AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
ALYN MERAJUK


__ADS_3

Alyn sangat emosi mendengar penuturan Suci. Kenapa selama ini Alyn tidak tahu tentang masalah ini. Dan kenapa Arya tidak pernah terbuka pada Alyn. Jika Alyn tahu masalah ini tentu Alyn akan berusaha memperbaikinya dari awal. Kenapa menunggu sampai sejauh ini, setelah rasa sakit yang teramat dalam dia alami.


Suci sangat keterlaluan. Karena Suci Arya berkhianat, karena Suci Arya mendiamkan Alyn, karena Suci Alyn kabur dan di kurung oleh sang mantan hingga hampir meregang nyawa, dan karena Suci juga Alyn menampar Arya.


Karena Suci Arya dan Alyn jadi manusia tak bermoral.


"Alyn aku minta maaf...." Ucap Suci dengan tulus, menyesali segala perbuatannya.


"KELUAR...." Triakan Alyn menggema di ruang tamu, dengan wajah yang murka Alyn menatap Suci nyalang.


"Alyn tolong maafkan aku, aku tahu aku salah. Aku sungguh sangat menyesal." Ucap Suci sebelum berangkat pergi.


Akhirnya Suci keluar dengan mengemban rasa bersalah dan penyesalan yang teramat besar.


Sedangkan Alyn kembali ke kamar menangis menyesali segala yang telah terjadi dalam rumah tangganya. Bagaimana Alyn bisa tidak tahu apa-apa tentang Arya.


"Sebegitu berharganya Suci sampai kau takut kehilangannya mas" Gumam Alyn.


Setelah puas menangis Alyn mengambil wudhu dan menunaikan ibadah shalat Dhuha. Berharap dengan beribadah dan mendekatkan diri pada yang maha kuasa bisa menenangkan hatinya.


****


Sore hari pun tiba, dengan penuh semangat Arya melangkahkan kaki panjangnya lebar lebar, tak sabar ingin segera bertemu Alyn karena dia sangat merindukan istri tercintanya.


"Assalamualaikum..." Ucap Arya setelah membuka pintu kamar. Arya tersenyum lebar pada Alyn namun Alyn memasang wajah datar.


"Wa Alaikum Salam..." Jawab Alyn dengan wajah masam.


Alyn beranjak dari tempat tidur melewati Arya yang sudah menghampirinya. Arya merasa tidak nyaman dengan sikap Alyn.


Arya mencekal pergelangan tangan Alyn.


"Kenapa?..." Tanya Arya.


"Lepas mas..." Ucap Alyn berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Arya.


"Ada apa lagi?" Tanya Arya yang semakin gusar tak mau melepas tangan Alyn. Arya malah semakin mengeratkan genggamannya.


"Tidak ada apa apa. Istirahatlah, aku akan membuat kan mu teh." Ucapan Alyn semakin membuat Arya kesal. Karena dilihat dari segi manapun Alyn terlihat jelas sedang marah.


Arya yang lelah pulang kerja berharap di sambut dengan senyum hangat Alyn malah mendapati Alyn yang merajuk tidak jelas.


Arya menarik tangan Alyn dan memeluknya erat. Nafas Arya sudah naik turun seperti sedang naik roller coaster , begitu pun Alyn. Untuk sejenak mereka saling diam.


"Katakan ada apa?... Jangan seperti ini aku tidak suka....Katakan sesuatu Alyn, jangan diam saja. Jika ada masalah katakan, jangan diam saja."


"Kenapa menanyakan masalah ku mas, kalau kamu sendiri tidak pernah jujur tentang masalah mu padaku. Aku ini cuma patung bagimu mas. Jadi aku tidak perlu tahu apapun tentang kamu." Ucap Alyn. Arya melepas pelukannya lalu meraup wajah Alyn dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tanya Arya yang tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Alyn.


Alyn melepaskan tangan Arya dari wajahnya kemudian Alyn berjalan dan kembali duduk di tepi ranjang dengan pandangan lurus ke depan.


Arya pun menghampiri Alyn dan ikut duduk di samping Alyn.


"Alyn katakan yang jelas Ada apa sebenarnya?"


"Kenapa bertanya mas? Apa pentingnya perasaanku mas? Apa pentingnya pendapat ku." Ujar Alyn.


"Kau itu kenapa Alyn?" Arya bertanya lagi semakin tak mengerti.


"Jangan memintaku berbagi masalahku dengan mu mas kalau kamu sendiri tidak mau berbagi masalahmu denganku."


"Masalah apa maksudmu?" Tanya Arya.


"Aku ini apa mu Mas?" Tanya Alyn pada Arya.


"Kau Istriku Kenapa masih bertanya?"


"Suami istri itu harusnya saling berbagi dan saling terbuka. Agar jika ada masalah bisa di selesaikan bersama." Ucap Alyn yang lebih pengertian dari pada Arya.


"Huuuuufffhhh...Aku salah apa lagi ini???" Keluh Arya.


"Lalu kenapa kamu menghkianatiku?" Tanya Alyn memancing Arya agar mau jujur dan terbuka.


