AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
RENCANA BARUKU


__ADS_3

Setiap pulang dari kantor Mas Arya selalu mampir di rumah simpanannya. Kebahagiaan mereka selalu ia abadikan dan berakhir di HP ku.


Ku buka video dari wanita simpanan suamiku.


Pantas saja Suamiku bersikap dingin. Ternyata wanita laknat itu yang memengaruhinya.


"Sayang." Suci memanggil Arya.


"Hemmm." Arya hanya bergumam


"Mas. Cintamu hanya untukku kan."


"Kenapa?" Mas Arya.


"Mas janji ya jangan deket dekat sama Alyn. Jangan sentuh si Alyn. Kalau perlu cuekin dia. Bersikaplah dingin sama dia."


"kenapa?... Dia kan istriku."


"Aku cemburu maaaas." Wanita itu merengek pada mas Arya. Mereka benar benar pasangan yang serasi. Yang satunya pelakor dan satunya lagi, suami tak setia.


"Aku tidak pernah menyentuh Alyn sama sekali kecuali saat ada Abi dan Umi. Itupun hanya sebatas pegangan tangan." Si Suci malah mentertawakan kemalangan ku.


"Sebenarnya aku kasihan sama istrimu mas. Jika kamu bersikap baik sama dia. Dia akan salah paham dengan sikapmu mas. Pada akhirnya dia akan mencintaimu dan akan sulit melupakanmu, jika kita nikah nanti. Lebih baik kamu cuekin dia biar dia nggak berharap lebih dengan pernikahan kalian."


"Iya sayang. kamu bener."

__ADS_1


...****************...


Aku kembali memutar video. Mas Arya makan bersama dengan wanita simpanannya yang bergelayut manja di lengannya. Mereka masih berhubungan.


"Maafkan aku Alyn. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya ingin memberi tahumu kalau aku dan mas Arya saling mencintai. Dan tak bisa di pisahkan." Pesan singkat dari wanita simpanan suamiku. Selalu minta maaf setelah memberiku video yang membuat mata dan hatiku perih.


"Oh ya Tuhanku.... Ini terlalu menyakitkan buatku. Wanita itu terus saja mengompori hidupku."


"Aku sudah tidak tahan. Ingin sekali aku meminta cerai dari mas Arya. Tapi aku takut keputusanku ini akan membahayakan Kesehatan Abah. Bagaimana jika penyakit jantung Abah kambuh lagi seperti 6 bulan yang lalu, Abah masuk ruang ICU. Hanya karena mendengar kabar kecelakaan adikku yang jatuh dari motor. Apa lagi jika mengetahui aku akan bercerai."


"Aku seperti makan buah simalakama. Maju kena, mundur kena."


Jika aku memutuskan bertahan dengan pernikahanku yang menyedihkan ini. Aku tidak boleh berdiam diri. Sebelum terlambat. Sebelum wanita itu menyeret suamiku ke atas ranjang, aku harus melakukan sesuatu.


Walau video itu sangat menyakitkan tapi tak satupun ku hapus. Karena aku yakin suatu saat nanti itu akan sangat berguna untukku. Bahkan aku gandakan. Buat jaga jaga takut hilang.


Aku tak bisa diam saja. Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak mau wanita sialan itu terus terusan menari di atas penderitaanku.


Aku menghubungi Rani sahabatku. Satu satunya teman yang ku miliki di Jakarta.


"Assalamualaikum."


"Wa Alaikum salam."


"Aku ingin bertemu. Apa kamu ada waktu besok."

__ADS_1


"Tentu. Ada apa?"


"Aku butuh bantuanmu. Aku butuh pekerjaan, aku ingin bekerja."


"Hey bukannya suamimu orang kaya. Ngapain masih bekerja?..."


"Aku suntuk di rumah nggak ada kerjaan." Ucap Alyn yang tidak ingin membeberkan masalah rumah tangganya.


"Baiklah. Temui aku besok di cafe baruku."


......................


"Tepat jam 20.00 WIB mas Arya pulang ke rumah. Ku siapkan semua makanan di atas meja.


Kami makan bersama dalam diam. Sunyi. Hanya terdengar suara dentuman sendok yang beradu dengan piring. Aku bersyukur mas Arya selalu makan masakanku dengan lahap. Dia selalu makan di rumah. Sepertinya dia menyukai makanan buatanku.


Ku beranikan diri melirik mas Arya. Wajahnya datar tanpa ekspresi, tak bisa di tebak.


*****


"Tiiiing tooong." Mendengar bel pintu berbunyi. Aku segera keluar dari kamar. Penasaran dengan tamu yang berkunjung di jam 21.00 WIB. Aku terkejut melihat tamu yang datang.


***


Jangan lupa like komentar vote

__ADS_1


__ADS_2