AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
ARYA MENGGANGGU


__ADS_3

"Tok, tok, tok, tok,....Sayang sudah bangun?..." Arya mengetuk pintu kamar Alyn, Setelah suara adzan berkumandang.


"ceklek..." Pintu kamar terbuka.


"Ada apa mas?...." Tanya Alyn.


"Kamu sudah sholat?..." Tanya Arya pada Alyn yang sudah mengenakan mukenah.


"Belum. Kenapa?..." Tanya Alyn.


"Sholat berjamaah yuk." Ucap Arya mengajak Alyn sholat bersama.


Bukannya menjawab, Alyn malah mengernyitkan alisnya merasa heran. Alyn mundur beberapa langkah untuk memperhatikan penampilan Arya dengan seksama. Saat ini Arya sedang mengenakan sarung, peci dan baju Koko.


"Hemmmm....Tumben." Ujar Alyn tersenyum mengejek.


"Iiiiiihhhhh, Suami ngajak sholat jama'ah malah di ledek." Arya yang gemas menarik hidung Alyn hingga memerah.


"Maaaaassss....Aku punya whudu'....Batal kan whudu'ku." Ujar Alyn yang wajahnya sudah merengut.


"Salah sendiri, suami tobat malah di ledek. Sudah sana, ambil whudu' lagi." Ujar Arya.


"Nyebelin." Gumam Alyn membuka mukenahnya dan meletakkannya dia atas ranjang. Dan berlalu pergi meninggalkan Arya yang terus menatap Alyn dari belakang. Arya geleng geleng kepala sambil menelan salivanya.


"Huuuuufffhhh... Kapan ya bisa belah duren?..." Ujar Arya kemudian Arya kembali ke kamarnya untuk mengambil whudu' lagi.


****


Beberapa saat kemudian Arya dan Alyn melakukan ibadah berjamaah.


Seperti biasa usai menunaikan ibadah shalat seorang muslim haruslah berdzikir. Tak lupa Arya memanjatkan doa kepada Sang Maha Pencipta lagi Maha penyayang untuk serta kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan keluarga. Dan harapan mendapatkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah serta keturunan yang Sholeh dan Sholehah.


Doa terakhir dari Arya membuat Alyn tersenyum.


"Semoga istri saya bisa mencintai saya dan menerima saya sebagai seorang suami seutuhnya serta mau memaafkan saya dengan segenap hatinya. Saya janji akan bertaubat dan tidak akan pernah mengulangi kesalahan saya. Aamiin." Kemudian Arya meraup wajahnya dengan kedua tangan yang sedari tadi menengadah keatas.


*****


Di dapur Alyn sedang memasak, tapi Arya terus saja merecoki Alyn.


"Maaaaas.... Jangan gini ah...Aku susah gerak loh...." Ujar Alyn yang gerah karena Arya terus saja menempel pada Alyn yang sedang menumis sayur di penggorengan. Arya memeluk Alyn dari belakang.


"Masak saja, aku gak ganggu." Ujar Arya.


"Ck." Alyn berdecak kesal.


"Kamu masak apa sayang?" Arya bertanya walau sudah tahu jawabannya.


"Mas tidak lihat, aku sedang menumis kangkung." Jawab Alyn.


"Oh..." Mulut Arya membentuk bulat.


Arya melarang bi Ijah masuk dapur karena Arya memang ingin berduaan dengan Alyn lebih tepatnya ingin mengganggu Alyn.

__ADS_1


"Udah matang belum?..." Tanya Arya.


"Hampir."Jawab Alyn. Arya melepas pelukannya dan mengambil wadah untuk sayuran yang sudah di tumis. Kemudian Arya kembali memeluk Alyn.


"Huuuuufffhhh..." Alyn menghela nafas karena gerah....


"Capek ya..." Tanya Arya.


"Nggak." Jawab Alyn singkat.


Beberapa menit kemudian Alyn memindahkan sayur tumis yang sudah matang ke wadah yang Arya letakkan di dekat Alyn.


Alyn dan Arya berjalan menuju meja dapur, masih dalam posisi yang sama. Tangan Alyn masih membawa wadah yang berisi sayur. Dan Arya masih setia memeluk Alyn dari belakang.


"Mas aku itu mau duduk. Kalau kamu peluk aku dari belakang begini akunya nggak bisa duduk." Protes Alyn.


"Oh..." Mulut Arya membentuk huruf O. Kemudian Arya duduk dengan memangku Alyn.


"Huuuuufffhhh... Ya ampun maaassss." Seru Alyn.


"Kalau kamu seperti ini kapan aku bisa selesai masaknya mas." Ujar Alyn.


"Gampang... Tinggal pesan saja." Jawan Arya.


"Ck." Alyn berdecak kesal.


