AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
PENJELASAN ARYA


__ADS_3

"Tadi dia datang ke kantor ku. Apa saja yang Suci Katakan?" Tanya Arya.


"Wah ternyata mas masih ketemuan yah diam diam dengan Suci di belakang ku?" Ujar Alyn yang di buat santai walaupun hatinya perih.


"Deg." Jantung Arya tersentak, takut Alyn salah paham lagi.


"Sayang ini tidak seperti yang kamu bayangkan." Ujar Arya yang kebingungan takut salah menjawab dan membuat semakin tak percaya.


"Terus???" Ujar Alyn.


"Tadi tiba-tiba dia datang ke kantor ku dan memelukku....." Arya yang keceplosan menutup mulutnya.


"Wah wah wah.... Aku nyebut nama mas Iqbal saja kamu marah. Ini kamu malah pelukan sama Suci." Ujar Alyn semakin kesal dan tersenyum sinis pada Arya.


"Sayang sumpah aku tidak tahu dan tidak ada niat untuk berpelukan. Tanpa aku tahu, tiba tiba Suci peluk aku dari belakang." Ujar Arya yang kebingungan menjelaskan pada Alyn, bahkan jari telunjuk dan jari tengah Arya di buat berbentuk huruf V untuk meyakinkan Alyn. Bukannya menyelesaikan masalahnya, Arya malah tambah memperkeruh suasana.


"Anget ya mas..." Ujar Alyn semakin kesal. Dadanya yang sesak makin sesak. Ucapan Alyn malah membuat Arya semakin bingung. Arya yang bingung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Huuuuufffhhh....Alyn tidak usah bahas masalah yang tidak penting. Langsung bahas inti masalahnya saja." Jawab Arya.


"Ya sudah kalau begitu aku pamit tidur duluan." Ketus Alyn beranjak dari kursinya. Saat Alyn melangkah Arya langsung menarik tangan Alyn lalu memeluknya dengan erat.


"Sayang dengarkan lah penjelasan ku dulu. Bukan hanya kamu, aku pun juga punya batas kesabaran. Aku sudah berusaha berubah dan bersabar menghadapi kemarahan mu. Aku tahu aku salah tapi hargailah sedikit usahaku. Aku itu suamimu Alyn. Setidaknya dengarkan penjelasan ku sebentar." Ucapan Arya sedikit membuat benteng kokoh yang di buat Alyn goyah. Entah kenapa ada rasa tak tega, takut bercampur sedih di hati Alyn.


"Baiklah." Ujar Alyn.


"Mas lepasin." Ujar Alyn.


"Tidak. Begini saja enakan." Jawab Arya.


"Ya sudah aku tidak akan mendengarkan penjelasanmu." Kemudian Arya melepas pelukannya. Alyn kembali duduk di kursi meja makan. Dan Arya beralih duduk di samping Alyn dengan membawa tehnya.


"Tadi Suci datang ke kantor ku dan mengatakan kalau kami semalam bercinta di hotel." Alyn meremas roknya saat mendengar ucapan Arya. Ucapan Arya membuat hati Alyn sakit walaupun belum tentu itu benar.


"Tapi Aku bersumpah demi apapun aku tidak melakukan itu. Kau tahu sendiri kemarin seharian aku bersama denganmu, aku juga tidak keluar rumah." Lanjut Arya.


"Begitu ya... Bagaimana kalau malam-malam kamu menyelinap keluar saat aku tertidur tanpa sepengetahuan ku untuk menemui suci dan bercinta dengannya." Ujar Alyn.

__ADS_1


"Sayang bagaimana caranya aku menyelinap? Ini rumahku. Aku bukan pencuri yang menyelinap ataupun mengendap-endap. Jika aku berniat untuk keluar rumah dan berselingkuh, aku bisa dengan leluasa keluar lewat pintu depan bukan mengendap-endap lewat jendela,lewat pintu belakang atau lewat manapun. Kau tahu sendiri jendela pun di pasang jeruji besi. Bagaimana aku bisa keluar menyelinap?..." Jawab Arya.


Alyn mencerna setiap ucapan Arya dan logika Alyn mulai aktif. Mana mungkin Arya keluar pada malam, di CCTV Arya tak keluar ataupun tak masuk rumah.


"Lalu kenapa Suci datang kemari dan mengatakan bahwa dia bercinta denganmu atau jangan-jangan memang tanpa sepengetahuanku kalian berdua masih menjalin hubungan?..."Ujar Alyn.


Alyn masih ragu pada ucapan Arya karena masih terasa ganjal di hati Alyn. Arya yang menurut Alyn sangat mencintai Suci bahkan tetap bertahan dengannya walau pun sudah ketahuan berselingkuh. Bahkan rela bertengkar dengan Alyn hanya demi Suci. Bahkan air mata Alyn tidak mampu membuat Arya meninggalkan Suci. Rasanya sangat aneh jika mendadak Arya memutuskan hubungannya dengan Suci.


