AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
KEHILANGAN ALYN


__ADS_3

"Mas balikin, itu punyaku." Pinta Alyn memelas.


"Akan aku kembalikan setelah aku melihat isinya." Ucap Arya dengan tegas. Membuat tubuh Alyn semakin gemetaran.


Alyn memeluk Arya berharap dia mau menuruti keinginan Alyn.


"Tolong balikin mas itu punyaku." Pinta Alyn merengek berharap Arya mau mengembalikan card memory itu pada Alyn.


"Tenanglah sayang. Aku hanya ingin tahu apa isi Card memory ini sampai kau ketakutan begini." Ujar Arya dengan tegas.


"Memangnya apa isi card memory ini sampai istri tercintaku cemas begini." Hati Arya sudah di liputi emosi karena Arya tahu ada rahasia besar yang Alyn sembunyikan darinya.


"Mas... i...itu... itu adalah foto masa kecilku dulu mas. Aku sedang tidak pakai baju. Aku malu kalau kamu melihatnya." Ucap Alyn berbohong. Tapi Arya terlihat masih ragu, dia menaikkan satu alisnya ke atas.


"Oh....ya...Aku sudah pernah melihat seluruh tubuhmu tanpa sehelai benang pun, kenapa kamu masih malu?...Sayang apa kau tidak bisa memberikan alasan yang lebih masuk akal?…" Ujar Arya memberikan tatapan yang dingin pada Alyn. Membuat Alyn semakin di rundung kecemasan.


Jika Arya melihat isi card memory itu dia akan benar benar mengurung Alyn di dalam sangkar emas ini.


"Pak Mun, tolong ambilkan laptop dan modemku di ruang kerja." Asisten rumah tangga itu bergegas pergi mematuhi perintah Arya.


Arya menarik tangan Alyn hingga dia terduduk di pangkuan Arya. Arya merengkuh pinggang Alyn dan menciumi ceruk leher Alyn. Sedangkan Alyn terus saja menatap tangan Arya yang mengepal memegang card memorynya dengan kuat.


Jika Alyn memaksa mengambilnya dari tangan Arya itu adalah hal yang percuma karena tenaga Arya begitu kuat jika di bandingkan dengan Alyn.


Kemudian pak Mun datang dengan membawa meja, laptop dan modem lalu meletakkannya di hadapan Arya yang sedang memangku Alyn.


"Pasang memory itu ke laptopku dan buka isinya." Arya melempar memory itu pada pak Mun. Mata Alyn hanya bisa mengikuti arah card memory itu. karena kini Arya bukan hanya memeluk pinggang Alyn tapi juga memeluk tangan Alyn. Membuat Alyn tak bisa berkutik.


"Baik tuan." Jawab pelayan itu.


"Kita lihat bersama isinya ya." Ucap Arya lalu mengecup pipi Alyn.


Pak Mun mengotak ngatik laptopnya dan saat dia mulai membuka file, dengan segera Alyn menendang laptop itu sangat kuat hingga jatuh ke lantai dan rusak.


Arya berdiri dan di ikuti Alyn.

__ADS_1


"Alyn apa yang kamu lakukan?..." Sentak Arya yang sudah memegang kedua lengan Alyn.


Mata mereka beradu. Hembusan nafas mereka sama naik turun mengikuti keluar masuknya udara. Mereka berdua sama sama emosi. Para asisten rumah tangga Arya yang pengertian melangkah mundur meninggalkan sang majikan.


"Ceraikan aku sekarang juga mas." Teriak Alyn. Ucapan Alyn bagai petir yang menyambar hati Arya.


Seketika Arya langsung melepaskan cekalannya dari tangan Alyn. Hancur. Ya hati Arya Wiguna sangat hancur. Di mana tawa dan senyum manis istri tercintanya ini untuknya? Baru tadi sore Alyn berjanji tidak akan meninggalkan Arya dan akan memberi Arya kesempatan. Ini lebih menyakitkan dari sebelumnya.


"Alyn apa yang kau katakan?" Teriak Arya yang sudah di kepung emosi bercampur perih di hati. Mata Arya sudah merah dan menggenang air mata, hanya belum menetes saja.


Arya berusaha menyentuh pipi Alyn tapi Alyn malah melangkah mundur.


