
"Jleb." Listrik di rumah Arya mati. Suasana gelap gulita. Keadaan yang gelap Alyn jadikan kesempatan untuknya kabur. Beruntung laptop Arya berada di dekat kaki Alyn. Alyn langsung cus pergi membawa card memorynya.
Alyn tak memperdulikan teriakan Arya yang memanggil namanya. Alyn keluar dari rumah dalam keadaan yang sama hancurnya dengan Arya.
Penjaga yang lengah karena gelap tak dapat melihat Alyn yang keluar melewati gerbang. Alyn berlari sekencang kencangnya di tengah guyuran hujan.
Tangisan Alyn pecah di tengah guyuran hujan.
Jauh dari Arya membuat hatinya terpuruk tapi berada di sisi Arya bukan lah jaminan dia akan setia.
Mata mata yang di utus untuk mengintai Alyn sejak tadi bersembunyi di balik pohon besar, jauh dari jangkauan CCTV. Dia adalah mata mata profesional takkan meninggalkan jejak. Dia Ikut berlari mengejar Alyn sambil menghubungi seseorang.
Ketika Alyn sudah jauh dari kediaman Arya. Datang mobil Lamborghini Aventador Lp720 melaju dengan cepat menghadang Alyn.
"Ciiiiiiiiittttttt." Suara mobil berdecit. Lampu mobil dalam keadaan mati. Suasana sekitar gelap.
"Lepaaaaaasss....Kau siapa?" Alyn tak dapat melihat wajah laki laki bertubuh tinggi dan tegap yang menyeret paksa Alyn hingga masuk ke dalam mobil mewah berwarna kuning.
"Hapus semua rekaman CCTV jalan raya di daerah XXXXXX sekarang juga. Jika terlambat kau yang akan menerima hukumannya." Orang itu menelepon petugas pemerintah dan memerintah orang tersebut untuk menghilangkan jejak Alyn. Cahaya dari layar hp menampakkan wajahnya pada Alyn.
"Kamu...!" Alyn terkejut tak percaya dengan orang yang sudah membawa paksa dirinya.
Pria itu tak bergeming, Alyn pun melengos memilih menghadap jendela. Suasana menjadi canggung. Berbeda. Tidak sama seperti dulu. Tatapan hangat yang selalu pria itu berikan pada Alyn sirna sudah. Jalinan kasih yang terukir selama 8 tahun kandas hanya tersisa jejaknya di memory.
Dua insan yang dulu saling mencintai kini menjadi asing. Sama sama diam. Sama sama canggung.
Alyn memeluk tubuhnya yang menggigil dengan baju basah karena guyuran hujan.
__ADS_1
Iqbal melirik gerakan Alyn lalu membuka jasnya kemudian ia sampirkan ke tubuh Alyn.
Tatapan Iqbal kembali lurus ke depan. Tetap terlihat tenang dan bersahaja seperti biasanya.
Alyn meremas jas yang tersampir di tubuhnya. Berusaha menetralkan hatinya.
"Mas!" Alyn memulai pembicaraan.
"Hemmmm." Iqbal hanya bergumam.
"Kamu mau membawaku kemana?..." Tanya Alyn.
"Ke tempat yang seharusnya." Jawab Iqbal.
"Mas kamu jangan macam macam. Aku sudah menikah."
Iqbal pun melengos ke jendela dan Alyn menunduk. Alyn yang canggung memutar mutar cincin pemberian Arya. Mengingat Arya membuat hatinya berdesir.
Sepanjang jalan hening tak ada obralan lagi antara Alyn dan Iqbal.
Alyn berjalan melewati setiap penjuru rumah yang sangat besar. Alyn sangat kagum dengan kemewahan rumah ini.
"Besar banget rumahmu mas Iqbal. Aku nggak nyangka kamu bisa sesukses ini mas. Aku bangga padamu mas." Seru Alyn dalam hati pada Iqbal. Alyn sangat takjub pada keberhasilan Iqbal.
Iqbal berjalan mensejajari Alyn yang tumbuhnya basah kuyup namun sedikit hangat karena Iqbal menyampirkan blazernya (jas) pada tubuh mungil Alyn.
Sebenarnya tubuh Iqbal juga basah karena memaksa Alyn masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Iqbal mengantar Alyn menuju kamarnya. Iqbal membuka kamar yang dulu ia rencanakan di jadikan kamarnya setelah menikah dengan Alyn.
Iqbal membawa Alyn ke dalam ruang ganti dan membuka semua lemari yang hanya berisikan pakaian wanita.
Alyn heran dengan isinya yang hanya berisi pakaian wanita.
"Pilih lah semua yang kamu sukai dari pakaian ini. Semua baju ini ukurannya pas untukmu." Alyn mengernyit tidak mengerti.
Iqbal berjalan mengambil satu dress cantik dan memberikannya pada Alyn.
"Ini ku beli dari gaji pertamaku dulu untuk mu." Ujar Iqbal. Membuat Alyn semakin tidak percaya.
Alyn memberanikan diri dan bertanya karena rasa penasaran yang berkecamuk di benaknya.
"Kenapa lemari ini penuh dengan baju wanita ? Apa Mas Iqbal sudah menikah atau sudah memiliki kekasih?..."
"Ya aku sudah memiliki kekasih. Baju itu semua ku beli untukmu. Rencananya akan ku berikan setelah kita menikah nanti." Penjelasan Iqbal membuat Alyn ternganga. Sangat sulit di pahami.
"Mas kamu bicara apa? Aku sudah menikah."
"Bukankah kamu mau menggugat cerai suamimu." Kini Alyn menyesal telah lari dari Arya.
"Kenapa mas Iqbal bisa tahu."
"Alyn. Ku tunggu jandamu."
******
__ADS_1
Jangan lupa like komentar vote favorit biar Authornya tidak ngantuk