AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
KEMBALIKAN HATIKU YANG KAU CURI


__ADS_3

FLASH BACK OFF


"Baru kemarin kau berjanji mau melupakan Alyn dan belajar mencintai ku Iqbal. Nyatanya kau malah membuat hatiku berharap lebih dan kini semakin terluka." Rani membatin.


Rani berusaha tetap tenang dan menhapus semua air matanya walau rasa sakit kian bergejolak di hatinya, Saat mendengar perdebatan antara Alyn dan Iqbal.


"Mas ini salah mas. Jangan menyimpang dari kebenaran mas. Lebih baik kamu cari perempuan lain yang masih single." Ujar Alyn.


"Aku hanya menginginkan mu." Ucap Iqbal.


"Kau sudah tidak waras mas." Ketus Alyn yang kini beranjak dari tempat duduknya. Namun saat hendak pergi, Zain Asisten sekaligus supir pribadi Iqbal menghadang.


"Jangan halangi jalanku." Ujar Alyn pada asisten Iqbal.


"Maaf nona saya hanya mematuhi perintah dari tuan Iqbal." Ujar Zain.


"Mas aku ingin pulang ke kampung Nelayan. Biarkan aku pergi." Pinta Alyn pada Iqbal.


"Tinggal lah disini untuk sementara waktu." Jawab Iqbal.

__ADS_1


"Tidak pantas perempuan bersuami tinggal satu atap dengan pria asing. Aku tidak mau terjadi fitnah di antara kita nantinya." Ujar Alyn.


"Kalau begitu bercerai lah dari Arya dan menikah dengan ku. Aku akan membahagiakanmu. Aku tidak mau kau menikah dengan orang yang salah." Ujar Iqbal.


"Mas kau bukanlah Iqbal yang ku kenal dulu. Kau berubah mas. Kau membuatku takut." Ujar Alyn.


"Seiring dengan berjalannya waktu siapa pun bisa berubah Alyn." Ujar Iqbal.


"Aku harus membantu Alyn."Batin Rani


Rani pergi meninggalkan Alyn dan Iqbal yang sedang berdebat. Sayangnya Iqbal melihat kepergian Rani. Iqbal beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah lain. Jalan pintas menuju pintu keluar.


"Sudah berkunjung, kenapa mau pulang? Belum juga minum teh." Iqbal buka suara.


"Jangan halangi jalanku Iqbal." Ketus Rani.


"Apa kau tidak merindukan sahabat mu?...Ada Alyn di dalam. Apa kau tidak mau menemuinya." Tanya Iqbal pada Rani.


"Tidak. Aku sibuk. Aku harus mengurus cafeku."Ketus Rani.

__ADS_1


"Biar orangku yang mengurus cafemu." Ucap Iqbal.


"Kau itu apa apaan sih Iqbal. Jangan seenak jidat mu kalau bertindak."Protes Rani. Iqbal menarik tangan Rani masuk ke dalam rumahnya walah Rani Sudah memberontak.


"Kenapa kau tidak pernah memikirkan perasaanku Iqbal." Isak tangis Rani berhasil menghentikan langkah Iqbal. Dan beralih menatap Rani.


"Kau sudah tahu rasa sakitnya patah hati tapi kenapa masih menyakitiku. Kau sudah tahu aku mencintaimu tapi kamu pura pura bodoh melihat aku jadi obat nyamuk kalian." Rani menangis dan Iqbal terus manatapnya.


"Kalau tidak mau mencintai kenapa kamu mengejar ku dan berlagak akan belajar mencintaiku, di bohongi itu lebih menyakitkan dari pada tidak di anggap." Rani semakin menangis tapi Iqbal tidak bergeming.


"Setidaknya kembalikan hatiku yang kau curi karena aku sulit menggantikan posisi mu dengan orang lain yang kasih sayangnya lebih tulus darimu. Kembalikan Iqbal. Kembalikan hatiku yang kau curi Iqbal. kembalikan." Sambil menangis Rani menarik narik baju Iqbal yang melekat di dadanya.


Tiba tiba Iqbal mendekap Rani dalam pelukannya. "Tenanglah Ran. Jangan membuat ku semakin bingung." Ucap Iqbal berusaha menenangkan Rani dengan membelai rambutnya.


Mendengar suara kegaduhan Alyn dan Zain keluar dari ruang makan menuju asal suara yang membuat kegaduhan.


*****


JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2