AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
HASIL PENYELIDIKAN BRAYEN


__ADS_3

Arya menerima panggilan dari Brayen dan meloud speaker HPnya agar Alyn dan Arya bisa sama sama mendengar penjelasan dari Bryen.


"Geser dudukmu sayang." Ucap Arya.


"Iya." Jawab Alyn yang langsung menuruti Arya.


Kemudian Arya duduk bersandar di headboard ranjang bersisian dengan Alyn. Dan tangannya merangkul bahu Alyn.


"Hallo....Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Suci kemarin?" Tanya Arya yang sudah tidak sabar dengan informasi yang akan di berikan oleh Brayen.


"Sudah." Jawab Brayen singkat.


"Lalu mana hasilnya?...Segera kirimkan hasilnya padaku" Ucap Arya.


"Aku sungguh tidak percaya dengan hasilnya. Informasi yang ku dapat membuatku sangat terkejut." Jawab Brayen. Alyn yang sangat gugup meremas tangannya ketika mendengar ucapan dari Bryen. Alyn tidak ingin mendengar pengkhianatan Arya untuk yang kesekian kalinya. Akan sehancur apa jadinya hati Alyn jika ternyata Arya masih memiliki hubungan dengan wanita simpanannya dulu.


"Maksudmu apa?...Lalu informasi apa yang kau dapat?... Apa yang terjadi dengan Suci sehingga dia mengatakan padaku bahwa semalam dia bercinta denganku?" Tanya Arya yang sudah sangat kesal karena Brayen terlalu bertele-tele.


"Karena laki-laki yang menginap di hotel dan memasuki kamar hotel bersama dengan Suci adalah dirimu sendiri Arya." Jawaban tegas Brayen membuat Arya terkejut. Seketika Arya menatap Alyn seolah-olah mengatakan bahwa apa yang di katakan Brayen itu tidak benar.


Pandangan mata Alyn kosong lurus ke depan. Wajah Alyn terlihat dingin. Arya menerka-nerka perasaan Alyn saat ini yang sudah terlihat jelas bahwa Alyn sangat marah. Alyn menghempaskan tangan Arya yang merangkul bahunya.


"Sayang." Arya menggeleng gelengkan kepala perlahan berusaha menyentuh Alyn namun sayangnya Alyn malah bergeser menjauhi Arya.


"Pulangkan aku ke rumah orangtuaku mas." Ucap Alyn dengan lirih namun tegas tanpa mau melihat ke arah Arya.


Lagi lagi kata ini yang Arya dengar, kata ini selalu berhasil menusuk hati Arya. Walaupun tak secara langsung Alyn meminta cerai tapi ini sudah menjurus ke arah perceraian. Jika yang mengucapkannya adalah pihak laki laki, maka sah talaknya menurut agama Islam dan itu adalah talak kinayah(talak tak langsung).


"Sayang, aku bersumpah semua itu tidak benar." Ucap Arya dengan wajah memelas berharap Alyn mau percaya pada kejujurannya.

__ADS_1


"Aku sudah memberikan mu kesempatan tapi kamu malah mengulangi kesalahanmu lebih fatal." Ujar Alyn tetap tidak mau melihat ke arah Arya. Hati Alyn teramat sakit dan hancur namun Alyn tak ingin terlihat lemah di hadapan Arya.


"Sayang percayalah padaku." Ucap Arya menggenggam tangan Alyn namun Alyn menghempaskan tangan suaminya dengan kasar.


"Jangan sentuh aku." Sentak Alyn namun Arya masih mencoba menyentuh Alyn. Alyn terus menolak tapi Arya terus saja berusaha membujuk Alyn.


Kemudian Alyn yang sakit hati mengambil bantal dan memukuli Arya dengan bantal tersebut. Arya menghalau bantal itu dengan tangannya supaya tidak mengenai wajah tampannya.


"Pergi kamu dari sini pergi pergi pergiiiii." Teriak Alyn sambil memukuli Arya dengan bantal.


"Sayang dengarkan aku dulu,,, dengar dulu." Ujar Arya sambil terus menghalau bantal itu.


