
Arya dan Alyn duduk berdua di batu besar. Arya meletakkan kaki Alyn ke pahanya lalu memijit kaki Alyn yang pegal-pegal.
"Mas jangan sentuh kakiku." Ujar Alyn dengan menyingkirkan tangan Arya dari kakinya.
"Kenapa?..." Tanya Arya dengan menaikkan satu alisnya.
"Nggak baik Mas suami pegang kaki istri. Itu namanya istrinya nggak sopan." Ujar Alyn.
"Siapa bilang nggak sopan. Kamu itu istriku. Mau aku apain saja terserah aku." Ujar Arya yang masih tetap memijat kaki Alyn.
****
"Gimana sudah enakan kakimu?..." Tanya Arya.
"Sudah enakan mas." Jawab Alyn.
"Aku punya sesuatu buat kamu sayang."Ujar Arya.
"Apa Mas mas?" Tanya Alyn.
"Tunggu sebentar ya, Yang." Arya merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah. Kemudian membukanya dan melilitkannya di kaki Alyn yang sejak tadi nangkring di paha Arya. Gelang kaki yang sangat cantik pas di kaki Alyn.
"Wah bagus banget mas." Ujar Alyn dengan mata yang berbinar.
"Kamu suka?..." Tanya Arya.
"Suka banget Mas." Jawab Alyn dengan penuh kegembiraan. Arya pun ikut senang melihat Alyn senang.
"Ada satu lagi!..." Lanjut Arya merogoh saku celana yang satunya. Kotak kecil berwarna merah yang berisi dua cincin cantik berwarna putih.
"Yang ini untuk kamu berinisial Arya. Kamu lihat ku ukir namaku untuk mu di cincin ini." Arya menunjukkan ukiran namanya di cincin itu pada Alyn.
"Dan yang ini untukku, ada ukiran namamu disini." Ujar Arya menjelaskan dan menunjukkan ukiran nama Alyn di dalam cincin itu.
"Aku harap di hatimu juga sudah terukir namaku." Ucapan Arya sangat mengharap.
Arya memasang cincin itu di jari manis Alyn.
sekarang giliran Alyn memasang cincin itu dijari manis Arya.
"Mas warna cincinnya kok agak beda ya?" Tanya Alyn. Arya tersenyum mendengar pertanyaan istri manisnya.
"Istriku ini teliti sekali. Cincin punyamu itu emas putih sayang sedangkan cincin punya aku perak. Laki-laki kan nggak boleh pakai emas, beda sama perempuan." Jawab Arya menjelaskan alasan perbedaannya.
"Mas..."
"Apa?..." Tanya Arya.
"Apa kamu juga romantis seperti ini pada Suci?" Pertanyaan Alyn membuat Arya menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Sayang jangan merusak suasana romantis ya... Sudah lama aku sering bilang sama kamu kalau kita sedang berdua jangan sebut nama Suci." Tutur Arya yang gemas pada Alyn.
"Benar kata Abi perempuan itu suka ungkit-ungkit." Batin Arya.
"Cari makan yuk yank, lapar." Ajak Arya sambil memegangi perutnya yang sudah keroncongan dari tadi.
"Ayuk." Jawab Alyn. Arya bangkit dan mengulurkan tangannya pada Alyn. Lalu Alyn menggenggam tangan Arya kemudian Arya menariknya hingga Alyn bangun.
Arya dan Alyn berjalan di pinggir pantai dengan tangan yang saling bertautan. Senyum terus saja mengembang di wajah mereka.
Arya membawa Alyn ke rumah makan yang berada di dekat pantai. Arya memesan beberapa menu pada pelayan.
"Sayang kamu ingin bulan madu kemana?" Tanya Arya.
"Apa perlu kita bulan madu?..." Ujar Alyn yang sama sekali tidak tertarik dengan rencana Arya.
"Perlu lah sayang. Biar ada yang di kenang nanti di hari tua. Sebagian besar pengantin baru melakukan bulan madu. Kalau kita, jangan kan bulan madu. Belah duren saja belum." Tutur Arya.
Alyn hanya menghembuskan nafasnya. Arya menggenggam tangan Alyn.
"Kenapa?... Kamu tidak mau bulan madu dengan ku?..." Tanya Arya.
"Bukan begitu mas. Aku ini cuma orang miskin yang kamu nikahi. Mana pernah kepikiran dengan yang namanya bulan madu." Ujar Alyn dengan wajah sendunya.
"Sayang jangan bicara seperti itu. Harta ku adalah hartamu juga. Dan hartaku yang paling berharga dari segi dunia adalah kamu, keluargaku dan keluargamu." Ucap Arya meyakinkan Alyn.
"Aku tidak boleh luluh dengan rayuan mas Arya. Aku cuma gadis miskin yang sial harus menikah dengan mas Arya. Makanya dengan seenaknya mas Arya mempermainkan ku sampai sedalam ini. Sekali penghianat tetaplah penghianat. Dia akan mengulangi lagi kesalahannya." Batin Alyn.
