AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
PERCOBAAN BUNUH DIRI


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Aku membawa Alyn ke Jakarta. Aku membawa Alyn ke rumah yang aku beli Satu bulan yang lalu. Rumah yang rencananya akan aku tinggali bersama Alyn dan anak anak kami kelak. Ternyata Rencana ku berubah haluan.


Kami hidup satu atap namun seperti orang asing.


Alyn istriku adalah gadis yang baik dan penurut. Dia ternyata adalah gadis pendiam. Sangat berbeda dengan Alyn kecilku dulu yang hiperaktif dan selalu menyerangku bahkan menggigitku jika aku menggodanya.


Istriku juga rajin beribadah. Terlihat setiap hari jam 03.00 WIB ia sudah terbangun. Untuk memasak nasi. Dan lauknya biasanya dia memasak sekitar jam 05.00 WIB setelah ia selesai mengaji. Setiap pagi aku selalu mendengarkan suara merdu istriku dalam melantunkan ayat-ayat Suci itu dari balik kamarku.


Tidak hanya itu, masakan istriku juga sangat lezat. Aku tidak pernah melewatkan makan di rumah. Selain karena masakan Istriku lezat, aku juga ingin menghargai jerih payahnya yang sudah susah payah memasak untukku.


Dia tidak pernah membuatku kelaparan saat aku berada di rumah. Dia selalu melayaniku sepenuh hati. Sungguh aku adalah suami yang beruntung mendapatkan istri sebaik Alyn andai tidak ada orang ketiga di antara kami.


Aku sudah bertekad untuk tidak menyentuh Alyn tapi diam diam aku selalu memperhatikan kebiasaannya. Hati dan tubuhku bertolak belakang dengan cara berpikirku.


Aku pikir mudah menahan hasrat untuk tidak menyentuh Alyn. Nyatanya hidup satu atap dengan istriku adalah godaan besar untukku. Apalagi dengan status kami sebagai suami istri. Tubuhku selalu merongrong untuk menuntut hakku.


Apa lagi saat Alyn berjalan di hadapanku hanya mengenakan handuk kecil membuat pertahananku mulai goyah. Pikiranku berkelana kemana mana.


Pekerjaan kantorku yang harusnya selasai tak kunjung usai karena terbayang bayang paha mulus Alyn.


Semua ini gara gara Suci. Andaikan dia bisa menerima takdir tentu hidupku takkan kacau seperti ini.


Aku sendiri heran kenapa laki-laki banyak yang ingin berpoligami sedangkan aku hanya dengan 2 wanita saja sudah membuat kepalaku pusing.


Aku mandi air dingin agar bisa lepas dari gelora hasratku yang mengungkung ku.


Aku sendiri heran kenapa langkah kakiku malah menggiring kakiku memasuki kamar Alyn.


Sial Kenapa Alyn tidur memakai pakaian seksi seperti itu. Membuat otakku semakin menggila. Aku menghampirinya mengambil selimut dan menutupi tubuhnya.


Ku perhatikan wajah polosnya. Aku tak tega melihat air mata dan kesedihannya, aku tahu dia sering menangis untukku tapi aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.

__ADS_1


Sial, menatapnya terus-menerus seperti ini membuat sesuatu terbangun. Aku harus segera pergi sebelum aku benar-benar kehilangan kendali ku.


Aku bangkit dari ranjang Alyn dan bergegas pergi namun baru beberapa langkah kakiku mengayun. langkahku terhenti.


"Tapiiiiii..... cicip sedikit tidak apalah dia kan istriku, toh Alyn tidak akan tahu dia kan sedang tidur."


"Aku laki-laki normal dan dia yang menggodaku. jadi...."


Ku kecup keningnya. Baunya harum dan menenangkan. Tapi aku masih belum puas. Kucium pipi, mata, hidung tapi aku belum cukup puas.


Ku pandangi bibirnya. Aku sangat penasaran seperti apa rasanya ciuman. Karena dengan Suci pun ku tak pernah. Aku tidak pernah tahu rasanya ciuman di bibir.


Ku beranikan diri mengecup bibir ranum itu secepat kilat. Jantungku bergemuruh. Ku coba lagi berlama lama di sana. Jantungku semakin tak karuan.