Alyn terus mendorong Arya mundur dengan bantal. Arya hanya mengalah mendapat perlakuan seperti ini dari Alyn. Wajar jika Alyn sulit percaya pada Kejujurannya setelah semua yang di perbuatannya.


Hingga akhirnya terdengar suara gelak tawa dari balik pintu kamar yang mereka tempati saat ini. Arya dan Alyn sama sama diam memegangi bantalnya.


"Hahahahahahahaha....." Makin nyaring suara tawa itu.


Arya berjalan cepat menuju pintu meninggalkan Alyn yang diam mematung dengan nafas yang masih tersengal sengal. Dengan sekali tarikan Arya membuka pintu. Dan benar saja Brian tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.


"Hahahaha..."Brayen semakin tertawa melihat boxer bercorak macan tutul yang dikenakan oleh Arya.


"Kau mau ku hajar ya." Geram Arya yang sudah menendang kaki Brayen.


"Jika kau menghajarku! Kupastikan kau tidak akan mendapat secuil informasi apapun tentang apa yang dilakukan Suci kemarin. Karena aku sudah menghapus semua jejaknya." Ujar Brayen yang masih menunjukkan gigi putihnya yang berderet rapi tanpa merasa bersalah.


"Gara gara kau Alyn memukuli ku. Cepat serahkan apa yang ku minta." Ujar Arya yang sudah sangat kesal.


"Wah wah wah, adik ipar keren sekali bisa memukul Arya." Ujar Brayen tersenyum menatap Alyn yang masih memegang bantal.

__ADS_1


"Diam lah." Ujar Arya yang tidak suka Brayen menatap Alyn.


Arya kembali memasuki kamar, menghampiri istrinya dengan sorot mata yang kesal. Alyn yang sejak tadi menyaksikan drama dua sahabat itu menatap Arya dengan perasaan tidak enak hati karena telah memukuli Arya. Karena di lihat dari sudut manapun sepertinya Brayen memberikan informasi yang salah untuk mengerjai Arya.


"Aku akan menghukummu setelah ini, Tidak akan ku biarkan kamu tidur dengan nyenyak malam ini." Ucap Arya berbisik di telinga Alyn. Membuat Alyn merasa merinding dan menelan salivanya.


"Memangnya mas Arya mau ngapain aku????" Membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya membuat Alyn kian gusar.


"Aaaawwwww." Alyn berteriak saat Arya mengigit telinganya. Brayen hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Arya yang seperti anak kecil ini.


Arya mengambil celananya lalu mengenakannya kembali. Kemudian Arya menggenggam tangan Alyn dan menariknya menuju ruang tamu, di ikuti oleh Brayen.


Kini mereka bertiga duduk berkumpul di ruang tamu. Alyn dan Arya duduk bersebelahan sementara Brayen duduk di hadapan Arya.


Brayen mengotak ngatik laptopnya kemudian menghadapkan layar laptopnya ke hadapan Alyn dan Arya.


Video pertama di putar. Sore hari dari rekaman CCTV jalanan, terlihat mobil Suci menuju danau. Terdapat beberapa CCTV di titik tertentu untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.


Dari Video tersebut terlihat Suci sedang menangis, tidak tahu apa yang di ucapkannya sebab CCTV tersebut tidak di lengkapi audio.


Setelah awan mulai gelap Suci beranjak pergi meninggalkan danau.


Dan dari CCTV jalanan terlihat mobil Suci mengarah ke arah Club malam yang biasanya digunakan para artis dan kawula muda lainnya.


Di dalam club malam itu Suci memperhatikan beberapa pasangan yang sedang bercumbu dan berdisko ria seperti orang gila.


Kemudian Suci memesan minuman pada bartender. Awalnya Suci hanya meminum beberapa gelas miras, kemudian Suci meminum beberapa botol. Hingga akhirnya Suci mulai mabuk.


Tidak lama kemudian Suci beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju pintu keluar. Dan di saat itulah Suci menabrak seseorang yang bertubuh tinggi dan dada bidang namun wajahnya tidak terlihat jelas karena club malam itu dalam keadaan remang-remang.

__ADS_1


******


Bersambung


__ADS_2