
Pagi hari mengantar Arya sampai di depan pintu adalah rutinitas setiap hari yang di lakukan Alyn sebelum Arya berangkat bekerja.
"Mas hati hati di jalan ya." Ucap Alyn setelah mencium punggung tangan suaminya.
"Iya. Kamu jangan nakal ya di rumah." Ucap Arya setelah mencium kening Alyn. Walau pun setiap hari bersama tapi masih terasa rindu saja dan berat untuk berjauhan.
"Mas yang jangan nakal." Ucap Alyn mencolek perut Arya."Aku tidak pernah selingkuh." Lanjut Alyn. Arya terkekeh malu karena tersindir.
"Kalau mau keluar rumah! Izin dulu sama aku." Sambil membelai rambut Alyn.
"Iya mas."Jawab Alyn kemudian Arya kembali mencium kening Alyn.
"Ya sudah kalau begitu aku berangkat kerja dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Alyn menjawab salam. Kemudian Arya pergi berlalu dari hadapan Alyn.
Tidak jauh dari rumah Arya ada seseorang di dalam mobil memperhatikan mobil Arya yang baru saja keluar dari gerbang rumahnya.
****
"Ting tong. Ting tong...." Suara bel berbunyi di pagi hari setelah beberapa saat lalu Arya berangkat kerja ke kantor.
Dengan langkah panjang Alyn keluar dari kamar untuk membuka pintu rumah.
"Mau apa kau kesini?..." Hardik Alyn pada Suci yang berada di depan pintu.
"Boleh aku masuk???" Ucap Suci.
"Tidak boleh kalau tujuanmu hanya untuk merusak rumah tanggaku." Ucap Alyn dengan tegas.
"Tujuanku baik Alyn. Percayalah..." Ucap Suci dengan tulus.
"Huuuuufffhhh.... Masuklah" Alyn memasuki rumah menuju ruang tamu dan di ikuti oleh Suci.
__ADS_1
"Langsung saja katakan apa tujuanmu jangan berbelit-belit" Ucap Alyn to the point.
POV Suci.
"Aku minta maaf untuk semua kesalahanku padamu aku tahu kami bersalah. Tapi disini aku lah yang paling bersalah."
"Yang ku tahu mas Arya itu orangnya tertutup kalau memiliki masalah. Jadi aku yakin mas Arya tidak pernah bercerita padamu. Baik lah langsung saja" Ucap Suci.
"Sebenarnya sebelum kau dan Mas Arya menikah, Mas Arya sudah memutuskan hubungan kami tapi di malam pertama kalian, mas Arya meninggalkanmu karena aku melakukan percobaan bunuh diri." Mulut Alyn menganga dan menutupnya dengan tangan. Alyn sungguh tidak percaya dengan apa yang Suci Katakan.
"Aku tidak percaya. Kau pasti bergurau."Ucap Alyn. Suci memberikan laporan rumah sakit tentang kasusnya itu di kampung Nelayan.
Beberapa hari ini Suci sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk meyakinkan Alyn.
Menurut Suci jika ingin minta maaf Jangan tanggung tanggung, harus tuntas. Jangan ada yang mengganjal di hati Alyn. Ini semata-mata Suci lakukan untuk membalas semua kebaikan dan kasih sayang Arya padanya dulu.
"Setelah kau datang ke rumah ku karena memergoki mas Arya berselingkuh denganku.
Aku menghubungi mas Arya dan mengatakan bahwa kau datang ke rumahku. Menyeretku ke luar rumah dan mencaci makiku di hadapan banyak orang. Bahkan aku juga mengatakan pada mas Arya kalau kamu menamparku beberapa kali di hadapan banyak orang."
"Selama berpacaran dengan ku mas Arya selalu menjagaku dengan baik dia sangat menyayangi ku, dia berbeda dengan laki-laki lain oleh sebab itu aku sangat mencintainya."
