan mendekap Alyn ke dalam pelukannya.


"Alyn berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku." Alyn hanya mengangguk.


"Kamu sudah tidak sakit mas?..."


"Aku sehat. Kenapa?..." Tanya Arya.


"Apa setiap melihat darah kau selalu seperti itu mas?" Tanya Alyn yang penasaran dengan masa lalu Arya dan kembarannya Arfa hingga membuat Arya trauma.


Arya hanya mengangguk.


"Kenapa kamu bisa memiliki trauma pada darah mas?"... Tanya Alyn.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan Alyn. Arya malah mencium kening Alyn lalu turun dari ranjang.


"Aku mau bersiap siap mandi dulu." Arya meninggalkan Alyn yang masih setia menatap punggungnya yang memasuki kamar mandi.


"Baiklah.... hanya perlu bersikap manis di hadapan mas Arya. Sampai mas Arya lengah dan mau mengembalikan barang yang ku perlukan. card memory ku masih ada di kamar ku yang terkunci."


Setelah beberapa saat berada di dalam kamar mandi, akhirnya Arya keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang membelit pinggangnya.


Tanpa tahu malu Arya mengeringkan rambut basahnya di hadapan Alyn. Membuat gadis perawan di hadapannya kelimpungan salah tingkah. Arya hanya tersenyum melihat tingkah Alyn.


"Aaaakkkkhhhh" Teriak Alyn lalu bersembunyi di balik selimut saat melihat handuk kecil yang membelit pinggang Arya jatuh.


*****


Selesai Alyn menyiapkan hidangan diatas meja makan, Arya keluar kamar mengunakan kemeja warna putih dan kuning bergaris dengan lengan panjang yang sedikit di gulung hingga mendekati siku. Arya terlihat segar, tampan dan maco.


Arya duduk di kursi dan terus memandangi Istri cantiknya.


"Kenapa liatin aku terus mas." Ucap Alyn.


"Aku kangen kamu."Jawab Arya.


"Hiiiiisssss gombal." Ujar Alyn.


"Ya sudah kalo gak percaya."Ujar Arya.


"Mas kok gak pakai blazer?..." Tanya Alyn.


"Aku libur kerja." Jawab Arya.


"Kenapa?..." Tanya Alyn.


"Mau ajak istri cantikku jalan jalan." Jawab Arya.


"Dinosaurus." Jawab Arya.


"Iiiiiiiissss apaan sih dinosaurus." Ujar Alyn dan Arya tersenyum.


"Ayo cepat sarapan. Setelah itu bersiap siaplah. Dan jangan pakai make up, Cantik mu cuma buat aku." Ujar Arya yang menatap Alyn penuh dengan kehangatan.


"Aaaaahhhh nggak apa-apa lah yang penting bisa jalan jalan, kalau bisa sekalian kabur." Batin Alyn.


Kegembiraan Alyn terlihat jelas oleh Arya. Tahu begitu dari dulu Arya memanjakan Alyn.


"Mas kita mau jalan jalan kemana?...." Tanya Alyn di sela sela sarapan.


"Ke tempat yang kamu sukai tentunya." Jawab Arya.


"Iya, di mana? " Tanya Alyn tak sabaran.


"Rahasia." Ujar Arya. Jawaban Arya membuat Alyn merengut. Dan mencebikkan bibirnya. Ekspresi Alyn membuat Arya ingin mengigit bibir mungil itu.



"Mas..."


"Apa lagi." Ujar Arya.


"kamar lamaku di buka dong..." Pinta Alyn.

__ADS_1


"Kenapa?..." Tanya Arya.


"Ada barangku yang tertinggal di sana." Ucap Alyn.


"Barang apa? Biar aku yang ambil." Tanya Arya.


"Eh... Tidak ada mas." Ujar Alyn. Arya menaikkan satu Alisnya dan mulai curiga pada Alyn. Alyn tahu Arya bukan orang yang mudah di bohongi. Arya tidak boleh curiga pada Alyn. Alyn harus melakukan sesuatu agar Arya tidak waspada.


Apa jadinya jika Arya menemukan card memory yang berisi bukti bukti perselingkuhannya dengan Suci.


*****


Setelah beberapa jam dalam perjalanan, akhirnya Arya dan Alyn sampai ke tempat tujuan. Alyn berlari dan melihat pemandangan yang indah membentang di depan mata.



Arya menghampiri Alyn. Kini Alyn berdiri mematung di samping Arya. Tiba tiba air mata mengalir di pipi gadis cantik itu.


"Kenapa menangis. Apa kamu tidak suka?..."


"Aku suka mas, sangat suka." Jawab Alyn.


Arya menghadap Alyn dan menghapus air mata istri tercintanya itu.


"Kamu rindu kampung Nelayan ya!.... Kapan kapan kita pulang kampung mu ya, sudah jangan nangis..." Ucap Arya yang menyegarkan hati Alyn.


"Janji ya mas." Arya mengangguk. Alyn memeluk Arya. Arya sangat senang dengan sikap manja istri imutnya ini.


"Aku bawa kamu kesini biar kita bisa happy bareng. Waktu kecil aku dan kak Arfa sering membawamu ke pantai kita selalu bermain bersama di tepi pantai." Ujar Arya mengenang masa lalu.


"Kenapa aku tidak ingat mas?..." Tanya Alyn.


"Dulu kamu masih sangat kecil."


"Apa sampai sekarang kamu masih suka laut?" Tanya Arya.


"Sangat suka mas." Jawab Alyn. Alyn memeluk Arya dengan erat.


"Percaya lah mas. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucapan Alyn membuat hati Arya di penuhi bunga yang bermekaran. Arya masih tidak percaya setelah semua kesalahan yang Arya lakukan, Alyn bisa memaafkannya begitu saja.


"Buktikan ucapanmu." Pinta Arya. Alyn berjinjit dan merengkuh leher Arya. Alyn membungkam bibir seksi Arya yang beraroma mint. Mereka bermesraan di tepi pantai di saksikan ombak dan para pengunjung pantai.


"Tuan kalau mau bercumbu jangan di tempat umum." Ujar salah satu pengunjung pantai. Alyn langsung melepaskan pagutan bibir mereka. Dan mengusap bibirnya yang basah.


"Maaf kami pengantin baru." Ujar Arya. Sedangkan Alyn masih tersipu malu.


"Oh pantas." Kemudian pengunjung itu pergi.


"Yuk sayang sewa penginapan." Ajak Arya sambil menggosok rambut Alyn hingga berantakan.


"Ngapain?..." Tanya Alyn si gadis polos tapi memiliki pemikiran yang dewasa.


"Lanjutin yang barusan." Jawab Arya sambil menaik turunkan alisnya.


"Nggak mau." Alyn mendorong dada Arya lalu berlari menjauhi Arya.



Dan Arya mengejar terus mengejar Alyn.

__ADS_1


*****


Jangan lupa like komentar vote favorit biar Authornya bahagia.


__ADS_2