
POV ARYA.
Suci membuatku devaju. Aku merasa traumaku akan menguasai otakku lagi.
Aku tidak menyangka Suci bisa melakukan hal senekat itu. Dia tersenyum padaku dan menyayat urat daninya hingga mengucur banyak darah segar dari sana.
Aku segera berlari keluar kamar melewati semua kerabat. Namun penghalang terbesarku menghadang, dia tidak mungkin membiarkanku pergi meninggalkan pengantinku. Bagiku Dialah ibu negara yang harus di patuhi oleh seluruh isi rumah(Umi Kulsum). Tapi Suci dalam bahaya, nyawanya ada di ujung tanduk.
"Mau kemana kamu Arya?" Umi menatapku dengan wajah curiga. Beliau mencekal tanganku. Jika aku memberikan alasan yang tidak masuk akal pasti dia akan mengurungku.
"Aku harus pergi Umi."Ujarku.
"Mau kemana kamu malam malam begini meninggalkan Istrimu." Tanya Umi yang emosi melihat kelakuanku. Aku benar-benar kalut. Waktuku tidak banyak, jika hanya untuk berdebat dengan Umi akan panjang urusannya.
"Alyn sedang datang bulan Umi." Ujarku memberikan alasan yang tidak masuk akal. Tapi cuma itu yang terlintas di benakku.
"Kamu harus sabar Arya. Tunggu Alyn sampai suci." Umi menyebut kata suci membuatku semakin gemetaran.
"Aku tidak tahan Umi. Aku tidak ingin memperkosa Alyn dalam keadaan datang bulan." Aku berkilah.
Semua kerabat yang mendengar penuturanku mulutnya menganga termasuk Umi. Fiks Umi melepas tanganku. Aku tidak peduli jika aku akan menjadi bahan gosip. Tiba tiba saja kalimat itu keluar dari mulutku.
"MULUTMU DI SENSOR ARYA." Tariakan Umi menggema di mana mana. Pasti beliau malu. Tapi aku tidak peduli. Yang penting Umi membiarkanku pergi.
__ADS_1
Aku berlari menuju mobilku yang ku parkir di samping kamar Alyn. Samar samar aku mendengar Umi Naya dan Alyn berbincang.
"Alyn apa yang terjadi? Bukannya kamu sudah selesai datang bulan dua hari yang lalu." Tanya Umi Naya.
"Alyn belum siap Umi makanya mas Arya keluar." Jawab Alyn.
"Nak kamu jangan gitu. Sudah kewajiban kamu melayani suami."Nasehat Umi Naya.
Maafkan aku Alyn. Belum apa apa aku sudah berbohong dan membawa bawa namamu. Demi menutupi aibku, kamu membuat dirimu terlihat salah di mata Umi Naya.
Secepat mungkin aku memasuki mobil dan melajukan mobilku dalam kecepatan penuh.
Beruntung aku ingat alamat yang tertera di kertas kecil yang Suci berikan padaku di atas panggung.
Ternyata alamatnya tak jauh dari rumah Alyn. Aku mendobrak rumah yang di sewa Suci. Cuma ada dua kamar di rumah ini.
Sekali aku membuka kamar, aku sudah menemukan Suci tak sadarkan diri di lantai. Begitu banyak darah di lantai.
Masa laluku bersama kak Arfa mulai bergentayangan di pelupuk mataku. Darah. Darah di sekujur tubuh kakakku Arfa.
Masa lalu itu kembali muncul. Kak Arfa tewas di hadapanku karena aku. Aku tidak mau wanita yang ku cintai juga tewas karena aku.
Tubuhku kaku tak bisa di gerakkan. Peluh membanjiriku. Melihat secara langsung keadaan Suci membuatku syok.
__ADS_1
Aku berusaha menguasai diriku agar aku tidak terjerumus lagi dalam gelapnya alam bawah sadarku. Aku harus tenang, harus tetap tenang agar aku tidak terbelenggu dalam gelapnya dunia lain.
Traumaku yang sudah di nyatakan sembuh total, kini mulai menyusup untuk kambuh lagi.
Suci membutuhkanku aku harus sadar sesadar sadarnya. Aku berusaha menggerakkan tubuhku. Aku mengikat pergelangan tangan Suci untuk menghentikan pendarahannya. Dan membawa Suci masuk dalam mobilku.
Aku melajukan mobilku menuju rumah sakit terdekat. Tempat ayahku di rawat dulu.
Rasa bersalah menyeruak dalam hatiku.
"Ya Tuhan selamatkan Suci. Jangan jadikan aku pembunuh untuk kedua kalinya."
*****
Author.
Tebakan siapa yang benar, Suci coba bunuh diri????.....
Terima kasih sudah dukung Author. Berkat dukungan para pembaca novel AKU PATUNG BAGIMU masuk rangking karya baru urutan 129.
Jangan lupa dukung author pake like komentar vote.Favorit. Dukungan mu semangat ku....
I LOVE YOU READERS.
__ADS_1