AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
ALYN BERHIJAB


__ADS_3

"Sayang kamu tambah cantik loh jika memakai hijab. Kapan kamu mau menutup aurat?" Tanya Arya.


"Deg." Jantung Alyn berdegup mendengar nasehat Arya. Tubuhnya meremang, bulu kuduk berdiri, ada perasaan aneh yang tak bisa di jelaskan yang di rasakan oleh Alyn. Alyn merasa malu pada Arya terutama pada sang pencipta. Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajibannya untuk menutup aurat dan hanya memperlihatkannya pada mahramnya.


"Nanti yang dapat imbasnya bukan hanya aku loh, Abahmu juga, jika kamu tidak menutup aurat." Lanjut Arya. Namun bukannya menjawab pertanyaan dari Arya. Alyn malah diam saja memandangi dirinya di depan cermin.


Tiba tiba Alyn mengingat pelajaran yang di ajarkan oleh guru ngaji Alyn dulu yang isinya kurang lebih seperti ini.


"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu'min "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


"Jika anak tidak menutup aurat maka orang tua yang menanggung beban dari dosanya dan jika seorang istri tidak menutup aurat maka suami lah yang nantinya akan menanggung beban dosa istrinya di akhirat kelak." Ujar pak Ustadz dahulu ketika mengajar Alyn.


Arya memperhatikan Alyn yang terlihat merenung seperti sedang menerawang. Seperti ada sesuatu yang dipikirkan dan di pertimbangkan.


"Sayang kenapa kamu melamun?" Tanya Arya pada Alyn sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajah Alyn.


"Mas." Alyn memanggil Arya.


"Iya." Jawab Arya singkat.


"Boleh aku membeli pakaian dan jilbab lebih banyak lagi untuk mengisi lemari ku?" Tanya Alyn pada Arya.


Arya mengerutkan alisnya setelah mendengar pertanyaan dari Alyn.


"Kenapa? untuk apa?" Tanya Arya yang heran dengan permintaan istrinya.


"Aku mau berhijab mulai saat ini juga Mas." Ucap Alyn dengan mantap.


Arya terkejut dan menganga mendengar penuturan Alyn.


"Apa kamu yakin? Kenapa bisa secepat itu? Apa kamu merasa malu dan tertekan karena aku memintamu berhijab?" Ucap Arya memberondong Alyn dengan pertanyaan.


"Tidak mas. Ini murni dari hatiku sendiri, tutur katamu mu barusan menyentuh hatiku mas. Lagian sudah kewajiban seorang muslim menutup aurat. Aku tidak mau Abah dan Mas nanggung dosaku saat nanti di akhirat. Kalau nunggu hatiku tertata dulu baru berhijab sampai baik kapan mas. Mending berhijab dulu biar nantinya hijab itu menuntun hati kita agar jadi manusia yang lebih baik." Ucap Alyn menjelaskan alasannya pada Arya.


"Keputusanku menjadikan kamu sebagai istriku tidak salah sayang. Aku harus banyak bersyukur karena memiliki istri sebaik dirimu. Aku juga harus banyak bersyukur pada sang pencipta karena menjodohkan kita." Kata Arya.


"Dan juga aku harus berterima kasih kepada Abi dan Umi karena menjodohkan kita. Terutama pada Umi yang ngotot untuk jodohin kita. Setiap hari beliau mengomeli ku takut aku berubah pikiran setelah menyetujui perjodohan kita." Ucap Arya.


Arya tersenyum mengingat Umi Kulsum tatkala Arya belum menikahi Alyn. Arya jadi merindukan Uminya yang baik hati dengan segala keceriwisannya.

__ADS_1


"Mas kangen nggak sama Umi?" Tanya Alyn.


"Iya." Jawab Arya.


"Aku juga kangen mas. Pulang dari sini mampir yuk." Ujar Alyn.


"Boleh." Jawab Arya. Alyn tersenyum bahagia menatap Arya.


Kemudian Arya dan Alyn memilih banyak sekali baju yang akan di beli. Tak lupa juga Alyn membeli baju untuk Abi dan Umi. Arya sendiri lebih antusias memilih pakaian untuk istrinya karena Arya bahagia Akhirnya Alyn mau menutup auratnya.


