AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
BERKUNJUNG KE RUMAH MANTAN


__ADS_3

Alyn sangat khawatir saat Arya mengatakan akan pergi ke rumah Suci. Sejujurnya perasaan takut jika Arya akan berpaling dari Alyn itu masih betah tinggal di pikiran Alyn. Suci selalu berhasil membuat Alyn gelisah.


Mungkin Arya memang berusaha berubah menjadi manusia yang lebih baik. Tapi bagaimana dengan Suci. Jika Suci terus merayu Arya dan Arya kembali terbuai dengan pesona Suci bagaimana.


"Kenapa??? Kamu masih mencurigai ku???" Tanya Arya. Sejenak Alyn diam saja tidak menjawab.


"Suci itu licik mas. Bagaimana kalau dia merayu mu. Eh salah.... Suci itu lembut, selembut sutra,KATAMU. Tapi kalau menurut ku lebih mirip lelembut." Alyn menatap Arya dengan sinis, Mengingatkan Arya pada kata katanya dulu.


"Dasar wanita." Batin Arya.


"Aku pergi kesana bersama Brayen." Ucap Arya, berharap bisa menenangkan hati Alyn yang was was.


"Aku ikut." Ujar Alyn. Yang isi kepalanya sudah mengada ngada.


"Kamu berjalan saja kesulitan sayang. Bagaimana bisa ikut. Aku hanya sebentar ke rumah Suci, itu pun bersama Brayen. Setelah itu aku langsung terjun ke lapangan. Kalau kamu ikut bagaimana aku bisa bekerja." Ujar Arya menolak.


"Pokoknya aku mau ikut." Kekeh Alyn.


"Sudahlah kamu istirahat saja di rumah. Aku berangkat dulu." Arya mengecup kening Alyn dan beranjak dari tempat tidur. Arya melangkah menuju pintu keluar.


"Awas saja nanti malam minta jatah." Ujar Alyn dengan nada ketus saat Arya sudah menyentuh gagang pintu. Gertakan Alyn berhasil menghentikan langkah Arya.


"Nanti sore kita ke rumah Suci bareng. Sekarang aku bekerja dulu." Ujar Arya yang hanya menoleh dan menghilang di balik pintu.


"Dasar suami mesum. Di gertak gitu langsung manut(Menurut)." Alyn bergumam.


****


Alyn sangat bosan berada di atas ranjang. Yang bisa dilakukan hanya berguling guling dan memainkan Hp.


Alyn jadi teringat dengan masa lalunya bersama Iqbal dan Rani.


Iqbal lebih sering bersama dengan Rani sebagai Mak comblang sekaligus obat nyamuk, ketimbang bersama dengan Alyn.


Iqbal selalu meminta bantuan Rani tiap ingin bertemu dengan Alyn. Sebab Abah selalu menghalang-halangi Alyn untuk bertemu dengan Iqbal. Bukan tidak mungkin Iqbal menyimpan rasa pada Rani.


"Bagaimana cara menjodohkan mereka ya??? Iqbal orangnya seperti itu....Tau ah gelap."


****


Setelah melakukan peninjauan Arya memutuskan untuk pulang. Pukul 02.02 WIB Arya sampai di rumah dengan wajah yang letih.

__ADS_1


Arya memasuki kamar, melihat Alyn yang masih terlelap sementara Hpnya masih menyala. Arya menghampiri Alyn. Melihat sekejap drama Korea di Hp Alyn lalu memadamkannya.


Arya membelai rambut Alyn. Memandangi wajah orang terkasihnya saat terlelap selalu memberi kedamaian untuk Arya.


"Maaf..." Ucap Arya dengan tulus saat mengingat kesalahan dan perlakuannya terhadap Alyn dahulu. Karena kebodohannya, sampai detik ini Alyn tidak bisa sepenuhnya percaya pada Arya. Walaupun Arya berusaha cukup keras Alyn tetap meragukannya.


Arya beranjak dari tempat tidur kemudian memasuki kamar mandi. Arya mengguyur tubuh letihnya dengan air shower. Tubuh Arya terasa lebih segar dari sebelumnya.


Setelah itu Arya naik ke tempat tidur. Mencium kening Alyn lalu ikut tidur memeluk Alyn, mencium ceruk leher Alyn sebelum akhirnya benar benar tertidur.


****


Saat terjaga, Alyn sudah melihat Arya berada di sampingnya memeluk Alyn.


"Kapan mas Arya pulang." Gumam Alyn lirih.


Alyn menggeser tubuhnya menghadap ke arah Arya yang posisinya menyamping. Alyn memeluk erat-erat tubuh Arya seperti orang yang takut akan kehilangan. Wajah Alyn bergumul di dada kekar Arya.