****


Beberapa saat kemudian Alyn menggoreng ikan. Dan Arya masih setia menemani Alyn.


Kemudian Alyn membalik ikan yang sudah garing di penggorengan.


"Aaaahhh..." Seru Alyn saat percikan minyak panas mengenai tangannya. Dengan sigap Arya membawa Alyn ke kran air. Dan menyiramkan air pancuran ke tangan Alyn.


Kemudian dengan telaten Arya meniupi tangan Alyn yang merah karena minyak panas. Alyn terus memperhatikan sikap manis dan perhatian Arya.


"Masih sakit ya?" Tanya Arya sambil menatap Alyn.


"Sedikit." Jawab Alyn. Alyn mulai mencium bau hangus.


"Eh... Maaaaasss ikan ku gosong...." Triak Alyn saat melihat asap mengepul di penggorengan. Ketika Alyn hendak menghampiri kompor Arya malah menarik tangan Alyn.


"Sudahlah. Biar bi Ijah yang meneruskan." Ujar Arya sambil berjalan kemudian mematikan kompor dan membiarkan ikan gosong itu tetap di penggorengan.


"Sini ikut aku." Arya menarik tangan Alyn agar mengikutinya keluar dari dapur.


Arya mendudukkan Alyn di sofa ruang tamu. Arya mengambil kotak P 3 K kemudian mengoleskan salep ke tangan Alyn yang merah.


"Apa sudah sering mengalami kejadian seperti ini." Tanya Arya.


"Iya." Jawab Alyn singkat.


"Kalau begitu berhentilah memasak. Biar asisten rumah tangga yang melakukannya." Ujar Arya.

__ADS_1


"Jangan berlebihan deh mas. Ini cuma cedera ringan. Memasak itu hobby ku, jangan di larang." Ujar Alyn protes.


"Huuuuufffhhh...Bersiap siaplah, Gantilah baju mu. Ikut aku." Titah Arya pada Alyn.


"Kamu bolos kerja lagi mas." Tanya Alyn.


"Iya." Jawab Arya.


"Tapi mas..." Ujar Alyn.


"Jangan tapi tapian. Di sini aku bosnya." Ujar Arya.


"Iiiliiiiiihhhh.... Sombong sekali." Ujar Alyn meledek.


"Mau ikut keluar dengan ku atau mau berduaan di kamar dengan ku." Tanya Arya memberikan dua pilihan pada Alyn.


"Keluar sajalah." Jawab Alyn. Kemudian Arya menarik tangan Alyn hingga berdiri.


****


Beberapa saat kemudian Arya dan Alyn sudah sampai di parkiran rumah sakit.


"Mas ngapain ke rumah sakit?... Orang tanganku cederanya tidak parah kok." Ujar Alyn.


"Yang bilang mau periksa tanganmu itu siapa sayang?" Jawab Arya tersenyum manis pada Alyn.


"Lah terus mau ngapain ke rumah sakit?..." Tanya Alyn.


"Mau periksa perutmu." Jawab Arya.


"Tapi perutku tidak sakit mas." Ujar Alyn.


"Sudah ayo turun nanti juga tahu." Ujar Arya. Kemudian turun dari mobil dan di ikuti Alyn. Mereka berdua berjalan dengan tangan bertautan saling menghangatkan. Melewati setiap lorong dan ruangan.


Kini mereka sudah berdiri di depan ruang khusus dokter ob-gyn. Ruangan khusus dokter spesialis kandungan.


"Mas ngapain ke sini? Aku kan tidak hamil." Ujar Alyn.


"Aku tidak mau kandungan kamu kenapa kenapa karena efek pil KB." Jawab Arya sambil membuka pintu dan memasuki ruangan dokter spesialis kandungan itu.


"Silahkan duduk tuan Arya dan nyonya Alyn." Sapa dokter spesialis kandungan itu dengan ramah.


Kemudian Arya menjelaskan semua keluhannya pada dokter itu dengan sejujurnya dan dokter itu mendengarkan penjelasan Arya dengan seksama.


Setelah mengetahui keluhan dari Arya, dokter itu memeriksa tingkat kesuburan Alyn.


"Setiap perempuan memiliki sistem reproduksi berbeda, tapi biasanya kandungan akan kembali normal setelah berhenti mengkonsumsi pil KB kurang lebih 2-3 bulan."


"Untuk nyonya Alyn sendiri di lihat dari hasil pemeriksaan, kandungannya subur. Hanya siklus menstruasinya yang belum stabil."


"Untuk itu Saya akan memberikan vitamin dan pil penyubur kandungan pada nyonya Alyn. Supaya siklus menstruasinya bisa kembali normal." Dokter spesialis kandungan itu menjelaskan hasil pemeriksaannya secara rinci pada Arya dan Alyn.


******

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT


__ADS_2