AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
KEJAR KEJARAN


__ADS_3

Brayen terus melangkahkan kaki menggotong Alena menuju kamarnya. Brayen membuka pintu kamar dan menutupnya dengan kakinya. Lalu menguncinya.


Brayen menghempaskan tubuh Alena ke atas ranjangnya empuk hingga tubuh Alena memantul. Brayen sangat senang melihat wajah pucat Alena yang ketakutan.


Brayen membuka kemejanya kemudian kaosnya yang berwarna putih...


"Buuugg..... Aaaaakkkhhh" Satu tendangan maut dari Alena mendarat di juniornya saat hendak membuka kaos yang sudah sampai di leher dan kepala.


Membuat Brayen mengaduh kesakitan dan jatuh tersungkur di lantai. Brayen memegangi bagian"Itu" dia mengeram sakit bercampur kesal.


"ALENA apa yang kau lakukan?" Teriak Brayen di tengah kesakitannya.


"Salah sendiri aku mau di perkodok. Kalau aku tidak mau jangan maksa Om. Ingat umur. Om itu sudah tua. Aku masih muda." Alena juga berteriak tak kalah kesal di tengah ranjang. Dadanya kembang kempis dan tubuhnya gemetaran karena ketakutan.


"Siapa yang mau perkodok kamu!.…Aku cuma minta di pijit." Alena benar benar membuat Brayen kesal.


"O'OW...." Cetus Alena lalu lompat dari ranjang dan lari terbirit-birit keluar dari kamar Brayen.


***


Alena berlari masuk ke kamarnya lalu menguncinya dan bersandar di daun pintu. Alena menyentuh dadanya yang nafasnya sudah ngos ngosan, jantungnya terpompa lebih cepat setelah berlari.


"Ya Tuhan aku tidak sanggup jadi istrinya. Semoga Om Brayen di lapangkan hatinya dan tidak menghukum ku lagi."

__ADS_1


Dengan langkah tergesa Brayen melangkah ke kamar Alena.


"Kenapa aku harus menikahi bocah? Aku seperti sedang merawat balita. Dia selalu membuat ku kesal sejak pertama bertemu. Bahkan kepalaku masih sakit karena kejatuhan mangga besar, sekarang dia membuat "Ituku" sakit dan merana." Brayen menggerutu sambil berjalan.


"Dooor Dooor Dooor....Alena buka pintunya." Brayen menggedor pintu kamar Alena dengan tidak sabaran.


"Maaf Om...Saya minta maaf...Saya ngaku salah... Tolong jangan hukum saya... Kalau bisa ceraikan saya saja. Saya tidak kuat jadi istrinya Om." Alena berteriak sambil menahan pintu kamar yang di gedor Brayen.


"Belum di coba kenapa bilang tidak kuat?... Ayo cepat buka pintunya." Kata cerai dari Alena semakin membuat Brayen kesal.l


"Tidak mau."


"Cepat buka pintunya atau ku dobrak?..."


"Tidak mau, nanti aku di hukum."


"Om jangan jahat jahat...Aku kan sudah minta maaf." Teriak Alena yang sudah mulai kesal.


"Ooohhh baiklah... Rupanya kamu benar benar mau di hukum." Brayen mundur beberapa langkah mengumpulkan tenaga untuk mendobrak pintu. Brayen sudah melangkah cepat untuk mendobrak pintu tapi dia malah jatuh tersungkur ke lantai karena tiba tiba Alena membuka pintu.


"Om ngapain tiduran di lantai???...." Alena bertanya santai sok polos padahal sedang mengejek Brayen.


"ALENAAAA..." Brayen berteriak. Alena langsung lari terbirit-birit. Brayen bangkit dan mengejar Alena.

__ADS_1


"Tuan ini kunci duplikat..." Ucapan pelayan terhenti karena tahu Brayen sedang marah.


"Gadis itu membuat tuan Brayen seperti bocah." Gumam pelayan itu.


***


.


"Hah hah... Sudah ya Om saya capek...Sudah tidak kuat lari lagi. Hah...ha... Saya ini selalu juara satu lomba lari maraton. Om yang tua renta tidak akan mampu menangkap saya." Ucap Alena dengan nafas yang masih ngos ngosan.


Mereka berhenti berlarian setelah hampir satu jam lamanya berkejaran. Alena dan Brayen sudah ngos ngosan. Brayen tidak mampu menangkap Alena yang gesit. Setiap hampir di tangkap Alena meliuk dengan lincah dan lolos. Menangkap Alena rasanya seperti menangkap belut dalam air.


"Saya janji deh bakal nurut sama Om asal saya tidak di gituin." Ucap Alena yang berdiri dengan jarak 9 meter jauhnya dari Brayen.


"Baik... Ku tunggu kau di kamarku. Kau harus bertanggung jawab. Tubuh ku sakit semua karena mu. Kau harus memijat ku."


"Itu bukan karena ku Om... Tapi faktor U... Faktor Usia."


"Diam lah..." Ucap Brayen.


"Aaaawww..." Brayen melempar batu kecil ke pundak Alena.


"Mulutmu itu harus di sensor Alena."

__ADS_1


***


SELAMAT MENIKMATI


__ADS_2