AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
CEMBURU


__ADS_3

Alyn yang tak menyadari keberadaan Iqbal masa bodoh dengan sikap Arya asal Alyn bisa kembali ke rumah Arya.


Arya mencium bahu Alyn yang terekspos sebelum duduk kembali ke tempatnya. Alyn memangku wajahnya dengan tangan dan menatap suaminya yang sangat berlebihan hari ini.



Arya sangat perhatian sekali pada Alyn. Selain karena menyayangi Alyn, Arya juga ingin menunjukkan pada Iqbal bahwa Alyn adalah miliknya.


Iqbal tak henti hentinya menatap Alyn, Seperti tak ada Rani di hadapannya. Iqbal dapat melihat selembut dan seromantis apa Arya Wiguna pada istrinya.


Setelah Arya puas menyuapi Alyn, Arya mengajak Alyn berdansa di pelataran dansa dan ada juga beberapa pasangan lain yang berdansa. Arya meminta Alyn untuk berpijak di kaki Arya agar Alyn dapat mengikuti gerakan kaki Arya.


Arya memeluk Alyn begitu posesif. Membawa Alyn kesana kemari meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri dan sesekali mencium bahu dan pipi Alyn. Membuat Iqbal merasa sangat muak. Tapi Iqbal tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kekasihnya sudah menjadi milik orang lain.


"Alyn maafkan aku atas semua kesalahanku, aku berjanji akan selalu setia padamu. Aku akan menebus semua kesalahanku dengan membahagiakanmu selamanya." Ucap Arya di telinga Alyn tapi Alyn diam saja tak menjawab. Arya masih setia memeluk Alyn. Arya sangat bahagia saat ini karena bisa sedekat ini dengan Alyn.


"Prok prok prok." Mata Iqbal beralih menatap Rani yang bertepuk tangan.


"Ini yang kamu maksud mau jadi kekasihku. Masih terlihat jelas kau sangat mencintai Alyn. Kau belum bisa move on dan mau menjadikan aku sebagai pelarianmu. Apa kau memikirkan perasaanku sebelum menjadikanku pelarianmu?... Seperti ini cara mu memperlakukan sahabat lama mu?..." Ujar Rani yang menatap Iqbal dengan intens.


"Seburuk itu aku di matamu Ran?" Ucap Iqbal.


"Ya." Jawab Rani singkat. Iqbal menghela nafas berusaha menetralkan kegaduhan hatinya.


"Aku tahu sesakit apa dulu kau mencintaiku. Aku bukan hanya ingin mengobati luka hatiku tapi aku juga ingin mengobati luka hatimu. Aku akan berusaha melupakan perasaanku pada Alyn dan aku akan belajar mencintaimu." Ucap Iqbal dengan tegas.


"Jawab pertanyaanku. Apa nantinya kau akan kembali pada Alyn jika Alyn tak bahagia hidup dengan suaminya." Tanya Rani. Rani tidak pernah ragu dengan Ucapan Iqbal karena Iqbal adalah lelaki yang bisa di percaya.


Iqbal masih diam, menimbang nimbang jawaban yang akan di berikan pada Rani.

__ADS_1


"Jawab Iqbal." Lanjut Rani.


"Kau tau aku tidak bisa melihat hidup Alyn sengsara." Ucap Iqbal yang sudah terlihat tenang.


"Kalau begitu lupakan niat konyolmu itu. Yang ada kau akan membuat hidupku sengsara." Ujar Rani. Iqbal diam saja tanpa mau menjawab Ucapan Rani.


"Iqbal biarkan aku pergi. Aku ingin pulang." Ujar Rani dengan wajah yang di buat sendu.


"Aku akan mengantarmu." Ujar Iqbal pada Rani lalu bergegas pergi.


******


Pukul 23.00 WIB Arya dan Alyn sudah sampai di rumah pribadi Arya.


Alyn di buat heran dengan perubahan yang terjadi di rumah itu. Biasanya hanya ada dua sekuriti di gerbang rumah tapi kini ada penjaga di setiap pintu.


"Krek korek krek." Pintu kamar Alyn tak bisa di buka. Ternyata pintu kamarnya itu terkunci.


Arya berjalan menghampiri Alyn. Dan merangkul bahu Alyn.


"Mas kenapa pintunya nggak bisa di buka?..."


"Suami istri itu harusnya tidur satu kamar dan satu ranjang."Jawab Arya.


Alyn menghempaskan tangan Arya. Dan mundur beberapa langkah.


"Aku tidak mau tidur satu ranjang denganmu mas. Lebih baik aku tidur di kamar tamu." Ketus Alyn.


Alyn berjalan ke setiap kamar tapi semua kamar terkunci. Wajah Alyn merengut menatap Arya yang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Kamu tidak punya pilihan lain sayang. Ayo tidur. Kamu pasti sudah lelah. Akupun juga lelah." Ujar Arya.


"Istriku ini ngambeknya lama banget."Batin Arya.


Alyn menuruti Arya, karena saat ini bukan saatnya berdebat dengan Arya. Alyn juga sudah sangat lelah.


*****


Pukul 01.00 WIB Alyn terbangun. Dengan perlahan Alyn menyingkirkan tangan Arya yang membelit pinggang Alyn.


Alyn mengambil dompet Arya dan mengambil semua uang berwarna merah yang cukup tebal dari dompet.


"Maaf mas. Sekarang aku adalah istrimu jadi uang mu adalah uang ku. Jadi aku tidak mencuri." Batin Alyn.


Di setiap pintu ada penjaga. Jadi jalan untuk kabur adalah jendela.


Alyn berjalan membuka setiap tirai jendela dan semuanya sama. Setiap jendela terpasang jeruji besi. Arya sudah merencanakan semua ini. Alyn mengguncang jeruji besi yang terpasang sangat kuat di jendela. Tidak mungkin Alyn bisa membukanya. Arya membuat Alyn frustasi.


"Jadi ini yang di maksud mas Arya dengan renovasi rumah."Batin Alyn.


"Deg." Jantung Alyn terlonjak saat ada sepasang tangan membelit pinggangnya. Dan menciumi ceruk lehernya.


"Apa yang kau lakukan?" Suara parau membisik di telinga Alyn.


******


Jangan lupa tinggalkan like komentar vote favorit. Like nya jangan di lewati ya gaes....


selamat menikmati

__ADS_1


__ADS_2