
Alyn terkejut saat mendengar Adiknya terjatuh dari pohon. Alyn sudah membayangkan hal buruk apa yang terjadi pada Alena.
"Gimana keadaan Alena?..."Tanya Alyn.
"Kakinya terkilir kak tidak bisa jalan. Mau pulang takut di marahi Uminya, soalnya kemaren udah kecemplung got."Jawab sahabat Alena, untung yang menemui mereka Alyn, Jika yang membuka pintu Umi, pasti sudah ngedumel.
"Di mana dia sekarang?" Tanya Alyn.
"Di kebon mang Edi."
"Huuuuufffhhh anak itu.... Ya sudah sana pulang... Nanti aku nyusul." Ujar Alyn.
Kemudian Alyn menghampiri Arya. "Mas ikut aku yuk sebentar." Ujar Alyn.
"Ke mana Sayang?" Tanya Arya.
"Ke kebon mang Edi." Jawab Alyn
"Kenapa nak? ada apa?" Tanya Umi.
"Adik kakinya terkilir Mi." Jawab Alyn.
"Pasti naik pohon mangga mang Edi lagi. Nggak ada kapok kapok nya tuh anak..." Lanjut Umi menggerutu.
"Ya Sudah Mi Alyn pergi dulu ya." Kemudian Arya dan Alyn pergi meninggalkan Abah dan Uminya, dengan menggunakan motor milik Alena yang sudah di modifikasi. Hampir setiap hari Alena Si Gadis pecicilan itu membuat ulah jadi Abah dan Uminya sudah terbiasa.
****
"Lena...Ayo aku antar kamu pulang." Ucap Ali, laki laki yang sudah lama menyukai Alena.
"Eeeeehhh....Jangan pegang pegang bukan mahrom." Ketus Alena saat Ali hendak menggendong Alena yang duduk di atas batu.
"Terus sampai kapan kamu disini. Ini sudah hampir magrib loh." Ujar Ali.
Bibir Alena mengambang melihat ke arah jalanan beraspal. Dari kejauhan Alena sudah bisa melihat Arya, Kakak iparnya yang tampan mengendarai motor menghampiri dirinya.
Setelah sampai di hadapan Alena, Alyn turun menghampiri Adiknya. Sementara Arya masih duduk di atas motor.
"Mbak kapan datang?" Tanya Alena nyengir kuda seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya
__ADS_1
"Dari tadi dek... Kamu tuh gimana Kok bisa sampai jatuh dari pohon?..." Ujar Alyn yang khawatir melihat adiknya.
"Tadi manjat pohon, pengennya rujakan tapi malah jatuh dan nggak bisa jalan... Untung yang datang Mbak. Coba saja kalau Umi yang datang, pasti udah bawa sapu-sapu." Ujar Alena terkekeh walaupun kakinya terkilir tapi dia terlihat baik baik saja.
"Ayo sini mbak bantu berdiri." Ucap Alyn yang tangannya sudah siap memapah adiknya.
"Mbak janji ya Nanti kalau Umi marah-marah Mbak lindungi aku ya!" Ujar Alena memohon mengatupkan kedua tangannya pada Alyn.
"He'em." Ujar Alyn hanya berdehem.
Kemudian Alyn dan sahabat perempuan Alena membantu Alena menaiki sepeda motor yang sudah di tunggangi Arya.
Arya mengemudi motornya dan Alena berada di tengah-tengah sedangkan Alyn berbonceng di belakang memegangi adiknya takut terjatuh.
Ali hanya bisa melihat orang terkasihnya pergi menjauh.
Setelah sampai di rumah. Alena sudah di suguhi wajah Umi yang terlihat kesal. Beruntung ada Arya, seandainya tidak sungkan dengan Arya. Umi Naya sudah pasti menyambut Alena dengan sapu sapu.
Umi Naya dan Alyn memapah Alena memasuki rumahnya. Bibir Umi tak henti hentinya komat Kamit memberi penyuluhan pada Alena.
****
"Adu dududu du duh...Aaaww...Aawww...Pelan pelan Bu De.... Sakiiiiit...." Triak Alena.
"Umi ini anak lagi sekarat kok di omelin terus sih...."
"Iiiliiiiiihhhh Ini anak kalo ngomong yaaa...Ngidam apa Umi dulu waktu hamil kamu. Kok punya anak model gini. Jadi anak Soleha ya ndok kamu jadi anak Soleha, jadi anak Soleha ya, jadi anak Soleha, jadi anak Soleha pokoknya." Ujar Umi Naya sambil mengelus dada karena emosi, setiap Umi Naya marah selalu mengatakan hal baik setelah ngomel. Sebab Umi takut mengeluarkan kata buruk yang nantinya jadi kenyataan.
