
Alyn yang tidak percaya mengambil teh milik Arya kemudian meminumnya.
" Byyuuuuur." Teh itu menyembur lagi dari mulut Alyn membuat Arya tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai Alyn. Padahal Arya tidak benar-benar meminum teh itu.
"Mas kamu itu nyebelin." Ujar Alyn. Yang kemudian meneguk air putih.
"Hahahaha...." Arya masih saja mentertawakan Alyn.
"Maaaaaassss jangan ketawain aku...." Ujar Alyn merengut.
"Cie cie yang cemburu sampai garam di kira gula." Ujar Arya.
"Cie cie yang malu kena prank....." Ujar Arya.
"Maaaaassss...." Ujar Alyn merengek.
"Cie cie yang cemburu suaminya di deketin sama mantan." Lanjut Arya mencolek pinggang Alyn.
"Mas geli tau...." Ujar Alyn menggeliat karena geli dengan wajah merah seperti tomat.
"Cie cie istri mas cemburuan." Ujar Arya sambil mencolek pinggang Alyn lagi. Arya sangat menikmati saat saat sedang menggoda istrinya.
"Maaassss aku tidak cemburu..." Alyn merengek sambil menarik-narik lengan baju Arya karena salah tingkah.
Namun bukan menghentikan aksinya, Arya malah menggelitik perut Alyn membuat Alyn kegelian dan tertawa lepas. Arya sangat menikmati momen indah ini bersama Alyn. Momen sama yang pernah Alyn dan Arya alami sewaktu mereka masih kecil.
Arya memperhatikan dengan seksama tawa lepas Alyn dan menghentikan aksinya. Lalu Arya menarik Alyn hingga duduk di pangkuan Arya.
"Cup, cup, cup, cup." Arya membelitkan tangannya ke pinggang Alyn lalu menciumi pipi Alyn bertubi-tubi.
"Mas kamu itu nyebelin. Abis ngerjain aku malah cium cium." Ujar Alyn.
"Ya sudah aku balikin lagi. Cup, cup, cup..." Ujar Arya kembali menciumi pipi Alyn lagi.
"Maaassss..." Rengek Alyn.
"Sayang kamu ngambeknya jangan lama-lama donk... Kamu tidak kasihan lihat aku berantakan begini." Ujar Arya. Meletakkan dagunya ke bahu Alyn.
__ADS_1
"Maaf." Jawab Alyn singkat.
"Kalau aku memang salah, marah sih tidak apa-apa. Tapi kalau yang salah orang lain ya jangan malah menyudutkan aku. Apa selama ini kamu tidak bisa merasakan ketulusanku?..." Tanya Arya tapi Alyn diam saja tidak mau menjawab.
"Jangan buat hatimu sakit dengan dusta orang lain. Karena sekarang aku hanya akan membahagiakanmu. Jangan menyakiti hatimu sendiri dan berusaha meninggalkanku karena aku tidak akan pernah melepaskanmu. Akan lebih baik jika kamu belajar memaafkanku dan menerima ku." Ujar Arya serius.
"Sayang apa kamu cemburu jika aku di dekati wanita lain."Tanya Arya.
"Tidak." Jawab Alyn dengan tegas.
"Lalu kenapa kamu marah kalau aku di dekati Suci."Ujar Arya.
"Aku tidak marah. Aku hanya tidak suka suamiku dekati wanita lain." Jawaban Alyn membuat Arya tersenyum lagi.
"Sama saja itu namanya cemburu."Ucap Arya sambil mengigit telinga Alyn.
"Maaaasss....Nggak aku nggak cemburu." Ujar Alyn menghindari gigitan Arya.
Arya menarik dagu Alyn hingga menghadap ke arahnya. Dan Arya membuat tubuh Alyn menyampingi Arya di pangkuan Arya. Arya mengalungkan tangan Alyn yang kiri ke leher Arya dan yang kanan membelit pinggang Arya yang kemudian tangan kanan dan tangan kiri Alyn saling bertautan di punggung Arya. Membuat posisi Alyn memeluk Arya.
Untuk beberapa saat mereka hanya berpelukan dalam diam.