"Apa saja usahamu meminta maaf, apa kau pernah menjelaskan alasannya?..."


"Maaf, aku khilaf." Ucapan Arya membuat Alyn kecewa. Padahal Alyn berharap Arya mau terbuka dengan masalahnya pada Alyn.


"Apa dengan kamu meminta maaf luka di hatiku bisa sembuh begitu saja Mas! Bayanganmu saat bercumbu dengan Suci apakah bisa hilang dari pikiran ku mas! TIDAK." Ucap Alyn sambil menggelengkan kepala.


Arya semakin bingung dan frustasi mau menjawab apa.


"Alyn, Aku minta maaf. Katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan ku dengan tulus."


"Apa saja usahamu untuk meminta maaf padaku! Apa kamu sudah menjelaskan alasanmu menghkianatiku?"


"Karena imanku cetek, makanya aku khilaf tertipu daya hasutan setan." Jawaban Arya semakin membuat Alyn kesal. Tidak ada gunanya basa basi dengan suami tak peka. Benar kata Umi Mas Arya orangnya tidak terbuka kalau memiliki masalah, nunggu di cekik dulu mungkin baru bisa jujur.


Alyn membuka laci yang berada di sampingnya dan memberikan berkas laporan Rumah Sakit dari Suci pada Arya.


"Kamu anggap aku ini apa Mas? Kenapa aku harus tahu semua ini dari Suci bukan darimu?" Ucap Alyn. Sementara Arya masih setia mendengarkan Alyn yang sedang merajuk.


"Sebegitu tak pentingnya perasaanku sampai Kau lebih takut kehilangan Suci dari pada kehilangan aku." Ucap Alyn lalu pergi meninggalkan Arya.


Arya terus memandangi kepergian Alyn. Setelah Alyn menghilang di balik pintu, pandangan Arya beralih pada map yang diberikan Alyn.

__ADS_1


"Sayang semoga kamu cepat hamil agar aku bisa mengikatmu." Ucap Arya. Kemudian Arya membuka map itu dan membacanya. Setelah membaca semua isinya, kemudian Arya meletakkan map itu kembali ke dalam laci.


"Dasar wanita.... Apa pentingnya ini. Aku kira marah kenapa!" Kemudian Arya merobohkan dirinya di atas ranjang. Arya sangat lelah di tambah lagi istrinya merajuk.


"Harus di turuti dari pada merajuknya tidak selesai selesai." Gumam Arya sambil menatap langit langit kamarnya.


Kemudian Arya mengambil ponselnya dan menghubungi Brayen.


"Halo Brayen kau apakan suci?"


"Kenapa? Apa dia masih mengganggu adik ipar?"


"Tidak." Jawab Arya.


Kemudian Brayen menceritakan semua yang dia lakukan pada Suci.


Arya geleng geleng kepala tidak percaya dengan apa yang dilakukan Brayen.


"Aku yakin setelah kau terapi, Suci akan jera untuk melakukan percobaan bunuh diri. Kenapa tidak dari dulu saja aku meminta bantuan mu. Aku bangga padamu. Ustadz saja pasti kalah dengan les privat mu." Ucap Arya.


"Ya sudah ku tutup dulu telponnya."


Kemudian Arya membuka Hp dia menonton video cara meminta maaf pada pacar. Setelah mendapatkan wangsit Arya pergi ke kamar mandi.


Di lihatnya kamar kosong, rupanya Alyn masih marah dan menghindarinya.


Arya mengambil Hpnya dan pergi ke ruang kerjanya. Arya melempar senyum saat berpapasan dengan Alyn. Tapi Alyn cuek.


Arya mengirim foto Alyn yang dia ambil saat pertama kali bertemu (melamarnya) di kampung Nelayan ke laptopnya. Kemudian Arya mencetak Foto Alyn sebesar kertas folio.


Arya mulai memainkan Tik tok....


Video merekam.


"Alyn Sayang. Sudah lama aku mencintaimu, ini buktinya. Aku memotret mu diam diam. Dan ku jadikan wallpaper Hpku." Arya menunjukkan foto Alyn yang sudah di cetak saat Arya melamarnya dulu. Kemudian meletakkan foto itu ke atas meja.


Lalu Ke dua tangan Arya di bentuk love dan di satukan.


Tangan yang sudah berbentuk love itu dia tempelkan di dadanya lalu di gerakkan maju seolah-olah keluar dari hati Arya.


Arya melakukan gerakan seolah-olah sedang melempar love ke atas dan langsung di sergapnya. Kemudian genggaman tangan Arya terbuka di depan mulut Arya lalu di tiupnya love itu mengarah ke kamera Hp.


"Sayang.Dari dulu Aku sangat mencintaimu. percayalah. Ting Ting Ting." Ucap Arya sambil mengedipkan matanya.


Video tik tok selesai. Walaupun Arya geli melihat video dirinya namun Arya tetap mengirimkan video itu pada Alyn.


*****

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake Like komentar vote favorit


__ADS_2