AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
AKU BERUSAHA PERCAYA


__ADS_3

Rani yang sudah jengkel akhirnya menerima panggilan itu.


"Halo halo halo halo.... Maaf Ini siapa ya?...Kenapa setiap telepon selalu tidak mengeluarkan suara?... Saya itu sibuk. Tolong jangan diganggu. Kau tahu tidak, kepalaku ini sampai Teleng karena menaruh HP di telingaku soalnya tanganku tidak bisa pegang HP lagi kotor. Jadi tolong pengertiannya jangan ganggu saya. Saya bukan pengangguran. Saya orang sibuk. Pliiiiiiisss mengerti sedikit oke. Ingat jangan telepon lagi. Sambungannya aku putus. Maaf seribu maaf tolong jangan ganggu lagi. AKU MENCINTAIMU BY BY. Tuut. " Rani memutus sambungan telepon itu.


"Kenapa kamu bilang CINTA pada orang yang tak dikenal." Tanya Alyn pada Rani.


"Biasa. Gayae gayae..." Celetuk Rani.


"Terus kenapa kepala mu Teleng begitu. Kan bisa di loud speaker." Ujar Alyn.


"Oh iya ya." Ujar Rani.


****


Tepat jam 12.00 WIB Suci mulai terbangun dan membuka mata. Kepingan kejadian semalam mulai terkumpul di ingatannya.


Suci terbangun sendirian di atas ranjang dengan dibalut selimut berwarna putih.


"Mas Arya, Mas Arya. Mas kamu di mana?... Panggil Suci mencari keberadaan Arya tapi tidak kunjung ada sahutan.


Kemudian Suci turun dari ranjang dan melangkah.


"Aaakkkkhhhhh." Suci mendesis kesakitan karena area pangkal pahanya masih terasa perih.


Suci berjalan menuju kamar mandi dengan dengan perlahan karena sakit membuatnya kesulitan melangkah. Kini ia berada di depan cermin Suci memperhatikan tubuhnya yang penuh dengan bekas kissmark.


Kemudian Suci membersihkan dirinya menggosok tubuhnya sambil bersenandung.


Lagu Lynda Moymoy...


"Aku gadis tapi bukan perawan."


"Keperawananku sudah hilang."


"Lalalalalalalala...."


*****


Tepat jam 13.00 di kediaman Arya. Setelah kepulangannya dari Cafe Alyn yang kelelahan tidur di atas ranjang empuknya. Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Akhirnya Alyn terbangun dan menghampiri pengetuk pintu itu.


"Ada apa Bi?" Tanya Alyn pada Bi Ijah.


"Ada perempuan yang ingin bertemu dengan Anda. Katanya dia adalah teman Anda." Ucap Bi Ijah.


"Siapa Bi namanya?" Tanya Alyn.


"Katanya namanya adalah Suci." Jawab bi Ijah.

__ADS_1


"Deg." Jantung Alyn berdenyut nyeri ketika mendengar nama Suci disebut sebut.


"Suruh dia masuk. Tidak usah menyuguhkan apapun dia tidak akan lama." Ujar Alyn.


Kemudian Alyn membasuh wajahnya ke kamar mandi dan mengeringkannya dengan handuk.


"Mau apa lagi pelakor itu datang kemari?" Gumam Alyn.


Kemudian Alyn menghampiri Suci yang duduk di sofa ruang tamu.


"Ada apa lagi pelakor datang kesini? Kamu sudah tidak ada urusan lagi dengan keluarga ini." Ujar Alyn to the point.


"Ah Jangan panggil aku pelakor, ucapan adalah doa loh." Ujar Suci.


"Kau disini bukan tamu. Kau itu adalah parasit."


Suci tidak memperdulikan ucapan Alyn. Dia berjalan kesana kemari memperhatikan rumah besar Arya.


"Ternyata rumah Mas Arya besar sekali ya." Ujar Suci sambil menyentuh meja yang berisi barang-barang antik.


"Iya sayang sekali ya kamu tidak berjodoh dengan mas Arya. Kamu jadi tidak bisa menikmati fasilitas mewah di sini. Terima kasih sudah menjaga mas Arya ku selama 5 tahun ini ." Ujar Alyn.


"Kau itu sungguh istri tidak punya harga diri ya. Sudah diselingkuhi suami masih tetap mau bertahan." Ucapan Suci membuat Alyn semakin geram.


"Semua manusia pernah melakukan salah. Aku hanya memberikan kesempatan Mas Arya untuk bertaubat." Ujar Alyn.


"Ah bertaubat. Kau tidak tahu ya semalam aku dan mas Arya sudah bercinta." Ujar Suci dengan senyum mengejek.


"Sakit kan menerima kenyataan suamimu masih menjalin hubungan dengan ku. Simpanlah sedikit harga diri di hatimu dan segera tinggalkan Mas Arya. Kalau begitu aku permisi pulang dulu." Ujar suci.


"PELAKOR tunggu dulu.'' Panggil Alyn dan Suci menghentikan langkahnya saat mendengar panggilan itu.


