AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
MIMPI BURUK


__ADS_3

"Mas Aryaaaa..." Alyn berteriak dan terbangun dari mimpi buruknya di siang hari, peluh sudah membanjiri wajah Alyn. Tubuhnya bergetar takut.


"Syukurlah cuma mimpi." Gumam Alyn lirih, Nafasnya masih tersengal-sengal. Alyn tidak bisa membayangkan jika mimpi itu menjadi nyata. Alyn beranjak dari tempat tidurnya kemudian meminum segelas air.


Mendadak perut Alyn sakit, seperti sedang di remas remas. Sakitnya dari perut tembus ke punggung. Alyn meringis kasakitan. Alyn mengalami kontraksi yang lebih hebat dari sebelumnya. Alyn keluar dari kamarnya dengan berpegangan pada dinding dan tangan satunya memegangi pinggangnya.


"Bi Ijaaaah...Bi Ijaaaah...Biiii..."


Alyn memanggil manggil bi Ijah, Alangkah bersyukurnya Alyn. Yang muncul malah Umi Kulsum dan Abi Nizam.


"Alyn." Teriak Umi terkejut. Abi dan Ummi segera menghampiri Alyn.


"Sakit Umi." Keluh Alyn.


"Sepertinya kamu mau melahirkan nak." Ucap Umi saat melihat kaki Alyn basah dengan cairan.


Alyn melihat kakinya sudah mengeluarkan cairan bening.


"Ayo bi Segera bawa Alyn ke rumah sakit." Ujar Umi.


Umi dan Abi memapah Alyn memasuki mobil.


Umi segera menghubungi Arya, memberitahukan keadaan Alyn.


****


Beberapa saat kemudian Arya sudah menunggu kedatangan Alyn, di depan rumah sakit. Arya menghampiri mobil yang di tumpangi Alyn, Arya membuka pintu mobil kemudian Arya menggendong Alyn dan meletakkan Alyn ke brangkar rumah sakit.


Arya terus mengikuti Alyn hingga memasuki ruang bersalin.

__ADS_1


Sedangkan Abah dan Umi harap harap cemas di luar ruangan menanti kelahiran sang cucu. Tak lupa Umi menghubungi besannya Meminta doa untuk kelancaran Alyn melahirkan.


Kedua orang tua Alyn dan adiknya bergegas pergi ke Jakarta.


***


Alyn menggenggam erat tangan Arya. Arya Terlihat lebih tenang , tidak sepanik yang di alam mimpi. Karena terkejut di alam mimpi membuat Alyn kontraksi lebih awal.


"Mas jangan tinggalkan aku." Ucap Alyn dengan air mata yang mengalir di sudut matanya, saat mengingat mimpi buruk itu. Alyn tak sanggup hidup tanpa Arya.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Balas Arya. Arya membelai rambut Alyn.


Arya terus saja mendampingi Alyn. Alyn meremas tangan Arya kuat kuat saat sakit mulai menerjang. wajah Alyn sudah di banjiri peluh. Sesekali Arya menghapus peluh Alyn dengan sapu tangannya.


"Huuuuufffhhh...Sakit mas..." Arya sendiri bingung harus melakukan apa. Arya ikut meringis melihat wajah Alyn yang kesakitan. Arya sangat tidak tega melihat kondisi Alyn. Seandainya bisa Arya ingin menggantikan posisi Alyn. Arya cuma bisa menenangkan Alyn.


Saat air ketuban pecah. Alyn mulai mendorong bayinya keluar. Alyn mengikuti setiap arahan dari dokternya. Arya jadi korban jambakan Alyn. Dia pasrah.


Arya sangat lega akhirnya Alyn bisa melahirkan dalam keadaan selamat, walaupun rambut Arya lusuh karena Alyn.


Abi Nizam dan Umi Kulsum sangat bahagia saat mendengar suara jerit tangis bayi. Umi Kulsum Segera menghubungi besannya dan memberitahukan kabar gembira ini.


***


Beberapa saat kemudian. Arya sangat takjub melihat putra dan putrinya yang berada di box bayi. Perasaan luar biasa bahagia Arya rasakan saat ini. Mereka kembar identik tapi beda kelamin.


Arya menyusupkan jari telunjuknya. ke tangan anak anaknya. Baby Girl dan Baby Boy menggenggam erat tangan Papanya. Hati Arya sangat tentram memandangi wajah bayi bayinya. Bibir bayi itu mengecap ngecap.


"Sayang sepertinya Baby Boy dan Baby Girl haus. Lebih baik kamu susui mereka." Ucap Arya. Arya ingin menggendong bayinya tapi di urungkan karena bayinya sangat lemas dan Arya tak tahu cara menggendongnya. Umi yang melihat itu tersenyum.

__ADS_1


"Mau gendong nak?" Tanya Umi. Arya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Arya takut Mi. Arya tidak tahu caranya." Ucap Arya. Kemudian Umi mengambil bayi itu dan ia letakkan ke tangan Arya. Arya sangat bahagia bisa memeluk bayinya. Sedangkan baby Boy Umi berikan pada Alyn untuk di beri ASI.


"Kamu sudah punya nama untuk anak anakmu Arya?..."Tanya Umi.


"Sudah Mi. Tapi Arya bingung mau pilih yang mana! Soalnya Arya punya 6 pilihan.


***


"Wah selamat ya Arya, akhirnya impianmu memiliki anak bisa terkabul." Kemudian Brayen memeluk Arya.


"Iya terima kasih, aku sangat bahagia." Ucap Arya.


"Kamu kapan nyusul?" Tanya Umi Kulsum.


"Hehe nanti Mi Kalau calonnya muncul Brayen bakal nikah." Brayen nyengir halus dengan menggaruk tengkuknya.


"Assalamualaikum..." Suara cempreng Alena muncul dari balik pintu dan di susul Abah Fajar dan Umi Naya.


"Wa Alaikum salam..." Jawab yang di dalam ruangan serempak.


"Wah ini keponakanku....Lucu lucu." Ujar Alena.


"Alena....Jangan di colek ponakannya. Kamu dari perjalanan jauh, tidak steril." Ujar Umi Naya mengingatkan. Alena mengerucutkan bibirnya. Brayen tersenyum melihat itu.


"Apa lihat lihat." Cetus Alena, membuat Brayen melengos malas.


"ALENA...." Ujar Umi mendelik.

__ADS_1


***


Selamat menikmati.


__ADS_2