
"Alena tadi aku tidak sempat meminta no hp Brayen. Apa boleh saya minta nomor Teleponnya."
"Ya elah aku bininya Bang Naga... Ini Bu Dosen, berhijab tapi genit, yang salah bukan hijabnya tapi kelakuannya. Aku saja yang pecicilan jual mahal kalau sama cowok."
"Alena..." Anita melambaikan tangannya di depan wajah Alena sebab dia melamun.
"Eh iya Bu..." Alena tersentak kaget.
"Kenapa melamun?"
"Eeh tidak kok Bu. Tadi Ibu minta apa?"
"Berapa nomor Hp Brayen." Ucap Anita kemudian Alena membuka hp-nya dan memberikan nomor Brayen kepada Anita.
"0812 99 88xxxx"
"Oke terima kasih."
"Sama-sama ibu." Ucap Alena tersenyum manis pada Anita. Kemudian Alena pergi meninggalkan Anita.
"Hehehehe syukurin emang enak ku kerjain. Enak aja mau PDKT sama suamiku. Dasar dosen genit. Jadi perempuan itu harga diri harus dijaga jangan dijajain kayak jajan. Heeemmm Alena di lawan, mau jadi pelakor dalam rumah tangga aku langkahi dulu mayatku tikus."
***
Malam hari di kediaman Anita, dia duduk di depan cermin, memoles wajahnya sedikit lebih menor dari biasanya, dia berdandan cantik berharap Brayen akan mau melakukan panggilan video call dengannya.
Setelah merasa pantas dan cantik, jemari Anita mulai menari dengan lincah di atas layar ponselnya. Dia mulai mengirim pesan untuk Brayen.
"Assalamualaikum." Anita mengirim chat harap-harap cemas takut Brayen cuek lagi padanya.
"Kenapa tidak dibalas ya? Apa dia sedang keluar atau tidak memegang HP atau Dia sedang sibuk?" Praduga Anita menerka-nerka. Kemudian Anita misscall nomor Brayen namun tetap tidak diangkat.
"Maaf benarkah ini nomor Brayen."Chat Anita.
"Aku Anita. Kenapa chat-ku tidak dibalas." Chat Anita.
"Apa kamu sedang sibuk? Chat ku tidak dibalas?" Gumam Anita tapi dia tidak putus asa. Dia masih menunggu balasan dari Brayen.
"Waalaikum salam." Brayen membalas Chat Brayen. Hati Anita berbunga-bunga saat mendapatkan balasan chat dari Brayen.
"Iya aku Brayen."
"Maaf aku tadi sedang sibuk, jadi aku tidak bisa membalas chat-mu."
"Kau Anita? Anita yang mana?"
"Aku Anita dosen di kampus xxxx. Apa aku boleh melakukan panggilan video call?"
"Aku rasa itu tidak perlu."
"Kenapa?"
"Karena aku tidak terbiasa melakukan panggilan dengan video call."
"Oh begitu."
"Brayen Apa kamu sudah menikah?"
"Belum Aku masih jomblo."
"Kenapa kamu tidak menikah?"
"Karena aku jelek, tidak ada satupun wanita yang mau menikah denganku."
__ADS_1
"Ya ampun Brayen benar-benar idaman semua wanita. Dia sangat tampan dan gagah begitu masih merendah, dia punya hati tidak sombong."
"Kamu jangan terlalu merendah begitu kau sangat tampan."
"Jangan membuatku GR. Ini pertama kalinya ada wanita yang memujiku. Apa kamu sudah punya pacar?"
"Belum. Aku masih jomblo. Dari dulu aku masih mengharapkan cinta dari seseorang yang dingin namun berhati mulia."
Anita merasa bahagia sebab Brayen tidak lagi cuek padanya.
***
"Nggak masuk Abang, nggak masuk, nggak masuk..." Ucap Alena yang berada di atas kasur bersama dengan Brayen.
"Masuk lah kenapa nggak masuk." Ucap Brayen.
"Nggak masuk lah Abang... Apa judul lagu pembunuhan yang sadis? Masa' Jawabnya kill Ling me inside. Yang bener itu potong bebek angsa." Ucap Alena.
"Cup. Nggak mau pokoknya Abang kalah." Ucap Alena setelah mengecup pipi Brayen.
"Terus kapan aku bisa iya iyain kamu, kalau aku kalah terus Alena."
"Lah kan enak Bang, kalau Abang kalah aku cium. Nanti kalau Abang menang baru bisa iya iyain aku...Hahahaha"
"Iiiiiihhhhh...Gemes lama lama sama kamu. Ayo mulai lagi." Brayen menarik hidung Alena.
"Aduh duh duh duh Lepas Abang...."
