AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
CHAT RIO


__ADS_3

"Huuuuufffhhh lega, akhirnya bau kasturinya hilang . Untung Om galak lagi tidur, kalau nggak! Mau di taruh mana mukaku...." Alena membuka selimutnya Setelah bau tak sedap menghilang.


"Taruh di tempatnya" Brayen membantin dan hampir tertawa mendengar celoteh Alena, melihat ada yang aneh dengan tubuh Brayen, Alena mendongak. Brayen langsung menutup mata, pura pura tidur dengan hembusan nafas yang halus dan teratur. Brayen tertawa dalam hati melihat tingkah Alena.


Alena kembali mendorong dada Brayen tapi lengan kokoh itu tetap merengkuh pinggang ramping Alena dalam pelukannya.


"Om galak, jangankan bangun, tidur pun ngeselin. Mudah marah pantas wajahnya lekas menua." Gerutu Alena lirih namun masih bisa di dengar oleh Brayen.


Bukannya melepas Alena, Brayen malah menindih Alena dengan kakinya karena kesal.


"Bocah ini beraninya ngomong di belakang ku. Apa dia tidak tahu banyak wanita yang mengantri untuk jadi istri ku." Brayen membantin. Alena menerjang nerjangkan kakinya tapi tak juga di lepas.


"Berat banget kakinya, kayak kaki gajah." Alena membantin.


"Istriku benar benar lebay." Brayen membantin.


Alena yang tak bisa tidur dan tak bisa kabur memperhatikan jakun Brayen yang naik turun, kemudian pandangan Alena beralih ke empeng Brayen. Di pandanginya terus, karena penasaran dan kurang kerjaan, Alena menusuk nusuk Bintik hitam kecil yang besar bentuknya seperti tahi lalat, yang berada di dada Brayen di pencet pencet dengan jari telunjuknya. Memencetnya seolah itu klakson motor.


"Hihihihihihi...."


Membuat Brayen kegelian dan tertawa sambil memegangi putingnya (Empengnya). Tahu Brayen hanya pura pura tidur Alena langsung mendorong Brayen karena kesal, apa lagi mengingat kejadian kentut tadi, sangat memalukan. Saat Brayen hampir jatuh dia malah menarik Alena hingga keduanya jatuh bersamaan dari atas ranjang.


Alhasil Alena jatuh di atas tubuh Brayen. Brayen langsung memeluk Alena dengan erat, tak peduli dengan Alena yang meronta-ronta.


"Lepas."


"Kenapa harus di lepas!... Kau Istriku."


"Lepaskan saya, pak tua."


"Berhenti memanggilku pak tua, aku ini suamimu. Usia kita cuma beda 10 tahun." Ucap Brayen dengan nada sedikit kesal, karena Brayen tidak merasa setua itu.


"Anda lebih pantas jadi bapak saya ketimbang suami saya." Ucapan Alena sungguh menyulut emosi Brayen.


"Lalu apa yang bisa kamu sombong kan dengan usia muda mu, perempuan hanya boleh memiliki satu suami. Dan kecantikannya hanya bisa di nikmati suami..."


"Ohohohoh.... Begitu ya... Berarti laki laki boleh punya istri lebih dari satu. Kenapa tidak anda nikahi saja wanita itu dari pada terus mengganggu saya."


"Alena, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu. Kenapa kamu masih marah?..."


"Masih tanya kenapa saya marah?... Lepas." Wajah Alena menjadi garang.


"Tidak akan , sebelum kamu memaafkan ku."


"Aaaaakkkhhh...." Brayen berteriak saat Alena mengigit dadanya karena Brayen tak mau melepaskan Alena. Alena lari terbirit-birit memasuki kamar mandi setelah Brayen melepas pelukannya.


Brayen bangkit lalu duduk di tepi ranjang, di lihat dadanya yang ada bekas gigitan Alena.

__ADS_1


"Gadis itu sudah menghipnotis ku."


***


"Dasar menyebalkan, apa dia tidak ingat saat mau menamparku di hadapan wanita itu dan masih bertanya kenapa?..." Alena menggerutu sambil membersihkan dirinya di kamar mandi.


"Pura pura tidur cuma modus biar bisa pegang pegang. Syukur tadi ku kentuti."


"Semenjak menginjakkan kaki di Jakarta hidup ku jadi apes beruntung."


"Ya ampun... Kenapa bisa datang bulan sepagi ini sih...Aku kan nggak sedia pembalut lagi. Mungkin mbak Alyn punya."