"Kemana senyum manismu untuk ku tadi Sore Alyn. Baru tadi sore kau berjanji untuk tidak akan meninggalkanku tapi sekarang kamu malah meminta cerai dariku." Ujar Arya dengan penuh kesedihan. Arya terlihat begitu rapuh.


Alyn berteriak.


"Sakit maaaaasss.....Hati ini masih sakiiiitttt.....Luka ini belum sembuh maaaaasss....Belum sembuh....hikzzzzz.....Hatiku masih sakit maaaaasss.... tidak berkurang sedikitpun.... Bayanganmu saat bercumbu dengan wanita murahan itu terus saja berputar putar di benakku. Kamu menyakitiku terlalu dalam maaaaas." Alyn berteriak meraung raung mengeluarkan isi hatinya pada Arya. Teriakannya begitu pilu menyayat hati.


"Kamu terus saja membelanya dan selalu mengatakan kau mencintainya dengan mudah padaku padahal aku ini istrimu. Kau terus saja menyudutkanku padahal disini yang salah adalah kau dan dia." Lanjut Alyn dengan nada lebih lirih.


"Sayang....Jangan seperti ini. Jika kamu tidak mau aku melihat card memory itu maka aku akan mengembalikan sekarang juga tapi tolong jangan memintaku untuk menceraikanmu. Aku tidak bisa hidup tanpamu." Ucap Arya menyesali segalanya.


"Aku tidak mau. Aku hanya ingin cerai darimu."


"Lalu kenapa beberapa hari ini kamu bersikap manis padaku?" Tanya Arya.


"Jleb." lampu padam gelap. Gelap.


"Penjagaaaa, nyalakan genset." Triak Arya.


"Sayang kamu dimana." Arya meraba raba mencari keberadaan Alyn.


Beberapa menit kemudian listrik menyala. Tapi Arya di kejutkan dengan ketiadaan Alyn beserta card memorynya.


"Alyyyynnnn, Alyyyynnnn di mana kamu?..." Teriak Arya keluar kamar mencari Alyn.

__ADS_1


"Penjagaaa.... di mana istriku?" Arya berteriak mencari keberadaan Alyn tapi tak kunjung di temukan.


"Cari istriku di setiap sudut rumah." Perintah Arya yang kelimpungan mencari Alyn.


Arya berlari keluar dari rumah menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tidak melihat Alyn.


Penjaga menghampiri Arya ke luar rumah rumah di tengah lebatnya hujan.


"Maaf tuan, nyonya Alyn tidak ada di dalam rumah. Kami sudah mencarinya di semua tempat tapi tidak di temukan." Ujar penjaga.


"Apa yang kalian kerjakan sampai istri ku bisa keluar dari rumah ini. Kenapa kalian kerja tidak becus?" Teriak Arya yang begitu murka mencengkram kerah baju penjaga lalu mendorongnya.


Arya benar benar kalut dan takut kehilangan Alyn. Arya berlari memasuki gerbang rumahnya dan mengambil motor matic milik Alyn karena lebih mudah untuknya mencari Alyn dari pada menggunakan mobil.


Arya menyusuri setiap jalan di tengah guyuran hujan yang menusuk nusuk di kulit.


******


45 menit yang lalu. Alyn berlarian membawa card memory di pinggir jalan raya di tengah guyuran hujan.


"Ciiiiiiiiiiiitt" Suara decit mobil. Datang mobil menghadang jalan Alyn. Di kegelapan malam Alyn di paksa masuk mobil.


"Lepaaaaassss.....Kau siapa?" Alyn tidak bisa melihat wajah seseorang yang membawa paksa dirinya masuk ke dalam mobil. Dan lampu mobil pun mati dan mobil dalam keadaan gelap.


"Hapus semua rekaman CCTV jalan raya di daerah XXXXXX sekarang juga. Jika terlambat kau yang akan menerima hukumannya." Orang itu menelepon petugas pemerintah dan memerintah orang tersebut untuk menghilangkan jejak Alyn. Cahaya dari layar hp menampakkan wajahnya pada Alyn.


"Kamu...!" Alyn terkejut tak percaya dengan orang yang sudah membawa paksa dirinya.


*****


Jangan lupa dukung author pake like komentar vote favorit.


Dukungan kalian adalah MOODBOSTER bagi para Author biar semangat.


Jangan lupa tinggalkan like di setiap episode ya gaeeeessss PLIIIIIIISSS

__ADS_1


__ADS_2