"Ada apa lagi?" Tanya Suci.


"Kau masih punya hutang padaku." Jawab Alyn.


"Hutang apa?" Tanya Suci. Alyn menghampiri Suci.


"Plaaak." Satu tamparan mendarat di pipi Suci.


"Sekarang kita impas." Jawab Alyn dengan tegas. Kemudian Suci hendak membalas tamparan dari Alyn tapi berhasil dicegah oleh Alyn Kemudian Alyn memelintir tangan Suci ke belakang sehingga Suci mengaduh kesakitan dan Alyn langsung mendorong Suci.


"Kau tidak akan bisa mengalahkan Aku. Di rumah sakit kau bisa menamparku karena aku mengalah padamu agar mas Arya tahu sifat aslimu." Ucap Alyn.


"Apa kamu pikir aku percaya padamu dengan semua kata-katamu. Ucapan pelakor itu berbisa seperti ular, mana bisa dipercaya. Aku lebih percaya pada suamiku dari pada kepadamu. Sekarang pergilah dan jangan injakan kaki mu lagi di sini." Ujar Alyn.


Kemudian Suci pergi dengan kekalahan meninggalkan rumah Arya.


"Tidak akan ada Satu tetes air mata pun yang akan jatuh mas Arya. Aku sudah berusaha membuka hatiku untukmu dan memberimu kesempatan. Aku juga sudah belajar maafkanmu tetapi jika yang dikatakan Suci itu benar. Maka hubungan kita akan benar benar kandas Mas." Gumam Alyn menahan air mata walau dada terasa sesak.

__ADS_1


"Tapi aku berharap ucapan Suci cuma bualan semata." Lanjut Alyn.


****


Tepat jam 2 siang, Arya keluar dari kantornya hendak melakukan meeting di luar bersama dengan Nadia asisten pribadi Arya. Tiba-tiba Arya dikejutkan dengan pelukan seseorang dari belakangnya.


"Mas aku kangen sama kamu." Ujar Suci.


"Deg." Jantung Arya terlonjak kaget.


"Kenapa kamu tinggalkan aku di hotel itu sendirian." Ucap Suci pada Arya.


Seketika Arya langsung menghempaskan tangan Suci dan mendorong Suci.


Kemudian Arya menarik tangan Suci. membawa Suci ke tempat yang sepi.


"Apa yang kau katakan? apa kau sudah gila?... Karena masih mengingat masa lalu kita yang baik, Aku sudah maafkan mu karena sudah mengirimi Alyn video laknat kita dan aku harap kamu tidak akan melakukan kesalahan lagi. Karena aku tidak akan memaafkanmu jika hubunganku dan istriku rusak. Jika itu terjadi maka aku juga akan merusak hidupmu." Ujar Arya tegas.


"Mas apa yang kau katakan?... Setelah kita melewatkan malam panas berdua kenapa kamu berkata seperti ini?..." Tanya Suci.


"Malam panas apa yang kamu maksud?... Apa kau sudah gila?..." Ujar Arya yang tidak mengerti maksud dari perkataan Suci.


Arya merasa ada yang tidak beres dengan Suci. Suci berusaha memeluk Arya tapi Arya menolak dengan tegas dan mendorong Suci dan tidak memberikan Suci kesempatan untuk menyentuhnya.


"Dengarkan aku Suci hubungan kita sudah berakhir. Aku sudah menikah dan apapun alasannya Aku tidak akan kembali padamu. Aku sudah tobat. Aku harap kau juga tobat." Ujar Arya.


"Setelah semalam kita bercinta. Kenapa kamu berkata seperti ini mas?" Ucap Suci.


Arya tercengang mendengar ucapan Suci.


Dan dijadikan kesempatan Suci untuk mencium bibirnya.


Satu tamparan mendarat di pipi Suci.


"Mas Kenapa kau menamparku? Kenapa kamu sama jahatnya dengan istrimu? Tadi istrimu menamparku dan sekarang kau juga menamparku." Ucap Suci menangis.


"Apa maksudmu hah? Apa maksudmu? Apa kau tadi menemui istriku? Jawab? Apa yang kau katakan pada istriku. Katakan jangan diam saja." Ucap Arya dengan lantang sambil memegang bahu Suci dan mengguncangnya.


"Aku mengatakan yang sejujurnya mas, bahwa semalam kita bercinta." Jawab Suci.


"Oh ya Tuhan...." Arya berseru.


"Apa kau sudah tidak waras? Apa kau mabuk? Kapan aku menyentuh mu? Sepanjang hari aku bersama Alyn dan semalaman aku berada di rumah." Ujar Arya yang kalut membayangkan reaksi Alyn. Saat Arya hendak pergi, Suci memanggilnya.


"Mas kau jangan bohong." Ujar Suci.


"Untuk apa aku berbohong. Aku akan memberikan buktinya padamu." Jawab Arya.


"Kalau bukan kamu, lalu siapa laki-laki semalam.?" Tanya Suci. Bukannya menjawab Arya malah pergi meninggalkan Suci.

__ADS_1


*****


JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT


__ADS_2