AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
PANGGILAN ALYN


__ADS_3

Arya tidak bisa tidur. Dia sangat frustasi memikirkan Alyn. Baru di tinggal satu hari hati Arya sangat kacau. Apa lagi jika di tinggal untuk selamanya.


Arya sudah melakukan berbagai cara untuk menemukan istri tercintanya. Tapi tak kunjung menemukan titik terang.


Bahkan Arya sampai memantau sendiri CCTV jalanan. Dan hasilnya nihil.


Arya sudah menyuruh orang untuk menyelidiki keberadaan Alyn di kampung Nelayan tapi Alyn tak ada di sana.


Membuat Arya sangat khawatir dan cemas takut terjadi apa-apa dengan istri tercintanya itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


Arya bingung harus mengatakan apa pada orang tua mereka. Bagaimana kacaunya keluarga mereka nantinya jika mengetahui prahara rumah tangga putra dan putri kesayangannya mereka.


Membayangkan murkanya kedua belah pihak keluarga pada Arya membuat Arya semakin di rundung ketakutan. Jika orang tua Alyn mendukung gugatan cerai Alyn maka akan sulit bagi Arya mempertahankan pernikahannya yang sudah berada di ujung tanduk.


Kenapa saat berselingkuh Arya tidak berpikir sampai sejauh ini. Nasi sudah menjadi bubur semuanya sudah terlambat dan sulit untuk diperbaiki.


"Sayang kamu dimana? Aku sangat khawatir , aku sangat cemas. Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu baik-baik saja. Baru satu hari kau pergi meninggalkanku, rasanya aku sudah sangat serindu ini." Rasa rindu dan khawatir menjadi satu. Tak terasa air mata mengalir setitik dari sudut mata Arya.


*******


Alyn berdiri di balkon kamar yang ia tempati dan tangannya berpegangan di pagar besi balkon. Dia bisa melihat penjagaan yang sangat ketat di rumah Iqbal.

__ADS_1


Alyn sendiri bingung bagaimana caranya keluar dari rumah Iqbal.


Alyn merasa gelisah dan cemas semenjak dia pergi meninggalkan rumah Arya. Bayangan Arya selalu berkelebat di benaknya. Arya saat ini pasti bingung mencarinya.


Bagaimana jika nanti Arya menghubungi keluarganya di kampung Nelayan. Dan lebih parahnya lagi bagaimana jika penyakit Abah kambuh.


Alyn juga memikirkan kedua orang tuanya dan juga kedua mertuanya. Alyn merasa tidak nyaman dan merasa bersalah Jika dia sampai melukai hati orang-orang yang disayanginya.


Mendengar suara pintu kamar terbuka Alyn kembali masuk ke dalam kamar meninggalkan balkon kamar.


"Rani kau ada disini." Rani tersenyum dan Alyn berlari memeluk Rani. Alyn sangat senang melihat kedatangan Rani.


Kemudian Zain melangkah pergi meninggalkan mereka.


****


"Asisten tunggu dulu." Panggilan Alyn menghentikan langkah Zain.


"Ya nona. Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Kemarilah sebentar." Pinta Alyn. Zain menghampiri Alyn.

__ADS_1


"Aku ingin menghubungi suamiku. Aku tahu dia saat ini sedang khawatir mencariku. Dia pasti sudah mencari keberadaanku di kampung Nelayan. Aku hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja di kampung Nelayan. Abahku memiliki penyakit jantung, jika Abah tahu masalah ini aku takut penyakit Abah akan kambuh." Pinta Alyn.


"Aku ingin menghubungi Mas Arya agar dia tidak memberitahukan masalah ini pada keluarga kami sampai mas Iqbal mau melepaskan aku." Lanjut Alyn


"Baik akan saya tanyakan dulu pada Tuan Iqbal." Ucap Zain.


Terlihat Zain sedang menghubungi tuannya kemudian pergi.


Beberapa saat kemudian Zain datang dan mengajak Alyn untuk mengikutinya tapi di buntuti oleh Rani. Zain menghadang Rani.


"Apa?" Rani bersikut pinggang menantang Zain. "Aku hanya ingin memastikan sahabatku baik-baik saja." Ketus Rani yang bersiku pinggang dan membusungkan dada pada Zain. Zain hanya bisa menggelengkan kepala.


"Asisten tolong izinkan sahabat saya untuk ikut." Pinta Alyn.


Kemudian Zain membawa mereka berdua ke suatu ruangan dan memberikan alat komunikasi yang tidak bisa dilacak pada Alyn. Alat komunikasi hasil ciptaan yang canggih dari perusahaan yang dikelola oleh Iqbal.


"Ingat. Anda tidak boleh memberitahukan keberadaan anda karena akan fatal akibatnya." Ujar Zain.


"Kring, kring, kring, kring" Suara HP milik Arya berdering. Dengan segera Arya menerima telepon itu.


"Halo, halo, halo, ini siapa?" Ujar Arya. Tapi tidak ada jawaban. Alyn malah menutup mulutnya dan menangis agar Arya tidak mendengar isakan tangisnya tapi sayangnya Arya masih bisa mendengar isakan isakan kecil dari Alyn.

__ADS_1


"Sayang apa itu kamu? Alyn . Alyn jangan diam saja sayang. Katakan sesuatu? Kamu ada di mana? Aku sangat merindukanmu?..." Mendengar suara Arya, Alyn tidak mampu menjawab Arya.


__ADS_2