AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
TEPATI JANJIMU


__ADS_3

"Iiiiiihhhhh amit amit jabang bayi. Umi tarik kutukannya. Ucapan adalah doa loh Umi." Ujar Alena merengek sambil menarik-narik lengan Umi Naya.


"Makanya jangan brisik." Ujar Umi Naya. Alena hanya diam merengut sebab jengkel pada Umi Naya. Karena takut Ucapannya jadi doa yg mustajab.


"Nak gimana keadaan kamu disana?" Tanya Umi Naya yang terlihat lebih tenang dan sudah tidak menangis lagi.


"Alhamdulillah Umi, Alyn sehat." Jawab Alyn.


"Umi sendiri gimana?..."Tanya Alyn yang ingin memastikan bahwa keluarganya baik baik saja.


"Alhamdulillah Umi baik nak. Kamu gimana di Jakarta kerasan(Betah) ya?" Tanya Umi Naya pada Alyn.


"Alhamdulillah Umi, Alyn kerasan(Betah) tinggal di Jakarta. Apalagi suami Alyn baik dan perhatian banget sama Alyn. Mertua Alyn juga baik. Mereka selalu berusaha membahagiakan Alyn. Semua anggota keluarga di sini sangat perhatian pada Alyn." Ucap Alyn.


Alyn berbohong kepada Keluarganya mengenai perlakuan Arya pada awal pernikahannya. Sebab Alyn tidak ingin membuka aib dari suaminya. Dan Alyn juga tidak ingin membuat keluarga yang di sayanginya khawatir. Alyn juga tidak ingin memberikan beban pikiran kepada keluarga yang sangat ia sayangi. Sudah seharusnya seorang istri menjaga nama baik suaminya.


Arya yang sejak tadi berdiri dan bersandar di daun pintu, hati nuraninya terenyuh mendengar ucapan dari istrinya. Walau pun sudah begitu dalam Arya menyakiti hatinya, namun Alyn masih bersedia menutupi aib buruk suaminya yang durjana ini.


Arya sangat bersyukur memiliki istri sebaik Alyn. Beruntung Alyn masih mau memberikan Arya kesempatan kedua.


"Aku bersumpah sayang...Tidak akan pernah menyakitimu lagi. Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membahagiakan kamu. Ini janjiku untukmu." Batin Arya.


"Syukurlah nak kalau kamu betah di sana. Kalau kamu bahagia, kami disini juga ikut bahagianya. Suami kamu di mana? Umi pengen bicara sama suami kamu?"Tanya Umi Naya pada Alyn.


"Mas Arya tadi sedang...!" Ucapan Alyn terhenti saat melihat ke arah pintu.



"Mas Sejak kapan kamu ada di situ?" Tanya Alyn pada Arya.


"Sejak tadi." Ucap Arya tersenyum. Kemudian Arya masuk ke dalam kamar tak lupa mengunci pintu. Arya berjalan menghampiri Alyn, dan sejak tadi mata Alyn pun mengawasi arah langkah Arya.


Lalu Arya duduk disamping Alyn merangkul lengan Alyn.


"Assalamualaikum Umi, Abah, Alena." Arya menatap layar Hp lalu mengucapkan salam pada keluarga Alyn.


"Waaalaikumsalam." Keluarga Alyn serempak menjawab salam dari Arya. Alena yang tadi murung sekarang kembali ceria saat melihat wajah tampan dari Arya.


"Abah, Umi, apa kabar?" Tanya Arya.


"Kami semua di sini sehat nak." Jawab Abah pada Arya.


"Aku nggak di tanyain kak." Celetuk Alena.


"Iya kamu juga." Ujar Arya sambil tersenyum pada Alena.


"Hiiiiissss.....Anak ini." Keluh Umi Naya menyenggol lengan Alena.

__ADS_1


"Tidak apa Umi." Ucap Arya.


"Kamu sendiri apa kabar nak" Tanya Abah Fajar.


"Alhamdulillah saya sehat." Jawab Arya.


"Nak Umi titip Alyn ya. Alyn dijaga baik-baik. Seandainya Alyn melakukan kesalahan tolong dimaklumi. Jika Alyn melakukan kesalahan tolong di bimbing dan di nasehati, Alyn itu orangnya penurut kok." Ucapan Umi Naya membuat Arya merasa sangat malu karena selama ini Arya hanya membuat Alyn merasa terpuruk menjalani hari-harinya di samping Arya.


"Tentu Umi. Saya sangat menyayangi Alyn. Tentu saya akan menjaga istri saya dengan sebaik mungkin." Jawab Arya.


"Maafin Alyn ya nak kalau Alyn ngerepotin kamu." Ucap Abah Fajar.


"Arya tidak merasa direpotkan Abah. Arya malah senang dan beruntung memiliki istri sebaik Alyn." Jawab Arya.