...****************...
Malam hari di kediaman pribadi Arya Wiguna.
Alyn membawa kopi panas ke ruang kerja untuk Arya yang sedang sibuk mengecek laporan dari setiap cabang usahanya.
"Masih lama mas?" Tanya Alyn.
"Iya. Kenapa?..." Arya langsung menatap Alyn dan bertanya.
"Kalau sibuk kenapa tadi pakai jalan jalan. Jadinya kamu kerja sampai selarut ini." Tutur Alyn.
"Karena kebahagiaanmu lebih penting sayang." Ujar Arya yang kini tersenyum menatap istri cantiknya ini.
"Gombal terus." Ujar Alyn. "Kalau mas Arya bersikap seperti ini terus. Niatku untuk kabur akan goyah. Maafkan aku mas, aku harus mundur bukannya aku egois karena memikirkan diri sendiri tapi aku masih punya harga diri." Gumam Alyn dalam hati.
"Kalau masih lama aku tidur duluan mas." Lanjut Alyn.
"Iya... Nanti aku menyusul." Ujar Arya.
Alyn bangkit dari tempat duduknya dan bergegas pergi memasuki kamarnya. Kemudian ia tidur karena badannya sudah sangat lelah.
__ADS_1
...****************...
Beberapa saat setelah Alyn tertidur, dia terbangun karena mendengar suara berisik yang menggangu tidurnya dari kamar sebelahnya.
Alyn turun dari ranjang dan berjalan keluar. Alyn terkejut saat melihat pintu kamarnya yang dulu dia pakai, pintunya terbuka.
Alyn melihat ke dalam kamarnya, Mata Alyn melotot ketika melihat di sana sudah ada Arya dan tiga asisten rumah tangga Arya sedang menggeledah kamarnya.
"Mas kalian ngapain?..." Tanya Alyn yang sudah gugup.
"Sayang... Kenapa kamu bangun?..." Tanya Arya santai sambil matanya menyusuri isi lemari.
"Jawab aku mas kamu ngapain?..." Tanya Alyn.
"Kamu taruh mana barang yang katamu tadi pagi tertinggal di kamar ini?" Tanya Arya. Alyn Auto melotot. Benarkan Arya tak mudah di bohongi.
"Barang apa mas? nggak ada." Alyn pura pura bodoh.
Arya tidak menghiraukan Alyn. Dia terus mencari sesuatu yang di yakini Arya penting.
Arya melirik Alyn yang sudah terlihat cemas dan tangan Alyn sudah meremas bajunya.
Arya memperhatikan arah mata Alyn yang sesekali melihat ke atas lemari.
"Pak Mun. Ambil kursi." Perintah Arya pada salah satu asisten rumah tangganya. Arya semakin yakin ada sesuatu yang tidak beres saat melihat wajah Alyn semakin cemas.
Tidak lama kemudian pelayan datang dengan membawa kursi. Kaki Arya berpijak di atas kursi. Dengan seksama Arya memperhatikan bagian atas lemari. Ada buku novel yang tebalnya sekitar 5cm dan Arya langsung mengambilnya. Hanya buku novel pikir Arya tapi melihat ekspresi Alyn yang cemas tentu itu bukan buku novel biasa.
Arya turun dari kursi. Dan membuka tiap lembar buku itu.
"Deg." Jantung Alyn tersentak saat buku itu memunculkan plastik bening berisi card memory. Arya menatap Alyn dan menaikkan satu alisnya memberi tatapan penuh kecurigaan pada Alyn.
Alyn berusaha merampas card memory itu dari Arya namun Arya dengan sigap menaikkan tangannya ke atas beserta memorynya. Alyn yang berjinjit berusaha mengambil card memory itu tapi tidak bisa menjangkau tangan Arya karena tubuh Arya jauh lebih tinggi dari Alyn.
"Mas balikin itu punyaku." Pinta Alyn memelas.
"Akan aku kembalikan setelah aku melihat isinya." Ucap Arya dengan tegas. Membuat tubuh Alyn semakin gemetaran.
Apa jadinya jika Arya melihat isi card memory itu? Padahal card memory itu akan Alyn jadikan sebagai bukti perselingkuhan Arya dengan Suci di pengadilan nanti. Jika mas Arya melihat isi card memory itu dan menghapusnya maka akan gagal rencana Alyn.
Tidak mungkin orang tua Alyn mengizinkan perceraian mereka terjadi tanpa adanya bukti yang kuat.
*****
Author
Para pembaca setiaku, bisa nggak kalian nebak apa yang akan terjadi?...
Dan apa yang kalian inginkan?...
__ADS_1
Jangan lupa like komentar vote favorit...
Biar nanti malam author semangat up.