AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
ALYN CEMBURU


__ADS_3

Arya membawa Alyn keluar dari rumah Iqbal. Arya memasukkan Alyn ke dalam mobil di kursi penumpang. kemudian Arya berlari memutari mobil dan masuk ke dalam mobil. Arya meletakkan kepala Alyn ke pangkuannnya. Kemudian mobil itu melaju dengan cepat menuju ke rumah sakit terdekat.


Arya mengusap peluh istri yang sangat ia rindukan. Arya tak tega melihat kondisi tak berdaya Alyn. Arya tak peduli dengan dirinya sendiri yang juga terluka dan babak belur dia hanya mengkhawatirkan kondisi istrinya.


Beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi Arya sampai di rumah sakit. Arya membopong Alyn dan meletakannya ke brangkar rumah sakit dan meminta pertolongan pada dokter.


Kemudian Alyn dikerubungi oleh perawat dan dokter. Perawat mendorong brankar dengan tergesa-gesa dan diikuti Arya. Ketika memasuki ruang UGD perawat menghalangi Arya untuk masuk.


"Maaf Tuan sebaiknya Anda tunggu di luar." Ucap perawat.


"Tapi saya ingin lihat istri saya."Ujar Arya.


"Tolong percayakan semuanya pada dokter yang menangani istri anda. Jika anda masuk takutnya akan menghambat kerja dan nyawa istri anda taruhannya." Ujar perawat.


Arya kebingungan berjalan kesana kemari di depan kamar ruang UGD. Dia tidak sabaran menunggu kabar selanjutnya dari dokter.


Brayen menghampiri Arya berusaha menenangkan sahabatnya yang sudah di anggap sebagai saudara Kandungnya sendiri.


"Tenanglah saudaraku, istrimu pasti akan baik-baik saja. Dokter terbaik sudah menanganinya." Ujar Brayen.


"Bukan hanya istrimu yang membutuhkan perawatan tapi kamu juga. Lihatlah luka di sekujur tubuhmu." Tapi Arya tak menjawab.


Kini Arya beralih duduk di kursi tunggu dekat tempat Alyn sedang ditangani oleh dokter. Arya duduk di samping Brayen. Arya memangku sikunya dan tangannya meremas rambutnya. Brayen menepuk-nepuk bahu Arya dan menenangkannya.


"Tenanglah semua akan baik-baik saja." Ujar Brayen.


*****


Beberapa saat kemudian jemari Alyn bergerak, Alyn mengerjap ngerjapkan matanya. Kini Alyn mulai membuka matanya. Alyn melihat sekelilingnya, ruangan yang sama, kamar yang sama saat Alyn di rawat di rumah sakit.


Kepingan kepingan kejadian sebelum Alyn pingsan mulai terkumpul. Mengingat Rani membuat air mata Alyn menetes.


Alyn melihat Arya tidur di kursi yang berada di sampingnya. Tangan Arya menggenggam tangan Alyn. Dan wajah Arya berpaling dari pandangan Alyn mengarah ke kaki Alyn.


Alyn sangat malu pada Arya karena sudah melarikan diri namun Arya masih saja mau merawatnya. Dan Alyn tanpa tahu malu malah kembali pada Arya.


Alyn berusaha melepaskan tangan Arya darinya tapi gerakan kecil Alyn malah membuat Arya terbangun dan menghadap Alyn.

__ADS_1


Alyn semakin menangis melihat wajah Arya penuh dengan lebam(Babak belur).


"Kenapa menangis? Apa ada yang sakit? Di bagian mana yang sakit? katakan sayang?" Mendengar pertanyaan beruntun dari Arya, bukannya berhenti menangis Alyn malah tambah menangis.


Bukannya memperdulikan dirinya sendiri, Arya malah memprihatinkan istrinya yang sudah kabur. Wajah Arya penuh dengan luka tapi malah menanyakan kondisi Alyn yang sudah baik-baik saja. Hal itu membuat Alyn merasa sangat malu.


Tangisan Alyn membuat Arya semakin bingung. Arya bangkit dari kursi hendak memanggil dokter tapi Alyn menggenggam tangan Arya


"Sudah Mas. Aku sudah tidak apa-apa." Kemudian Arya membelai wajah Alyn dan mengecup keningnya dan duduk di tempat semula. Arya menggenggam tangan Alyn dan mengecupnya.


Kemudian tangan Alyn yang bebas bergerak menyentuh bagian wajah Arya yang babak belur.