Beberapa saat kemudian setelah Arya membayar semua baju belanjaan Alyn di kasir. Alyn memasuki ruang ganti di toko itu.


Arya sendiri tak menyangka dengan hal ini. Alyn tiba tiba mau menutup auratnya. Di sini pula.


Tak lama kemudian Alyn keluar dari ruang ganti. Dengan mengenakan baju syar'i dan kerudung yang menjulang panjang menutupi dadanya, sudah sesuai dengan aturan menutup aurat yang sesungguhnya. Yaitu menutup aurat dan tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Arya terpesona melihat keanggunan istri tercintanya dalam mengenakan balutan busana. Mata Arya tak berkedip sedikitpun. Mata Arya menyusuri tubuh Alyn dari bawah hingga ke atas.



"Kenapa menatapku seperti itu mas? Aneh ya." Tanya Alyn yang malu dan tidak PD.


"Aku sangat mencintaimu istriku." Kata Arya.


"Mas. Jangan begini di tempat umum. Tuh lihat ada CCTV." Tolak Alyn.


"Ya sudah nanti lanjutkan di kamar." Ujar Arya.


"Ngapain?" Tanya Alyn.


"BELAH DUREN." Ujar Arya berbisik di telinga Alyn. Entah kenapa setiap mendengar kata itu tercetus dari mulut Arya membuat Alyn selalu merasa malu.


"Janjinya tadi apa? Masak sudah lupa." Ujar Alyn yang wajahnya sudah memerah karena malu.


"Ck. JJS." Arya malah berdecak.


"JJS? apa itu mas?" Tanya Alyn.


"JJS janji janji saja." Jawab Arya.

__ADS_1


Alyn memutar bola mata malas.


"Mas aku lapar." Ujar Alyn mengalihkan pembicaraan.


"Yuk cari makan." Arya menggenggam tangan Alyn dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya mendorong troli yang berisi banyak pakaian.


Kemudian Arya membawa Alyn ke restoran favoritnya di mall Jakarta.


Arya memesan begitu banyak makanan. Sambil menunggu, Arya melihat terus saja memandangi wajah cantik istrinya. Menurut Arya, Alyn lebih cantik dengan hijab yang menutupi rambutnya.


"Kenapa Mas lihat aku terus kayak gitu? Aneh ya?..." Tanya Alyn.


"Kamu cantik sayang, Lebih cantik malah setelah memakai hijab. Aku tidak bosan melihat mu" Jawab Arya


"Kamu tuh Mas gombal terus." Ujar Alyn yang sudah tersipu malu.


"Aku serius sayang bukan gombal." Kata Arya.


Tidak lama kemudian makanan pesanan Arya dan Alyn datang.



"Mas kamu pesan makanan banyak sekali. Mana bisa kita ngabisin sebanyak ini." Ujar Alyn.


"Huuuuufffhhh tidak apa-apa lah sayang." Ujar Arya.


"Tapi kan Mas sayang, ini mubazir Kalau dibuang. Nggak baik loh mas buang buang rezeki gini. Kita bagikan pada para pekerja di rumah saja ya. Sebagian kita bungkus bawa pulang." Ucap Alyn.


"Huuuuufffhhh baiklah." Ujar Arya yang malas berdebat dengan istrinya.


"Aku juga mau beli oleh-oleh untuk Abi dan Umi. Abi sama Umi suka makan apa ya Mas?" Tanya Alyn pada Arya.


"Nanti biar aku yang pesan makanan kesukaan Abi dan Umi." Jawab Arya.


"Ayo makanlah, perutku sudah lapar." Lanjut Arya.


Kemudian Arya dan Alyn mulai menyantap makanan yang tersaji di meja makan itu.


"Hemmmm....Yang ini enak sayang." Ujar Alyn pada Arya. Seketika Arya tercengang dan langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang menyendok dan mulutnya berhenti mengunyah, saat mendengar kata "Sayang" yang tercetus dari mulut Alyn.

__ADS_1


__ADS_2