***


Brayen duduk di sisi ranjang.


"Ting..." Hp Alena berbunyi, membuat layar penuh itu menyala. Brayen sangat geram melihatnya. Tanpa di buka, Hp itu sudah menunjukkan secuil isi dari pesan tersebut.


"Pagi Cantik..." Isi pesan tersebut.


"Pa-gi Can-tik..." Brayen emosi mengeja ulang kata itu.


Brayen yang hatinya panas, mengambil Hp milik Alena yang berada di atas nakas. Beruntung Hp itu tidak memiliki kata sandi jadi dengan mudah Brayen membukanya. Jika Alena berani selingkuh darinya maka Brayen akan membuat perhitungan dengan Alena dan kekasihnya.


Brayen membuka Hp Alena dan di bacanya pesan itu satu persatu dari nomor yang berinisial HATI YANG TERTINGGAL.


"Wa Alaikum salam." Balasan Alena.


"Masih ingat aku nggak?..." Chat dari Rio.


"Nggak kenal, ya nggak ingat." Balasan dari Alena.


"Masih galau kah dirimu kok masih jutek?" Chat dari Rio.


"Maaf ini siapa ya?..." Balasan dari Alena.


"Ini aku..." Chat dari Rio.


"Iya siapa?..." Balasan dari Alena.


"Ya ampun...Hey Adiknya bidadari lupa ya, ini aku yang bersamamu di Cafe..." Chat dari Rio.


"Oh Dirimu...Ada apa?..." Balasan dari Alena.


"Ada barangku yang tertinggal padamu." Chat dari Rio.


"Barang apa? Perasaan aku tidak membawa barang mu." Balasan dari Alena.

__ADS_1


"Hatiku yang tertinggal." Chat dari Rio.


"Hey cantik. Kenapa tidak di balas." Chat dari Rio.


"Maaf aku hanya bercanda." Chat dari Rio.


''Jangan marah dong, ntar cantiknya pudar loh."


"Met Malam." Chat dari Rio.


"Met Pagi." Chat dari Rio.


"Met Siang." Chat dari Rio.


"Met Siang menjelang sore." Chat dari Rio.


"MET sore." Chat dari Rio.


"MET Malam." Chat dari Rio.


"Hay..." Chat dari Rio.


"Cantik." Chat dari Rio.


"Hany." Chat dari Rio.


"Kenapa chat ku tak pernah kamu balas." Chat dari Rio. Dan masih banyak lagi chat dari Rio untuk Alena tapi tidak satupun Alena balas Setelah Alena mengetahui bahwa yang chatting dengan dirinya adalah Rio.


"Siapa sebenarnya HATI YANG TERTINGGAL ini, dan apa yang mereka lakukan di Cafe."


***


Alena membuka sedikit pintu kamar mandi untuk mengintip takut Brayen masih berada di dalam kamar. Mata Alena mengedar di setiap penjuru, ternyata kamar kosong. Alena segera lari dengan kaki berjinjit, menuju lemari hanya dengan mengenakan handuk kecil sebab lupa tidak membawa baju ganti di kamar mandi.


Setelah berpakaian Alena keluar kamar menuju kamar Alyn dan Arya yang letaknya di sebelah kamar Alena, untuk meminta pembalut pada Alyn.


Alena membuka pintu tanpa mengetuk dulu pintu kamar Alyn dan Arya.


"Mbak punya... Aaaaakkkhhh." Alena terkejut dan menutup mata. Alyn dan Arya pun terperanjat kaget melihat Alena di depan pintu, mereka berdua langsung menghentikan aksinya.


"Maaf aku tak sengaja." Alena langsung menutup pintu. Dan berlari memasuki kamarnya, Alena begitu syok melihat adegan mesra Alyn dan Arya. Padahal Arya dan Alyn jauh lebih syok dari pada Alena. Kini Alena tidak punya muka untuk berhadapan dengan Alyn dan Arya.


"Ya ampuuuun....Apa yang ku lihat barusan. Bisa bisanya aku melihat Mbak Alyn dan kak Arya mesra mesraan. Untung mereka hanya pemanasan, Kenapa mereka bercumbu sepagi ini?... Aku tidak punya muka untuk bertemu mereka. Kenapa juga mereka tidak mengunci pintu saat bercumbu?...." Ucap Alena yang duduk di ranjang.


****


Jangan lupa dukung author pake Like komentar vote favorit

__ADS_1


selamat menikmati.


__ADS_2