"Maaf." Ujar Alyn dengan tulus.


Arya memegang tangan Alyn yang saat ini sedang membelai wajahnya, kemudian Arya mengecup telapak tangan istri tercintanya.


"Tidak apa-apa aku sudah memaafkanmu. Aku yang harusnya minta maaf padamu. Kamu seperti ini juga karena aku. Tapi lain kali kalau sedang marah pada suami tidak baik seorang istri lari ke rumah laki-laki lain. Apalagi laki-laki itu adalah mantan kekasihnya." Ujar Arya yang sebenarnya masih merasa cemburu namun tetap berusaha tenang agar tidak menimbulkan perseteruan lebih lanjut dengan istri tercintanya ini.


Alih-alih meminta maaf, Arya malah membuat Alyn semakin malu atas perbuatannya karena melarikan diri.


"Iya dia baik-baik saja sayang, kamu jangan khawatir ya..." Ujar Arya.


"Kamu nggak bohong kan Mas?" Tanya Alyn yang masih ragu dengan jawaban Arya.


"Tidak." Jawab Arya berbohong. Padahal Arya tidak tahu bagaimana keadaan Rani karena Arya hanya tidak ingin Alyn yang baru siuman jadi cemas.


"Mas aku ingin lihat keadaan Rani." Pinta Alyn pada Arya.


"Rani tidak di rawat disini." Ujar Arya.


"Lalu kenapa mas bisa tahu keadaan Rani. Mas Bohong ya?...." Ujar Alyn.


"Huuuuufffhhh." Arya menghela nafas.


"Aku itu orang hebat. Cukup HALLO saja sudah tahu segala informasi. Paham???..." Ujar Arya yang lagi lagi berbohong. Alyn mengangguk.


"Mas wajah kamu kenapa bisa babak belur seperti ini?" Tanya Alyn yang penasaran.

__ADS_1


"Di gigit nyamuk." Jawaban Arya membuat Alyn merengut.


"Di hajar mas Iqbal kah?..." Tanya Alyn.


"Jangan sebut nama bedebah itu di hadapanku." Ujar Arya yang cemburuan.


"Maaf." Ujar Alyn.


"Aku tidak habis pikir, kenapa kamu bisa pacaran dengan psikopat seperti Iqbal. Selama 8 tahun lagi." Arya masih cemburu. Tapi kata kata Arya malah menyulut emosi Alyn.


"Aku juga tidak habis pikir, bisa bisanya kamu pacaran sama pelakor tak tahu malu seperti Suci. Tukang fitnah lagi. Mau maunya bercumbu dengan pria beristri. Mas Iqbal masih mending nggak pernah pegang pegang aku. Nah Suci....Iiiiiihhhhh jijik. Namanya saja Suci tapi hati, otak dan tubuhnya juga kotor." Ujar Alyn yang sudah terpantik emosi. Kata kata Alyn lebih pedas di banding ucapan Arya.


"Lyn. Aku terpaksa..." Belum sempat Arya menyelesaikan kalimatnya tapi sudah terpotong karena Alyn masih nyerocos.


"Iya, terpaksa menikmati." Sahut Alyn ketus.


"Maaf." Jawab Arya singkat.


"Ya." Di jawab ketus oleh Alyn. Kemudian Alyn berbalik memunggungi Arya.


"Huuuuufffhhh...Harus sabar. Jangan di ladeni. Nanti jatah belah duren tambah lama." Batin Arya.


Kemudian Arya merogoh saku celananya dan mengembalikan card memory milik Alyn.


"Ini aku kembalikan. Kamu melarikan diri dari ku karena ini kan. Jangan khawatir aku belum lihat isinya dan aku tidak akan melihat isinya tanpa izin dari mu." Ujar Arya. Dan Alyn menerimanya.


"Meskipun aku penasaran dengan isinya sampai kamu ngotot melarangku melihat isi dari card memory itu. Sebenarnya apa sih isinya itu sayang." Lanjut Arya.


"Mas penasaran ya... Kenapa nggak di lihat saja isinya." Ujar Alyn yang mulai tersulut api cemburu saat ingat bayangan Arya bermesraan dengan Suci.


"Nanti kamu marah." Ujar Arya.


"Lah ngapain marah... orang isinya cuma sepasang kekasih sedang bermesraan." Ujar Alyn.


"Ah...Aku tidak percaya istriku suka lihat begituan." Ujar Arya yang tidak menyadari apapun.


****

__ADS_1


__ADS_2