"Amin." Jawab seisi rumah yang berada di dalam kamar namun masih bisa mendengar berdebatan anak dan ibu itu di ruang tamu itu.
"Ingat ya disini ada suami Mbak mu, jadi kamu harus jaga sikap." Ucap Umi lirih takut Arya mendengar.
****
"Maaf ya mas. Mas jadi denger keributan di rumah ini." Ucap Alyn yang malu pada Arya karena tingkah laku Alena yang pecicilan hingga membuat sedikit kegaduhan di rumahnya
"Adikmu lucu. Kalau tidak ada dia rumah ini pasti sepi." Ucap Arya tersenyum pada Alyn. Karena Arya tak ingin Alyn merasa sungkan pada Arya. Sebab Keluarga Alyn berarti Keluarga Arya juga. Sama halnya Alyn yang menganggap ke dua Orang tua Arya seperti orang tua kandung. Maka begitupun sebaliknya Arya.
"Aku sudah mengabulkan keinginan mu. Sekarang mana hadiah untuk ku." Ujar Arya.
__ADS_1
"Mas minta hadiah Apa?" Tanya Alyn.
"Aku mau anak darimu." Jawab Arya. Kemudian Alyn langsung mencium suaminya. Memegang kendali. Melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
Alyn sudah bisa memaafkan kesalahan Arya dengan tulus. Karena dengan memaafkan dan keikhlasan hati akan lebih tenang. Banyak pernikahan yang awalnya penuh dengan prahara air mata tapi dengan mengukur banyaknya kebaikan setelah saling memaafkan maka pengalaman pahit itu akan sirna juga akhirnya.
Banyak pernikahan yang kandas karena pengkhianatan tapi percayalah tidak sedikit pula pernikahan yang selamat karena pertaubatan dan keikhlasan. Hanya saja kebanyakan perempuan tidak mengumbar aib suaminya pada khalayak, sebab aib suami adalah aib istri. Namun terkadang meminta solusi pada orang yang bisa di percaya itu perlu.
****
Keesokan paginya Alyn Sudah berkutat di dapur bersama Uminya. Mereka membagi tugas. Umi mengeksekusi sayur dan bumbu dapur, sementara Alyn mengeksekusi ikan.
Saat matahari mulai terbit Arya berjalan jalan di pantai. Memijakkan kakinya di hamparan pasir putih penuh kenangan.
Setelah selesai memasak Alyn pergi ke kamarnya untuk mengajak Arya makan bersama. Namun kamar itu kosong. Alyn mencari Arya di seluruh ruangan namun Alyn tak dapat menemukan Arya.
"Abah lihat mas Arya tidak?...." Tanya Alyn saat berpapasan dengan Abah yang keluar dari kamar.
"Oh... Tadi suamimu pamit mau jalan-jalan ke pantai." Ujar Abah.
"Oh...Abah... Alyn mau nyusul mas Arya dulu ya..." Ujar Alyn.
Alyn berjalan menuju pantai yang letaknya tidak jauh dari rumah Alyn. Alyn berjalan kesana kemari mencari keberadaan Arya tapi tidak kunjung di temukan.
"Aaakkkkhhhhh...." Alyn terkejut saat Arya menyergap Alyn dari belakang.
"Mas kamu itu ngagetin aku tau... Lepas mas malu takut ada orang lihat." Ujar Alyn yang masih berada di pelukan Arya.
"Sejak tadi disini tidak ada orang. Mungkin karena cuaca sedang tidak bersahabat. Nelayannya libur." Ucap Arya sambil mengecupi pipi istri tercintanya.
"Tetap saja takut mas kalau ada yang lihat gimana! Mereka akan bilang apa! Ayo mas pulang, nanti lanjut di kamar saja." Ucap Alyn yang gemas pada Arya yang tidak tahu tempat.
"Tidak akan ada yang lihat. Kita di tutupi gubuk gini." Ujar Arya yang posisinya memang berada di depan gubuk, maka dari itu Arya berani bermesraan dengan Alyn di area terbuka.
"Ayo mas pulang sarapan dulu." Ujar Alyn.
"Aku tidak lapar. Aku pengen makan kamu di gubuk ini." Ujar Arya mengecup leher Alyn.
"Iiiliiiiiihhhh mas kamu apaan sih?..." Ujar Alyn.
__ADS_1
****
Selamat menikmati....