AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
PISAH RANJANG


__ADS_3

"Aku sangat malu pada Alyn. Aku tidak punya muka untuk menghadap istriku. Setiap hari Suci mengirimi Alyn video laknat ini. Dan bodohnya aku tidak tahu. Aku pikir Alyn terlalu berlebihan menyikapi perselingkuhan ku yang hanya beberapa bulan dan tak kasat mata. Tarnyata Suci jadi SETAN. Ternyata istriku merasakan sakit sedalamam ini karena ku."


Berjam-jam Arya mondar mandir kesana-kemari meratapi kebodohannya. Peluh sudah membancirinya. Arya sangat gugup dan malu. Bingung apa yang akan ia katakan pada Alyn. Permintaan maaf saja tidak cukup untuk menghapus kesalahan Arya. Apapun alasannya perbuatan Arya tidak dapat di benarkan. Kesalahannya sudah sangat fatal.


Pantas saja Alyn tidak pernah mau di ajak begituan. Bercumbu dengan Alyn saja Arya susah payah mendapatkannya dengan cara maksa dan mengancam. Dia tak peduli dengan cakaran yang di berikan Alyn saat Arya maksa mencumbunya. Selama ini Arya sudah salah melangkah. Yang ada Alyn semakin membenci Arya.


Selama ini Alyn begitu sabar menghadapi Arya. Sedalam apapun Arya menyakiti Alyn, Alyn tetap mau bersabar dan bertahan di samping Arya. Arya sangat beruntung mendapatkan istri sebaik Alyn tapi Alyn terlalu sial mendapatkan suami tak setia seperti Arya. Jika seperti ini, tentu Arya tidak akan pernah mau melepaskan Alyn bukan.


Kini Pandangan Arya beralih pada laptopnya yang masih menyala. Kemudian Arya melihat galeri foto. Arya membuka galeri itu, hati Arya berdesir melihat foto-foto gadis kecil yang dulu ia taksir. Alyn kecil sangat imut.


Ada foto Alyn kecil merengut mungkin karena ngambek, ada foto kecil Alyn memeluk boneka kesayangannya pemberian dari Arya, ada foto kecil Alyn tertawa dan ada foto kecil Alyn menangis. Bahkan sampai saat ini Alyn masih sering menangis. Dan Arya lah penyebab tangisan Alyn.


Mata Arya beralih pada foto Iqbal remaja bersama dengan Alyn dan tidak lupa, selalu ada Rani di antara mereka. Walau ada obat nyamuk tapi tetap saja hati Arya terbakar api cemburu.


Tapi ada yang aneh dengan foto itu. Wajah Iqbal selalu datar tanpa ekspresi dengan gaya monoton saat berpose bersama Alyn. Ada foto Iqbal memberi Bunga dan coklat pada Alyn. Iqbal yang menyuapi Alyn. Iqbal memasangkan pasmina pada Alyn.


Sedangkan saat Iqbal berfoto dengan Rani, bibir Iqbal sedikit tertarik ke samping. Tapi fotonya tidak ada yang patut di benarkan. Jika Iqbal memberi Alyn coklat dan bunga. Tapi pada Rani, Iqbal memberi Rani Batu besar dan Jika Iqbal memberi Alyn kalung bunga, untuk Rani Iqbal mengalungkan tali rafia dan di sambut sedikit senyum oleh Iqbal sedangkan semua pose Rani cemberut.


Beberapa Foto itu memperlihatkan Rani yang sedang di tarik rambutnya oleh Iqbal. Telinga Rani yang di sentil oleh Iqbal dan leher Rani yang di piting oleh Iqbal. Dan semua ekspresi Rani seperti orang yang sedang teraniaya dan Iqbal sepertinya menikmati itu. Di lihat dari fotonya, Iqbal suka sekali usil pada Rani.


"Hubungan apa yang mereka bertiga jalin. Sebenarnya siapa pacar Iqbal?" Ujar Arya.


Arya sangat ingin menghapus momen romantis Iqbal dan Alyn. Tapi Arya takut Alyn semakin marah pada Arya.


Arya beranjak keluar dari ruang kerjanya. Ketika Arya hendak memasuki kamar Alyn. Ternyata Pintunya di kunci. Arya mengambil kunci duplikat. Membuka pintu kamar itu dan memasukinya.


Arya melihat Alyn berdiri di depan jendela. Arya sendiri bingung akan memulai percakapannya dari mana.