Aku tersentak saat Alyn mulai melenguh. Huh jantungku serasa mau copot. Lebih baik aku pergi dari kegilaan ini. Dari pada aku ketahuan nyolong.


*****


Keesokan hari.....


Seperti perselingkuhan ku yang sudah diketahui oleh Alyn.


Untuk pertama kalinya terjadi pertengkaran dalam rumah tangga kami setelah kami menikah selama 2 bulan, karena perselingkuhan ku yang ketahuan.


Alyn terus-terusan menyalahkanku. Aku tahu aku salah tapi karena Suci memfitnah Alyn maka aku menyudutkan Alyn. Karena kupikir Alyn benar-benar memukuli suci dan mempermalukannya di hadapan banyak orang.


Aku menyuruh orang untuk menyelidiki apapun yang dikatakan suci. Ternyata dugaan ku salah harusnya aku lebih percaya pada Alyn.


Aku sangat menyesali kebodohan ku, aku benar-benar suami yang bodoh. Tapi aku begitu pengecut untuk meminta maaf pada Alyn. Aku pun sangat malu pada Alyn. Menatap matanya pun aku tak mampu.


Aku merenungkan semua perkataan Alyn. Malam itu dia terlihat begitu menyedihkan aku tak tega melihatnya seperti itu. Semua ini karena salahku, karena kebodohan ku Dia menderita.

__ADS_1


*****


Pagi hari sebelum berangkat ke kantor aku mampir ke rumah Suci untuk menegaskan hubungan kami. Lagi-lagi aku mengakhiri hubungan kami. Aku sudah tidak peduli dengan Suci. Dia meraung-raung menangis memohon padaku tapi tak ku hiraukan aku tetap pergi meninggalkannya.


Baru beberapa jam Aku bekerja di kantor, asisten rumah tangga Suci menghubungiku bahwa Suci melakukan percobaan bunuh diri lagi dengan meminum satu botol pil obat tidur.


Suci benar-benar membuatku frustasi dan stress. Dia selalu berhasil menekanku, mengancamku akan bunuh diri jika aku mengakhiri hubungan kami. Bahkan dia selalu menyalahkan ku atas kematian kak Arfa. Aku segera pergi menuju rumah Suci. Untung rumah Suci dekat dengan kantorku. Aku tidak mau memanggil ambulans karena itu akan memicu perhatian banyak orang.


Aku membawa Suci ke rumah sakit beruntung nyawanya masih tertolong. Lagi lagi aku menjadi laki-laki yang plin-plan tidak punya pendirian. Melihat Suci tidak berdaya aku pun luluh dan menuruti permintaan Suci.


Aku merasa sangat bersalah pada Alyn. Semalaman Alyn pasti menangis karena tadi pagi aku melihat mata Alyn begitu bengkak.


Ingin sekali aku minta maaf dan memperbaiki rumah tangga kami, tapi aku malu nyatanya hubunganku dan Suci belum bisa berakhir.


*****


Beberapa hari setelah pasca Suci melakukan percobaan bunuh diri, sebelum ke kantor dan sepulang dari kantor aku selalu mampir ke rumah Suci untuk memastikan keadaan Suci baik baik saja karena keadaan Suci sedang tidak cukup sehat.


Anehnya setelah Suci melakukan percobaan bunuh diri dia semakin agresif padaku. Biasanya jika aku tidak mau dia tidak akan memaksa tapi si Suci terus-terusan memaksaku dan merayuku.


Padahal selama 5 tahun berpacaran dengan Suci aku selalu menjaganya. Aku hanya berani mencium kening atau pipinya saja. Dan Suci tidak keberatan dengan hal itu.


Aku laki-laki dan aku normal dia terus merayuku jelas aku tak tahan. Dia adalah kekasih haramku tentu aku masih memiliki batasan.


Pernah Suci merayuku untuk melakukan hubungan intim tapi aku menolak dengan sangat keras.


Andaikan Alyn yang agresif padaku mungkin aku akan langsung melucuti pakainya.


******


Yang gemes sama Arya siapa????.....

__ADS_1


Jangan lupa like komentar vote favorite


I LOVE YOU READERS


__ADS_2