"Ayo mulai lagi. Telur, Telur apa yang sangar? Hayo jawab?" Ucap Alena.
"Heeemmm Apa ya...Telur jatuh." Jawab Brayen.
"Yeeee salah.... Jawabannya Telur asin, sangar soalnya ada tatonya. Cup" Jawab Alena kemudian mencium pipi Brayen.
"Yah kalah lagi." Ucap Brayen menepuk jidatnya.
"10" Jawab Brayen.
"Salah Bang. Tetap 5, karena yang di kali ada 2, yang di darat ada 3." Ucap Alena.
"Ya elah jawaban mu tidak ada yang akurat Alena, semuanya ngawur." Ucap Brayen.
"Emang bener kok begitu." Ucap Alena.
"Kalau di jawab secara logis sudah pasti aku kalah telak... Kalau mau menang aku harus ikut gila. Merayu istri untuk indehoy susah amat."
"Siapa yang selalu jadi korban pemerasan?"
"Kamu." Jawab Brayen Sambil mencolek dada Alena.
"Cup Iiiiiihhhhh Abang, Sapi perah jawabannya."
"Nanti kamu juga aku perah."
"Iya iya...Kamu menang aku kalah." Ucap Brayen manggut-manggut mengalah.
"Apa bedanya orang kurus dengan orang gemuk?" Alena memberi pertanyaan pada Brayen. Brayen pun menjawab asal karena jawaban Alena selalu ngawur.
"Kalau orang kurus makan hati, kalau orang gemuk makan tempat." Jawab Brayen.
"Sa...Eh kok bener ya..." Alena meletakkan jari telunjuk di dagu.
"Serius benar." Ucap Brayen. Alena pun langsung melirik Brayen yang sudah menyeringai mesum. Alena hendak kabur tapi langsung di sergap oleh Brayen.
__ADS_1
"Abang ampun Abang..." Ucap Alena karena Brayen sudah menahan tangannya di kedua sisinya.
"Tepati janjimu Alena. Kamu bilang kalau aku menang kau akan melayani ku?"
"Aku nggak mau masuk rumah sakit lagi Abang." Alena menangis katakutan, malam pertamanya begitu menyakitkan.
"Aku janji kali ini tidak akan sesakit seperti waktu itu."
"Tapi itumu kegedean Abang. Nyiksa tau."
"Ayolah Alena jangan menangis."
"Nggak mau."
"Huuuuufffhhh... Selalu Seperti ini setiap hari." Brayen pun beranjak turun dari ranjang dan pergi meninggalkan Alena.
"Abang mau ke mana?"
"Mau jajan di luar." Jawab Brayen tanpa melihat Alena. Alena langsung mengingat Anita si calon pelakor.
"Abaaaang." Alena semakin menangis. Baru dua hari ini Alena benar-benar sembuh. Rasa sakit saat Brayen menggarapnya memberikan sedikit trauma karena Brayen yang amatir main kasar. Bahkan waktu bibirnya di bungkam Alena hampir ke habisan nafas, apalagi di area inti yang bengkak membuatnya tidak bisa berjalan.
"Apa?..."
"Ayo..."
"Ayo apa?"
"Main kuda-kudaan."
"Aku tidak mau memaksa mu." Ucap Brayen. Alena turun dari ranjang dan menarik tangan Brayen hingga ke atas ranjang.
"Huuuuufffhhh... Tidur lah ini sudah malam. Jangan khawatir aku tidak akan jajan sembarangan."
"Katanya Abang mau itu."
"Aku sudah tidak tertarik. Aku ngantuk. Mau tidur saja." Brayen tidur terlentang. Brayen langsung membuka mata terkejut karena Alena sudah berada di atas perutnya.
"Abang bilang apa? Sudah tidak tertarik sama aku."
"Apa sih Alena."
"Kalau Abang mau jajan sembarangan? Langkahi dulu mayat Anita." Brayen langsung duduk membuat Alena merosot makin ke bawah.
Brayen menyentuh kening istrinya."Tidak panas. Kau sakit apa kesurupan Alena?..."
"Istriku ini benar benar menguji mental."
***
SELAMAT MENIKMATI...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA.
Akhir bulan bentar lagi loh... Yang paling banyak VOTE FAVORIT LIKE DAN KOMENTAR bisa dapat uang 100rb untuk rangking 1.
Bisa dapat hiburan baca dan uang pula.
Bisa di lihat di TOP FANS yang saya lingkari merah*.
*Untuk yang penasaran dengan kisah cinta RANI DAN IQBAL.
Ada di novel sebelah judulnya "KESUCIAN YANG TERNODA"
__ADS_1
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, CINTA GADIS OBAT NYAMUK, di sini dapat lihat: http://h5.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1663610&\_language\=id&\_app\_id\=2