"Huuuuufffhhh..." Arya menghela nafas. Dia grogi dekat dengan Alyn.


"Sayang...." Panggil Arya.

__ADS_1


"Ya." Jawan Alyn.


"Huuuuufffhhh." Lagi lagi Arya menghela nafas panjang. Kemudian Arya membelitkan tangannya ke pinggang Alyn. Memeluk Alyn dengan posesif, dagu Arya berpangku pada Alyn.


"Sayang.... Permintaan maaf saja tidak akan bisa menghapus kesalahanku padamu. Aku sudah sangat keterlaluan" Ujar Arya membuka suara.


"Baguslah kalau kamu sadar." Ujar Alyn.


"Tapi kenapa kamu diam saja?... Tidak memarahiku dan tidak memberi tahu ku tentang video itu." Tanya Arya.


"Karena aku ingin tahu sejauh apa Suamiku akan menyakitiku. Jika aku memberi tahu mu tentu Suci akan berhenti mengirimkan video laknat itu. Dan aku tidak akan tahu perkembangan hubungan kalian. Video itu juga lah yang memantapkan hatiku untuk bercerai darimu mas." Ujar Alyn. Kata cerai dari Alyn selalu bisa membuat Arya gemetaran.


"Alyn jangan pernah sebut kata cerai, mendengar kata itu selalu membuatku gemetaran. percayalah aku sudah tobat." Ujar Arya.


"Sekarang kamu tahu kan alasan dari semua pemberontakan yang ku lakukan padamu." Ujar Alyn.


"Hukum lah aku. Mintalah apa pun padaku, aku akan berusaha mewujudkannya." Lanjut Arya.


"Mintalah apapun asal jangan meminta cerai sayang. Mintalah yang lain." Ujar Arya.


"Baiklah. Jangan memaksa ku bercumbu lagi jika aku tidak siap." Ujar Alyn.


"Tapi sayang...." Ucapan Arya terhenti karena Alyn segera menyanggahnya.


"Kamu tahu kan mas hukuman bagi seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergulat di atas ranjang. Pintu neraka akan terbuka sedikit demi sedikit. Mungkin saja pintu neraka untuk ku sudah terbuka lebar. Mohon pengertiannya mas sedikit, sedikiiiiiit saja. Aku belum siap." Ucapan Alyn membuat tangan Arya yang membelit pinggang Alyn melonggar sedikit demi sedikit, seolah berat melakukannya.


"Huuuuufffhhh.... Baiklah. Lalu aku harus bagaimana biar kamu mau memaafkanku?" Tanya Arya.


"Belajarlah setia. Yakinkan aku bahwa kamu akan berubah." Ujar Alyn.


"Sayang aku sudah setia. Aku sudah berubah. Aku bersumpah, Percayalah..." Ujar Alyn.

__ADS_1


"Mana aku tahu....Bisa saja kan tadi kamu keluar untuk menemui Wanita simpanan mu lagi." Ujar Alyn yang masih ragu pada Arya.


"Ya ampun sayaaaang.... Sumpah tadi aku pergi ke mall buat beli Hp kamu. Lalu mampir ke cafe untuk minum kopi." Ujar Arya yang tak habis pikir dengan pemikiran Alyn.


"Itulah mas ruginya jadi penghianat. Sekalinya jujur maka kejujurannya akan selalu di ragukan." Ujar Alyn.


"Baiklah... Kamu hanya cukup memberiku kesempatan. Aku akan buktikan pada mu jika aku sudah berubah." Ucap Arya.


"Kamu mau tidur di sini atau di sebelah bersama ku ?" Tanya Arya.


"Di sini." Jawab Alyn singkat


"Baik lah, sekarang istirahat lah... Besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat." Lanjut Arya.


"Kemana?..." Tanya Alyn.


"Kamu maunya kemana?..." Tanya Arya.


"Pulang ke kampung Nelayan." Jawab Alyn.


"Nggak boleh. Yang ada kamu tidak akan mau kembali lagi kepada ku." Jawab Arya tegas.


"Gampang.....Kan masih ada Suci mas." Ujar Alyn.


"Ayolah Alyn. Jangan sebut nama itu lagi." Ujar Arya.


"Mas beri aku kebebasan mas. Kamu mengurung ku seperti aku ini tahanan." Pinta Alyn.


*****


JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2