AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
KECEMASAN ARYA


__ADS_3

Arya berjalan menghampiri Nadia.


"Nadia Kau batalkan rapat hari ini. Aku ada urusan mendesak." Titah Arya.


"Baik Tuan." Jawab Nadia yang selalu patuh pada perintah Arya tanpa meminta alasan.


Kemudian Arya bergegas menuju mobilnya di parkiran sambil menelpon Brayen.


"Aku butuh bantuanmu. Segera cari informasi di mana keberadaan Suci kemarin. Terutama semalam." Perintah Arya pada Brayen.


"Kau punya masalah apa lagi Arya?" Tanya Brayen.


"Suci mengatakan pada istriku bahwa kami semalam bercinta di sebuah hotel."Sahut Arya.


"APA?...." Brayen terkejut. "Tapi kau sungguh tidak melakukan itu kan?..." Lanjut Brayen.


"Apa kau pikir aku sebejat itu." Ujar Arya dengan lantang.


"Ok, baik lah baik lah... Tidak usah marah begitu." Jawab Brayen. Kemudian Arya mematikan sambungan telponnya.


Arya memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan penuh. Arya tidak peduli dengan keselamatannya di jalan. Arya juga tidak peduli dengan pengguna jalan lain yang mengumpat.


Namun laju Arya terhenti di lampu lalu lintas yang sedang berwarna merah.


"Sial sial sial.... Kenapa lama sekali." Ujar Arya yang sedari tadi terus saja mengumpat. Padahal baru 3 menit dia terjebak lampu merah.


Pikiran Arya terus tertuju pada Alyn. Arya takut Alyn kabur lagi darinya. Padahal sudah mati matian Arya berusaha meluluhkan hati Alyn.


Setelah hati Alyn mulai luluh dan mulai percaya padanya. Arya tidak mau Alyn kembali meragukan Kesetiaan dan ketulusan Arya.


Lampu lalu lintas kembali hijau. Arya kembali mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sialnya lagi lagi Arya terjebak macet. Membuat Arya semakin kesal dan gelisah. Kata cerai yang selalu di cetuskan Alyn kembali terngiang-ngiang di benak Arya.


Bayangan air mata yang sering mengalir dari mata lentik Alyn terus berkelebat di pikiran Arya.


Arya menghubungi Bi Ijah. Menanyakan keberadaan Alyn. Bi Ijah mengatakan bahwa Alyn berada di dalam kamar sejak tadi dan tidak keluar sama sekali.


Arya meminta agar Alyn tidak di perbolehkan keluar rumah. Karena Arya takut Alyn akan kabur lagi.


Arya keluar dari dalam mobil meninggalkan mobilnya di tengah kemacetan.

__ADS_1


Arya berlari melewati setiap kendaraan yang terjebak macet.


Arya mengotak-atik HPnya untuk memesan Ojek Online agar lebih efisien waktu.


Kemudian Arya menghubungi seseorang untuk mengurus mobilnya.


Kini Arya sudah menaiki ojek online dengan prasaan ketar ketir. Di tengah perjalanan Arya sangat gelisah.


"Lebih cepat pak." Ujar Arya pada pengemudi ojek online itu.


"Waaaahhhh lama sekali...Turun pak biar saya yang menyetir."Ujar Arya. Karena merasa pengemudi ojek online itu sangat lamban.


Kemudian pengemudi ojek online itu turun dan di gantikan oleh Arya yang mengemudikan motornya.


Arya mengemudikan motornya dengan sangat kencang karena sudah terlepas dari jalanan yang macet. Angin terasa sangat kencang menubruk Arya. Membuat pakaian Arya dan tukang ojek online itu terbang mengikuti arah angin.


Saking cepatnya Arya mengemudikan motornya membuat pemilik motor online yang sudah berusia setengah abad itu takut dan memeluk pinggang Arya dengan erat. Tapi Arya tak mempermasalahkan hal itu... Arya sadar bahwa dirinya yang salah.


Tidak lama kemudian Arya sampai di depan rumahnya. Arya membayar pengemudi objek online itu dengan jumlah yang banyak.


"Maaf ya pak." Ujar Arya sambil membuka helmnya dan membayar ongkos pada pengemudi ojek online itu.


"Tidak apa-apa, kembaliannya untuk bapak." Ujar Arya kemudian berlari secepat kilat memasuki rumahnya.


"Alyyyyn...." Sesampainya di dalam rumah Arya mencari Alyn. Di dalam kamar Alyn juga tidak ada, bahkan Arya mencari ke dalam kamar mandi kamarnya, Alyn juga tidak ada.