"Dia selalu menjaga kehormatanku tapi aku yang murahan ini gencar merayu mas Arya hingga akhirnya mas Arya terbuai. Aku sengaja melakukannya untuk mengomporimu agar kamu meninggalkan mas Arya. Dan ternyata berhasil tapi sialnya malah mas Arya yang tidak ingin melepaskan mu dan itu membuatku semakin sakit hati. Padahal aku sudah melakukan berbagai cara untuk bisa menjadi istri mas Arya. Bahkan aku memanfaatkan trauma mas Arya dulu waktu masih kecil."
"Saat Mas Arya lagi lagi memutuskan ku, aku melakukan percobaan bunuh diri lagi tapi sayangnya mas Arya sudah tidak peduli padaku dan itu membuatku semakin kecewa." Alyn dan Suci sama sama meneteskan air mata merenungkan dan mengukur kedalaman sakit hati masing-masing.
"Ini adalah laporan dari rumah sakit karena aku melakukan percobaan bunuh diri lagi."
Kemudian Suci memberikan hasil laporan dari psikiater anak yang Suci dapat kan dulu. Suci juga sudah mencari informasi tentang alasan trauma Arya.
"Aku punya sedikit cerita tentang traumanya suamimu Alyn."
"Waktu kecil mas Arya mengerjakan tugas sekolahnya di taman dekat rumahnya bersama Umi dan kak Arfa. Dan itu ia lakukan selama berhari-hari"
__ADS_1
"Hasil prakarya Mas Arya sangat menakjubkan. Setelah beberapa hari dia kerjakan akhirnya selesai juga."
"Tapi kak Arfa yang tak sengaja, menendang bola ke arah hasil karya Mas Arya dan akhirnya kerja keras Mas Arya hancur"
"Dan itu membuat Mas Arya sangat marah pada kak Arfa. Mas Arya yang marah mendorong kak Arfa kemudian mas Arya pergi dengan kemarahan."
"Kak Arfa terus mengikuti mas Arya dan meminta maaf. Umi pun mengikuti anak anaknya dan ikut memanggil Arya Tapi mas Arya acuh tak acuh. Tak peduli dengan teriak kak Arfa dan Umi."
"Aryaaaa Aryaaa,,,, Kakak minta maaf.... Jangan marah.... Nanti kakak bantu perbaiki...." Kak Arfa terus berteriak meminta maaf pada Arya kecil.
"Tapi mas Arya tak peduli, dia terus berjalan cepat meninggalkan Kak Arfa dan Umi."
"Kak Arfa berlari cepat mendorong mas Arya saat mas Arya menyebrangi jalan tanpa melihat ada tidaknya kendaraan yang lewat."
"Arya awaaaaaaassssss....Braaaaaaakk."
"Arfaaaaaaaaa...." Umi berteriak histeris saat melihat Arfa tertabrak mobil. Tubuhnya bersimbah darah, Umi berlari menghampiri kak Arfa. Kak Arfa tidak bergerak di pelukan Umi."
"Arfaaaaaa aaaaaaakkkkhhhhh"
"Aaaaaaaaakkkkkkkkhhhhh" Umi menangis histeris.
"Sedangkan mas Arya tidak menangis juga tidak bersuara. Tatapan matanya kosong dia seperti patung tapi masih bernyawa."
"Selama tiga tahun Arya seperti mayat tapi hidup. Abi dan Ummi berjuang keras untuk kesembuhan Arya."
"Setelah tiga tahun mas Arya mulai bisa mengeluarkan air mata. Dan perlahan mulai sembuh. Psikiater juga menghapus beberapa ingatan mas Arya. Kemudian perlahan mas Arya mulai sembuh."
"Setelah beranjak dewasa ingatan mas Arya mulai kembali tapi hal itu tidak mempengaruhi mental mas Arya lagi. Mas Arya sembuh total."
"Tapi karena aku melakukan percobaan bunuh diri... Hampir saja trauma mas Arya kambuh lagi."
"Aku mohon maafkan aku. Dan maafkan juga mas Arya dengan tulus. Aku tidak ingin di hantui rasa bersalah." Ucap Suci dengan tulus. Alyn menghampus air mata yang mengalir di pipi mulusnya itu.
__ADS_1
"Pergi dari rumah ku." Ujar Alyn dengan tegas sambil menunjuk pintu keluar.
****