2 jam sudah Alyn melakukan panggilan video call bersama dengan keluarganya. Mereka berbincang-bincang panjang lebar tapi Alyn masih terlihat bersemangat berinteraksi dengan keluarganya di sebrang sana.


Alyn tidak peduli dengan Arya yang sejak tadi menunggunya. Arya yang mulai mengantuk tidur di belakang punggung Alyn. Arya membelit pinggang Alyn sementara kaki Arya masih menjuntai di lantai. Arya menciumi pinggang belakang Alyn membuat si empunya menggeliat kegelian.


Alyn hanya memperlihatkan wajahnya saja pada keluarganya. Sebab tangan Arya sudah tidak bisa di kondisikan.


Kemudian Arya membuka sedikit kemeja Alyn ke atas.


"Aaaaawwwwww..." Teriak Alyn lalu bangkit dari ranjang, saat Arya menggigit pinggangnya karena gemas pada Alyn.


Sementara Arya menelungkupkan wajah ke atas ranjang dengan bahu bergetar menahan tawa. Alyn merengut melihat Arya.


"Di gigit semut. Ya sudah ya Umi, ini sudah malam. Alyn istirahat dulu ya." Jawab Alyn berbohong.


"Ya sudah Assalamualaikum."


"Wa Alaikum salam." Jawab Alyn. Kemudian Alyn melihat pinggangnya yang ada bekas gigi Arya.


"Mas kamu itu nyebelin. Sakit tau, lihat nih bekas gigitan kamu merah gini." Ujar Alyn.


Kemudian Arya berhenti tertawa dan menghampiri Alyn. Benar saja ada bekas merah cap gigi di pinggang Alyn.


"Maaf ya aku cuma bercanda." Ucap Arya. Kemudian mengecup pinggang Alyn.


"Jadi nggak nih mijitin aku." Tanya Arya.


"Jadi. Tapi aku nggak mau kalau pijit plus plus." Ujar Alyn.


"Kok pikiran kamu jadi mesum sih sayang. Orang suami minta pijit beneran kok." Ujar Arya. Kemudian Arya mengeluarkan Hp dari saku celananya dan meletakannya di atas meja.


Kemudian Arya membuka baju dan celananya, Arya hanya mengenakan boxer bercorak macan tutul.


"Hahahaha..." Motif boxer Arya membuat Alyn tertawa melihatnya. Arya menatap Alyn heran.

__ADS_1


"Kenapa ?" Tanya Arya.


"Tidak apa-apa." Jawab Alyn berusaha menahan tawanya. Arya melihat arah mata Alyn yang tertuju pada boxer motif macan tutulnya.


"Ini warisan dari Umi makanya aku pakai." Ucap Arya menyadari bahan tertawaan Alyn.


"Iya iya. Jadi di pijit nggak nih." Tanya Alyn.


"Jadi." Jawab Arya. Kemudian Arya merangkak ke atas ranjang. Dan di susul Alyn.


"Ini." Memberikan minyak Zaitun pada Alyn.


Alyn menuaikan minyak zaitun yang di bawa Arya tadi. Lalu memijit punggung Arya, tangan, kaki dan perut Arya, semua Alyn pijit.


"Capek sayang?..." Tanya Arya melihat peluh Alyn yang menganak di tubuhnya.


"Sedikit." Jawab Alyn. Lalu Arya duduk.


"Ayo sini gantian kamu yang ku pijit." Ucap Arya.


"Nggak usah mas." Tolak Alyn.


"Ayo...."Ucap Arya tidak menerima penolakan.


"Nggak mauuuuuu..." Ujar Alyn mempertahankan kemejanya yang berusaha Arya buka.


"Ayo buka. Kasian kamu capek dari tadi mijitin aku." Ujar Arya.


"Maaaaaassss." Teriak Alyn.


"Alyn jangan teriak begitu. Kamu tidak malu kalau nanti kedengaran pelayan rumah ini. Nanti di kira aku ngapain ngapain kamu." Ucap Arya.


"Aku tidak mau di pijit kamu. Nanti kamu mijit plus plus." Ujar Alyn tapi Arya tetap memaksa Alyn.


"Kring kring kring kring....Mas itu pasti telpon dari mas Brayen." Ucap Alyn mengalihkan perhatian Arya.


Arya beranjak dari tempat tidur dan mengambil Hp yang berada di atas meja, ternyata benar panggilan dari Brayen. Arya menatap Alyn.


"Kalau Brayen mengirimkan bukti bukti bahwa Aku tidak bercinta dengan Suci semalam. Kamu harus menepati janjimu padaku. Untuk belah duren saat ini juga." Ucap Arya tegas.


"Deg." Jantung Alyn berdegub kencang, tubuhnya juga meremang.


****


JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT


like jangan di lewati pliiiiiiiiiiiiisssss

__ADS_1


__ADS_2