Beberapa saat kemudian, Di pandanginya wajah tampan Arya. Kepala Alyn tergerak untuk mencium bibir Arya. Dan Arya membalas ciuman Alyn. Alyn yang terkejut memundurkan wajahnya. Sejak kapan Arya bangun.


"Kenapa kamu selalu menggoda ku di saat aku tidur." Gumam Arya dengan suara parau. Arya menarik Alyn dan memeluknya lebih erat.


"Kapan kamu bangun mas?" Tanya Alyn.


"Mas jangan sekarang. Kita kan mau ke rumah Suci. Kalau aku tidak bisa jalan bagaimana?..."


"Aku akan menggendong mu." Ucap Arya yang tidak peduli penolakan dari Alyn.


****


Rencana berkunjung ke rumah Suci sore hari berubah jadi malam hari.


Brayen duduk di kursi kemudi, mengemudikan mobilnya dan Arya berada di sampingnya memandangi wajah cantik Alyn lewat spion mobil. Sementara Alyn duduk di kursi penumpang memainkan ponsel.


Tidak lama kemudian mereka sampai di halaman rumah Suci. Mereka semua turun dari mobil.


"Mas tungguin." Ucap Alyn yang kesusahan berjalan. Arya ingin menggendong Alyn tapi dia tidak mau.


Brayen geleng geleng kepala berjalan mendahului sepasang suami istri yang sedang ribut karena sang istri susah berjalan.


Brayen membunyikan bel rumah Suci. Dalam waktu 2 menit pintu itu terbuka.

__ADS_1


"Maaf cari siapa?" Tanya Suci pada Brayen. Tapi Brayen tak bergeming. Tetap berdiri tegap penuh wibawa.


Kemudian mata Suci mengarah pada keributan kecil antara sepasang suami istri. Pemandangan yang membuat matanya perih.


Tanpa Suci sadari dan tanpa permisi Brayen memasuki rumah Suci.


"Ayo sini aku gendong." Ujar Arya yang sudah mau menggendong Alyn tapi tangan Arya di tepis oleh Alyn.


"Nggak mau. Malu mas. Tuh lihat ada orang." Dagu Alyn menunjuk tiga orang tetangga Suci yang sedang duduk di halaman rumah mereka. Jarak mereka tidak terlalu jauh dari Alyn dan Arya berdiri.


Mereka melihat ke arah sepasang suami istri ini. Mungkin mereka berpikir, apa yang Alyn dan Arya perdebatkan.


"Sayang...Kamu itu merepotkan sekali, jalan tidak bisa, di suruh diam di rumah tidak mau. Di gendong juga tidak mau." Ucap Arya yang gemas pada Alyn.


"Mas kamu bilang aku merepotkan. Yang bikin aku tidak bisa jalan siapa! Disini kamu bilang aku merepotkan. Kamu tidak ingat bagaimana kamu ngerayu aku di atas ranjang, sampai bikin aku tidak bisa jalan gini. Aku kabur kamu juga kamu kelimpungan." Arya mulai kesal dengan ocehan Alyn yang merembet kemana-mana.


"Ya sudah, mau kamu sekarang gimana?" Tanya Arya. Alyn tersenyum melihat penampakan Suci dia ambang pintu.


"Gendong saja lah." Ucap Alyn yang sengaja mengompori Suci.


"Kenapa tidak dari tadi." Ujar Arya yang sudah kesal. Kemudian Arya menggendong Alyn tanpa memperdulikan tatapan Suci yang matanya sudah memicing.


"Ayo masuk." Ucap Arya melewati Suci sambil menggendong Alyn. Arya seperti sudah hafal seluk beluk rumah Suci.


"Mas kamu itu tidak sopan masuk rumah orang main nyelonong saja." Ucap Alyn.


"Tapi kamu suka kan." Ujar Arya.


"Iya." Ucap Alyn tersenyum penuh kemenangan.


Arya mendudukkan Alyn di atas sofa ruang tamu. Yang di susul oleh Arya dan Suci. Sementara Brayen sudah standby sejak tadi.


"Mas Arya, kenapa kamu membawa mereka berdua kemari?" Tanya Suci to the point.


"Biar tidak terjadi fitnah." Jawab Alyn.


Tanpa basa basi Brayen menyalakan laptopnya dan memutar rekaman CCTV kemudian mengarahkannya ke arah Suci.


Suci terkejut menyaksikan rekaman CCTV menunjukkan bahwa Suci memasuki hotel bersama dengan laki laki yang tidak di kenalnya.


Air mata mulai lolos bercucuran dari mata Suci.

__ADS_1


*****


Selamat menikmati


__ADS_2