Kemudian Arya keluar dari kamar Alyn. Arya berpapasan dengan bi Ijah.


"Bi di mana istriku?..." Tanya Arya pada Bi Ijah.


"Tadi saya lihat nyonya ada di ruang makan tuan." Jawab bi Ijah.


"Huuuuufffhhh..." Arya menghembuskan nafas, sekarang dia sedikit lebih lega. Hanya tinggal bagaimana cara meyakinkan Alyn bahwa apa yang di katakan Suci itu tidak benar.


Arya berharap Brayen segera menemukan bukti bahwa dirinya tidak bersalah.


Arya memasuki ruang makan. Dia melihat Alyn duduk di kursi meja makan sedang mengoles selai di atas roti.


"Sayang..." Ujar Arya, namun Alyn tidak menjawab. Arya dapat melihat aura dingin terpancar dari diri istrinya.


"Sayang aku bisa jelaskan semuanya. Bahwa apa yang di katakan Suci itu tidak benar." Ujar Arya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Alyn.

__ADS_1


Alyn melihat tubuh Arya yang lusuh, Wajah yang kusam penuh dengan keringat. Nafas Arya terlihat memburu karena berkejaran dengan waktu. Dadanya naik turun dengan pandangan mata penuh kecemasan.


"Duduk lah mas." Ujar Alyn. Alyn menyuruh Arya duduk di kursi meja makan. Setelah Arya duduk di kursi, Alyn mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Alyn tunggu. Kita harus bicara." Ujar Arya mencekal pergelangan tangan Alyn.


"Huuuuufffhhh. Aku mau buatin kamu teh dulu." Ujar Alyn.


"Tidak perlu. Aku ingin segera meluruskan segalanya." Ujar Arya yang sudah tampak gelisah.


"Aku tidak akan pergi. Aku hanya mau ngeteh sama kamu. Istirahat lah dulu." Ujar Alyn. Kemudian Arya melepaskan tangan Alyn.


Kemudian Alyn bergegas pergi meninggalkan Arya. Dan Arya langsung menelungkupkan kepalanya ke atas meja. Arya sangat lelah nafasnya masih berderu.


Semua tak sesuai dengan ekspektasi Arya. Arya pikir Alyn akan marah marah. Dan menuduh Arya yang tidak tidak.


Tapi yang terjadi malah sebaliknya, Alyn masih mau melayani Arya. Tapi Arya masih takut sikap tenang yang Alyn tunjukan malah diam diam menghanyutkan. Jika mendadak Alyn meminta cerai dan minta di pulangkan ke kampung Nelayan bagaimana?.... Pikiran Arya terus berkecamuk.


****


"Hatiku tidak baik baik saja mas." Gerutu Alyn di dalam dapur yang sedang mengaduk tehnya.


"Aku sendiri masih ragu dengan kesetiaanmu mas, tapi aku juga tidak boleh langsung percaya pada mulut berbisa pelakor itu."


"Aku sudah melihat rekaman CCTV di rumah ini. Sejauh ini aku sudah bisa merasakan ketulusan mu mas. Tapi aku hanya butuh kepastian mu mas. Selama ini aku tidak tahu apakah hubungan mu dengan Suci sudah benar benar berakhir apa belum. Hal ini lah yang membuat ku sulit untuk membuka hati." Ujar Alyn yang matanya fokus melihat teh panas yang sedang mengepulkan asap.


"Jika ternyata kamu masih memiliki hubungan dengan pelakor itu. Ku pastikan teh panas ini akan mendarat di Juniormu mas. Aku rasa hukuman ini lebih ringan dari pada hukuman bagi pezinah di akhirat nanti. Aku tahu aku salah karena tidak mau melayani mu di atas ranjang tapi aku takut jika segalanya telah ku berikan dan kita memiliki anak kau akan berkhianat lagi." Ujar Alyn menggerutu dalam hati sambil berjalan membawa nampan berisi teh panas.


Kemudian Alyn menyajikan teh panas itu tepat di hadapan Arya. Kemudian Alyn duduk di hadapan suaminya.


"Alyn, Suci bilang tadi dia datang menemui di sini." Ujar Arya.


"Kenapa mas bisa tahu?" Tanya Alyn.


"Tadi dia datang ke kantor ku. Apa saja yang Suci Katakan?" Tanya Arya.


"Wah ternyata mas masih ketemuan yah diam diam dengan Suci di belakang ku?" Ujar Alyn yang di buat santai walaupun hatinya perih.


****


Jangan lupa like komentar vote favorit + Nasehat biar ngarangnya konek

__ADS_1


__ADS_2