AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
BERTEMU TEMAN LAMA


__ADS_3

"Makanya punya rambut itu di bungkus. Jangan di gelar. Aurat." Ujar Iqbal menasehati.


"Kau itu kenapa selalu bersikap menyebalkan padaku?...Jika tidak menarik rambutku, kau timpuk kepalaku dengan krikil. Tapi dengan Alyn kau selalu bersikap lembut. Kami kan sama-sama wanita, kenapa perlakuanmu berbeda." Protes Rani.


"Hey obat nyamuk, aku itu mencintai Alyn. Jadi pantas kan aku bersikap lembut dan manis padanya. Kalau untuk mu. Kau itu terlihat mengemaskan saat merajuk makanya aku suka menjahilimu." Ujar Iqbal pada Rani.


Hanya pada Alyn, Rani dan bi Ijah, Iqbal bersikap santai layaknya manusia tapi di mata umum dia adalah sosok yang dingin.


"Apa kau masih mencintai Alyn?..."Tanya Rani.


"Tentu." Jawab Iqbal dengan mantap.


"Apa kau ingin kembali pada Alyn?" Tanya Rani.


"Tidak. Jika Alyn bahagia hidup dengan suaminya." Jawab Iqbal dengan tegas.


"Jika Alyn menderita hidup dengan suaminya bagaimana?..." Lanjut Rani.


"Apa Alyn tidak bahagia hidup dengan suaminya?" Iqbal menaikkan satu alisnya. Dia mulai tertarik dengan perbincangan ini.


"Tidak. Aku hanya bertanya." Aku harus meminta izin pada Alyn dulu untuk membahas masalah ini. Aku tak ingin Iqbal menghajar suami Alyn. Aku pernah memergoki Suami Alyn berselingkuh di cafe, waktu aku dan Alyn makan bersama di cafeku.


"Jika Alyn tak bahagia dengan pernikahannya maka Aku akan merebut Alyn dari suaminya."Jawab Iqbal dengan yakin.


"Jika Alyn bahagia dengan suaminya apa tujuan mu kedepannya?' Tanya Rani.

__ADS_1


"Tahun depan aku akan menikahi wanita yang mencintaiku." Jawab Iqbal.


"Alyn maksudmu, dia kan sudah menikah?..." Tanya Rani.


"Alyn wanita yang kucintai. sedangkan wanita yang mencintaiku banyak. tinggal pilih." Ujar Iqbal percaya diri. menjawab dengan gayanya yang selalu tegas.


"Siapa dia?..." Rani bertanya sangat antusias.


"Rahasia." Jawaban menyebalkan keluar dari mulut Iqbal.


"Kau kenapa tidak menikah?..." Tanya Iqbal yang mulai santai berbincang dengan Rani.


"Tidak minat." Jawab Rani singkat.


"Bilang saja tidak laku." Ucap Iqbal bergurau namun di tanggapi serius oleh Rani. Rani memukul mukul lengan Iqbal karena sangat kesal dengan nya. Walau Tak berimbas apapun pada Iqbal.


"Hey obat nyamuk berhenti memukuliku." Tegas Iqbal yang mulai kesal.


"Jangan panggil aku obat nyamuk" Rani menolak panggilan itu.


"Kenapa tidak boleh. Kau kan memang obat nyamuk." Ujar Iqbal yang tersenyum melihat wajah Rani mulai bersungut sungut.


"Aku hanya menjaga sahabatku agar nggak di apa-apain sama kamu saat berduaan." Ujar Rani membela diri.


"Kau pikir aku lelaki macam apa? Hah... Nyatanya aku selalu menjaga Alyn dengan baik. Aku tidak pernah menyentuh Alyn sedikitpun. Lelaki yang mencintai wanitanya akan menjaga kehormatan wanita yang di cintainya." Tegas Iqbal yang kesal karena Rani meragukan karakternya.

__ADS_1


Rani mencebikkan bibir dan Iqbal meliriknya.


"Aaaawwwww.... Iqbaaaaal.... berhenti menarik narik rambutku." Rani berteriak sebal karena lagi lagi Iqbal menarik rambutnya.


"Tanganku gatal kalau tidak menarik rambutmu." Ujar Iqbal tanpa rasa bersalah dan masih fokus menatap jalanan.


"Dasar bujang lapuk menyebalkan. Kasian sekali jagain bini orang 8 tahun, eh nikahnya sama yang lain." Sindir Rani. Ucapan Rani menyinggung Iqbal.


"Kita senasib. Mencintai tapi tak bisa memiliki." Balas Iqbal.


"Iiiiiisssss siapa bilang!... Aku tidak sedang mencintai siapapun." Ujar Rani.


"Apa kau yakin???" Iqbal menaikkan satu alisnya.


"Yakin." Ujar Rani percaya diri.


"Apa kau merasa pernah kehilangan sesuatu? Kalau iya. Akulah pencurinya." Tanya Iqbal.


"Apa yang kau curi dariku?..."Tanya Rani.


"Jika ada waktu, makan malam lah bersama ku, maka aku akan mengembalikan barang mu." Iqbal bernegosiasi dengan Rani.


"Tidak mau. Malas. Kau menyebalkan."Rani menolak ajakan makan malam dengan Iqbal.


"Oh my Iqbal." Ucap Iqbal membuat Rani seketika menganga dan menutup mulutnya. Iqbal tersenyum.

__ADS_1


"Aku yang pegang kartu AS" Batin Iqbal.


*****


__ADS_2