"Aku sendiri juga bingung bagaimana bisa Suci berpikir bahwa dia dan aku semalam tidur bersama di hotel." ujar Arya. Ucapan Arya membuat hati Alyn nyeri membayangkan Arya dan suci tidur bersama di hotel.


"Maka dari itu aku meminta bantuan pada Brayen untuk menyelidiki apa yang dikatakan Suci." Sambung Arya.


Arya menggenggam tangan Alyn berusaha menyalurkan keyakinan pada Alyn berharap Alyn percaya padanya.


"Sayang percayalah aku sekarang sudah setia aku hanya milikmu." Ujar Arya.


"Aku sangat mencintaimu. Aku tidak ada niat sedikitpun untuk berkhianat, apalagi menyakitimu. Aku akui dulu aku memang bersalah tapi aku sudah menyesalinya. Percayalah. Apa selama ini kamu tidak bisa merasakan ketulusan ku?" Ujar Arya.


"Tolong percayalah, jangan marah dulu, jangan sakiti dirimu dengan dengan kebohongan yang Suci ucapkan padamu. Aku bersumpah aku tidak bercinta dengan Suci." Ucap Arya.


Kemudian Arya merogoh saku celananya dan menghubungi Brayen lagi. Panggilan itu Arya loud speaker supaya Alyn mendengar.


"Halo... Apa kau sudah mendapat informasi tentang keberadaan Suci kemarin, terutama semalam?..." Tanya Arya pada Brayen di seberang sana.


"Tenanglah saudaraku. Mencari informasi tentang keberadaan Suci kemarin tidak semudah membalikkan telapak tangan. Aku sudah menyuruh orang untuk mengecek CCTV di setiap tempat kiranya Suci nangkring." Jawab Brayen.


"Lalu apa yang kau dapat?..."Tanya Arya.


"Sabarlah sedikit. Kau baru memberikan perintah, tidak lebih dari 2 jam dan kamu meminta hasil...." Ujar Brayen.


"Aku tidak minta alasanmu. Aku hanya ingin hasil." Jawab Arya.


"Kalau kau ingin hasil biarkan aku fokus berusaha dulu. Jangan di ganggu." Ucap Brayen.


"tutututut" Arya mematikan sambungan teleponnya. Arya menatap Alyn yang wajahnya sudah tenang tidak sedingin tadi. Arya sudah dapat menyimpulkan bahwa Alyn percaya bahwa Arya tak keluar rumah semalam.


"Hemmmm...Kalian saudara yang kompak. Paling paling cuma mau nutupi aibmu." Ujar Alyn sambil menyeruput tehnya.

__ADS_1


"Byyuuuuur...." Alyn menyemburkan tehnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Arya.


"Asin." Ujar Alyn.


"Ini namanya kualat suami. Jelas jelas mas Arya semalam tidak keluar rumah tapi aku terus nyudutin mas Arya. Tapi aku sebel pelakor itu bilang udah bercinta dengan mas Arya. Aku sakit hati sejak tadi ngebayangin mas Arya bercinta dengan pelakor itu." Batin Alyn.


Arya mengambil air yang tersedia di atas meja makan dan menuangkannya ke dalam gelas, kemudian memberikannya pada Alyn.


"Terima kasih." Ucap Alyn.


"Sama-sama." Balas Arya.


Kemudian Arya kembali duduk ke tempat duduknya di samping Alyn. Dan meminum teh miliknya yang dibuat oleh Alyn.


"Mas teh kamu nggak asin?... Perasaan tadi aku nyendoknya di satu wadah yang sama." Tanya Alyn.


Kemudian Arya meneguk tehnya lagi sambil menatap Alyn.


"nggak Asin Kok. Teh asin pun jadi manis kalau minumnya sambil lihatin kamu gini." Ujar Arya.


"Tidak usah gombal mas. Aku masih marah sama kamu." Ujar Alyn.


"Ya sudah kalau masih marah. Yang penting kamu percaya kalau semalam aku tidak bercinta dengan Suci. Kita cuma tinggal nunggu bukti-bukti yang akan dikirim Brayen padaku." Kemudian Arya menyeruput teh itu lagi.


Perasaan Alyn menyendokkan garam di toples yang sama yang dimasukkannya pada gelas Arya dan Alyn. Tapi kenapa punya Alyn asin sedangkan punya Mas Arya manis.


Alyn yang tidak percaya mengambil teh milik Arya kemudian meminumnya.


" Byyuuuuur." Teh itu menyembur lagi dari mulut Alyn membuat Arya tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai Alyn. Padahal Arya tidak benar-benar meminum teh itu.


"Mas kamu itu nyebelin."


****


Jangan lupa like komentar vote favorit ya

__ADS_1


__ADS_2