
"Umi nginep sini ya, Alyn masih kangen dengan Umi dan Abi" Ucapku. Sengaja memancing emosi mas Arya. Benar saja mas Arya langsung memberiku tatapan tajam.
"Sayang. Jangan memaksa Umi dan Abi nginep disini jika mereka tidak bisa. Pagi hari Abi harus ke toko. Sedangkan toko Abi dari sini jaraknya cukup jauh." Mas Arya tak mau kalah, dia berusaha mencari alasan yang tepat untuk menolak permintaanku.
"Sebenarnya aku sangat merindukan orang tuaku di kampung Nelayan. Dengan adanya Abi dan Umi disini sedikit mengurangi rasa rinduku pada meraka. Aku disini ikut suami. Aku tidak ada kerabat disini. Cuma Abi dan Umi keluargaku disini.Aku merasa kesepian disini"
Aku memasang wajah sesendu mungkin. Sambil memijit kaki Umi. Aku melirik Abi dan Umi. Abi mengangguk pada Umi.
"Baiklah kami akan tidur disini. Secepatnya kamu harus punya anak biar tidak kesepian lagi di rumah yang sebesar ini. Kamu pasti akan bahagia jika sudah menjadi seorang ibu."
Setiap membahas masalah anak hatiku terasa di remas remas. Bukan aku yang mandul tapi sepertinya suamiku yang impotent.
Sebelum suamiku mencintaiku dan meninggalkan wanita simpanannya itu. Aku berharap dia benar benar impotent, Karena aku tak ingin dia melakukan perzinahan dengan wanita simpanannya.
Setelah berbincang bincang cukup lama, aku undur diri karena mataku sudah tidak bisa di ajak kompromi.
__ADS_1
Aku berjalan menuju kamarku yang berada di sebelah kamar mas Arya. Saat tanganku menyentuh gagang pintu, aku melihat mas Arya menatapku. Seolah olah mengatakan jangan tidur di kamarku.
Aku mengalihkan tubuhku ke kamar mas Arya. Aku memegang gagang pintu dan melihat mas Arya. Dia sudah tidak menatap ku.
Aku memasuki kamar mas Arya. Aku tidur di atas ranjangnya. Baru saja kepalaku menyentuh bantal, aku sudah terlelap karena begitu lelah dan ngantuk.
Baru beberapa menit aku tertidur, bahuku terasa berguncang. Saat aku membuka mataku, benar saja mas Arya membangunkanku.
"Bangun. Turun dari ranjangku." Aku langsung terduduk dan mengucek mataku. Bagaimana aku bisa lupa seperti apa hubunganku dengan mas Arya. Hanya karena kantuk menyerang aku lupa posisiku di hati mas Arya.
"Alyn. Kau mau kemana?" Ujar mas Arya.
"Mau tidur di kamarku lah mas." Jawabku.
"Tidak boleh. Bagaimana jika Abi dan Umi tau kita tidur terpisah."
__ADS_1
"Lalu aku harus tidur di mana mas? kamu sendiri melarangku tidur di ranjang mu."
"Tidur di mana saja, asal di kamar ini tapi tidak di ranjang ku." Ucap mas Arya. Dia sangat keterlaluan, padahal aku ini istrinya.
"Aku tidak mau."Aku melangkah menuju pintu tapi mas Arya sudah mendahuluiku dan mengunci pintunya. Kuncinya ia masukkan dalam saku piyamanya.
"Mas buka pintunya. Aku janji sebelum Abi dan Umi bangun aku pasti sudah ada di kamar mu lagi"
"Maaf aku tidak mau ambil resiko, aku takut ketahuan jika kita tak sekamar. Ini adalah resiko yang harus kamu ambil karena sudah mengundang Abi dan Umi nginep disini."
"Kamu keterlaluan mas. Aku ini istrimu."
" Ini hukuman karena kamu sudah berani membangkang suami." Arya masih kesal pasca pertemuan Alyn dan mantan kekasihnya.
***
__ADS_1
jangan lupa dukung author pake like komentar vote