"Kenapa kamu tidak membalas ciumanku?" Tanya Arya yang merasa bahwa Alyn enggan membalas apa yang dilakukan Arya.
"Aku tidak tahu cara berciuman." Jawab Alyn.
Jawaban Alyn membuat Arya tersenyum. Arya ingat sekali waktu Alyn membungkam bibir Arya di rumah sakit di hadapan Suci. Sebenarnya Arya ingin mengingatkan Alyn saat Alyn mencium Arya di rumah sakit karena ingin membuat Suci cemburu dan waktu Alyn mencium Arya di pantai agar membuat Arya lengah dan bisa kabur. Alyn pandai berciuman hanya saat ada maunya saja, tapi niatnya untuk mengingatkan Alyn akan hal itu Arya urungkan karena tidak mau kesempatan langka ini terjeda.
Arya kembali melancarkan aksinya. Namun, Alyn mendorong dada Arya hingga Arya melepas pagutan mereka.
"Aku sampai tidak bisa nafas," ujar Alyn yang nafasnya masih tersengal-sengal. Arya tahu Alyn tak terbiasa dengan ini.
"Ya bernafaskan. Ayo latihan dulu sebelum kita belah duren," ucapan Arya membuat Alyn langsung meremang.
"Nggak mau, Mas. Buktikan dulu kalau kamu sudah tidak punya hubungan dengan Suci, baru kita belah duren."
Arya sangat senang mendengar ucapan Alyn. Artinya Alyn mulai mau membuka diri dan menerima Arya. Berarti sebentar lagi Arya bisa melakukan ritual belah duren, hanya tunggu Alyn yakin pada ketulusan Arya.
__ADS_1
"Sayang aku ini suamimu. Apa yang ada padamu ini adalah hakku, bahkan kamu pun tidak berhak menolakku kecuali sedang berhalangan, tapi aku masih menghargai perasaanmu. Namun setidaknya izinkan aku melakukan pemanasan dulu sebelum aku membuka segelmu." Mendengar ucapan Arya membuat Alyn nampak berpikir dan menimbang nimbang ucapan Arya.
Arya langsung saja meraup bibir Alyn. Aksi yang Arya berikan menuntut lebih. Kini tangan Arya seperti ular. Namun Alyn tetap diam seperti patung.
"Praaaankkk." Pembantu yang melihat adegan mereka tidak sengaja menjatuhkan piring yang akan di letakkan di atas meja makan. Membuat Alyn terperanjat, bangkit dari pangkuan Arya dan langsung merapikan pakaiannya yang sudah berantakan karena ulah Arya. Ia buru-buru menyapu bibirnya.
"Maaf maaf saya tidak sengaja Tuan, Nyonya." Ujar Bi Ijah yang tangannya gemetaran sambil membersihkan pecahan piring di lantai.
"Tidak apa-apa, Bi." ujar Alyn.
"Mas aku siapkan makan malam dulu." Alyn sangat malu karena perbuatan mereka di ketahui orang lain. Alyn bergegas pergi meninggalkan Arya.
"Permisi, Bi." Ujar Alyn pada Bi Ijah yang sedang membersihkan pecahan piring di lantai, tepat di ambang pintu.
****
Setelah sholat isya berjamaah Alyn menyiapkan hidangan makan malam di atas meja. Kemudian mereka berdua makan malam bersama.
"Sayang setelah selesai makan. Temui aku ke kamar ku." Pinta Arya pada Alyn.
"Ngapain, Mas?" Tanya Alyn yang pikiran mulai ngeres.
"Badanku sakit semua. Pijitin yah." Ujar Arya.
"Pijit plus-plus???" Ujar Alyn.
"Hehehe ... Pijit beneran sayang, tapi kalau kamu mau yang plus-plus juga boleh." Arya tersenyum jenaka. Namun tak di jawab oleh Alyn.
Alyn terus mengunyah makanannya sedangkan Arya makan perlahan sambil menatap Alyn.
"Makan yang benar, Mas. Jangan lihat aku terus." Alyn menatap Arya penuh selidik.
"Kamu cantik sayang, tapi kok tidak ada mirip mirip nya ya, sama Abah dan Umimu."
"Aku mirip dengan adikku, Mas!"
****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT